SYIQ Q DAN PENYELESAIANNYA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Penyelesaian Kasus di Desa Kepayang Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung)

ACHMAD, ARDYAXMA (2026) SYIQ Q DAN PENYELESAIANNYA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Penyelesaian Kasus di Desa Kepayang Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of PUSAT 1 2 ACHMAD ARDYAXMA.pdf] PDF
Download (5MB)
[thumbnail of SKRIPSI ACHMAD ARDYAXMA.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

ABSTRAK Syiq q dapat menjadi pemicu adanya konflik dalam rumah tangga bahkan sampai pada perceraian. Syiq q juga terjadi pada masyarakat Kepayang, terdapat beberapa kasus dengan penyelesaian yang berbeda. Ada yang konflik tersebut terus terjadi sampai Suami memilih menikah siri dengan wanita lain akibat permasalahan syiq q yang terjadi dalam rumah tangganya. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu mengenai; 1. Apa saja faktor terjadinya syiq q dalam keluarga masyarakat Kepayang Kecamatan Rajabasa Bandar Lampung? 2. Bagaimana Penyelesaian syiq q dalam masyarakat Kepayang Kecamatan Rajabasa Bandar Lampung? 3. Bagaimana perspektif hukum Islam terhadap penyelesaian syiq q di masyarakat Kepayang Kecamatan Rajabasa Bandar Lampung? Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan jawaban rumusan masalah dalam penelitian ini. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, yang dimaksud dengan penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan studi kasus di lapangan dan mengacu pada norma hukum yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan dan putusan pengadilan serta norma-norma yang hidup dan berkembang di masyarakat serta menggunakan tiga cara dalam mengumpulkan data yakni observasi, wawancara dan dokumentasi dalam meneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab terjadinya syiqāq di Desa Kepayang meliputi faktor ekonomi, perselingkuhan, dan kebiasaan buruk salah satu pihak seperti ego yang tinggi dan sulit berubah. Penyelesaian syiqāq dilakukan melalui mediasi dengan menunjuk dua orang hakam dari pihak keluarga suami dan istri. Para hakam berperan menengahi, melakukan musyawarah, dan membantu menemukan titik damai. Mekanisme ini terbukti efektif pada kasus di mana konflik utama masih dapat diperbaiki, karena hakam berfungsi sebagai jembatan komunikasi serta penentu keberhasilan ishlah (perdamaian) dalam menjaga keutuhan rumah tangga. Dalam perspektif hukum Islam, penyelesaian melalui hakam ini sejalan dengan ajaran syariat sebagaimana yang tertuang dalam AlQur’an Surat An-Nisā’ ayat 35, yang memerintahkan penyelesaian secara damai dan adil. ABSTRACT Syiqāq can be a trigger for domestic conflict and even lead to divorce. Syiqāq also occurs in the Kepayang community, with several cases having different resolutions. In some instances, the conflict persisted to the point where the husband chose to enter into a serial marriage (nikah siri) with another woman due to unresolved syiqāq issues in his household. The research problems in this study are: 1. What are the factors causing syiqāq in the families of the Kepayang community, Rajabasa District, Bandar Lampung? 2. How is the resolution of syiqāq carried out in the Kepayang community, Rajabasa District, Bandar Lampung? 3. What is the Islamic law perspective on the resolution of syiqāq in the Kepayang community, Rajabasa District, Bandar Lampung? The purpose of this study is to find answers to these research problems. This study employs a qualitative research method. Qualitative research in this context refers to field-based case studies that refer to legal norms found in legislation, court decisions, and norms that exist and develop within society. Data collection techniques used in this study include observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that the factors causing syiqāq in Kepayang Village include economic factors, infidelity, and bad habits of one party such as high ego and resistance to change. The resolution of syiqāq is carried out through mediation by appointing two hakam (lawyers) from the husband's and wife's families. The hakam play a role in mediating, conducting deliberations, and helping to find a common ground. This mechanism has proven effective in cases where the main conflict can still be resolved, because the hakam serves as a communication bridge and determines the success of ishlah (peace) in maintaining the integrity of the household. From the perspective of Islamic law, resolution through hakam is in line with the teachings of sharia as stated in the Qur'an, Surah An-Nisa', verse 35, which commands a peaceful and just resolution..

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga)
Divisions: Fakultas Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 22 Jan 2026 07:20
Last Modified: 22 Jan 2026 07:20
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/42387

Actions (login required)

View Item View Item