RIKA, OKTAPIA (2026) TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH TENTANG PRAKTIK TUKAR MENUKAR BARANG DENGAN BERAS SETELAH PANEN PADI (Studi Pada Pekon Sumber Agung Kecamatan Ngambur Kabupaten Pesisir Barat). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (6MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (6MB) |
Abstract
ABSTRAK Tukar menukar barang dalam transaksi sekarang masih terjadi dalam Masyarakat.Terutama pada tukar menukar barang dengan beras setelah panen padi yang terjadi di Pekon Sumber Agung Kecamatan Ngambur Kabupaten Pesisir Barat. Dalam transaksinya tukar menukar di sini menggunakan sistem beras setelah panen padi, permasalahan yang dilakukan tukar menukar barang dengan beras setelah panen padi, pelaksanaan tukar menukar tersebut secara tradisional yaitu berupa bentuk beras, tetapi berbeda kualitas dan takaran yang ditukar masih menggunakan secara serampangan tanpa ditimbang dan di takar terlebih dahulu, sehingga dapat memunculkan indikasi unsur-unsur riba, karena ketidakjelasan takaran dalam transaksi tukar menukar tersebut. Metode penelitian merupakan penelitian lapangan (fied research) dan penelitiannya bersifat desktiptif analisis, yang bertujuan untuk memecahkan masalah yang ada sekarang, berdasarkan data-data yang diperoleh secara terperinci untuk menggambarkan suatu gejala yang sesuai dengan masalah penelitian, tektik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi di Lokasi penelitian. Tujuan Penelitian ini adalah bagaimana praktik tukar menukar barang dengan beras setelah panen padi di Pekon Sumber Agung Kecamatan Ngambur Kabupaten Pesisir Barat dan bagaimana tinjauan hukum ekonomi syariah tentang tukar menukar barang dengan beras di Pekon Sumber Agung Kecamatan Ngambur Kabupaten Pesisir Barat. Salah satu realita tukar menukar barang yang dipraktkan oleh Masyarakat di Pekon Sumber Agung Kecamatan Ngambur Kabupaten Pesisir Barat. Berdasarkan hasil penelitian, Praktik tukar menukar barang dengan beras setelah panen padi yang terjadi Di Pekon Sumber Agung Kecamatan Ngambur Kabupaten Pesisir Barat. Merupakan transaksi barang yang dilakukan antara pihak agen pupuk dengan pihak petani, kesepakatan terjadi antara pihak petani terhadap tukar menukar beras dalam jual beli barang ini dilakukan secara tunai, tunai akan tetapi kepada pelaksanaanya setelah panen padi petani mengonfirmasikan kepada pihak yang pembeli barang diberikan beberapa alasan untuk membayar upah setelah panen padi. Tinjauan Hukum Ekonomi terhadap jual beli barang tidak sesuai dengan ketentuan hukum islam karena sebagai syariat islam barang dengan, beras setelah panen padi merupakan keuntungan dari barang yang di tukaran atau dengan beras setelah panen padi yang akan ditukarkan. ABSTRACT The exchange of goods in economic transactions remains popular among communities, particularly in the form of bartering with rice after the rice harvest. One such practice occurs in Pekon Sumber Agung, Ngambur District, Pesisir Barat Regency. In practice, this exchange of goods is carried out traditionally, using rice as the medium of exchange. However, there are issues in its implementation, such as differences in rice quality and quantity, which are still conducted arbitrarily without proper weighing or measurement. This lack of clarity in measurement raises concerns about the presence of riba (usury) elements in the transaction. This study aims to analyze the practice of exchanging goods for rice after the harvest in Pekon Sumber Agung and examine this transaction from the perspective of Islamic economic law. This research employs a field research method with a descriptiveanalytical approach. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation conducted at the research site. The purpose of exchanging goods for rice after the rice harvest in Pekon Sumber Agung, Ngambur District, Pesisir Barat Regency and how the legal review of Ismail economics on exchanging goods for rice in Pekon Sumber Agung, Ngambur District, Pesisir Barat Regency. One of the realities of exchanging goods practiced by the community in Pekon Sumber Agung, Ngambur District, Pesisir Barat Regency. The study's findings indicate that the practice of exchanging goods for rice after the harvest in Pekon Sumber Agung is a transaction between fertilizer agents and farmers, agreed upon as a cash transaction. However, in practice, payments are often made after the harvest, with various reasons provided by the farmers. From the perspective of Islamic economic law, this practice does not fully comply with Islamic principles due to the lack of clarity in measurement and the value of the goods being exchanged, potentially leading to an imbalance in the transaction.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 19 Feb 2026 04:10 |
| Last Modified: | 19 Feb 2026 04:10 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/42831 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


