Sella, Aprilyanti (2026) IMPLEMENTASI LAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK ASSERTIVE TRAINING DALAM MENGATASI PERILAKU SEKSUAL BERISIKO PADA PESERTA DIDIK DI SMA ADIWANGSA BANDAR LAMPUNG. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (8MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (8MB) |
Abstract
ABSTRAK Fenomena perilaku seksual berisiko yang sedang marak terjadi pada peserta didik menjadi permasalahan serius dalam dunia pendidikan, khususnya di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peserta didik yang terindikasi kecenderungan melakukan perilaku seksual berisiko. Perilaku seksual berisiko pada peserta didik, seperti berpacaran dengan intensitas yang berlebihan, melakukan kontak fisik yang tidak sesuai norma, hingga keterlibatan dalam aktivitas seksual pranikah, merupakan permasalahan yang dapat berdampak buruk pada perkembangan pribadi dan hubungan sosial peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan asertif peserta didik dalam menghadapi situasi yang berpotensi memicu perilaku seksual berisiko. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dan informasi menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan pengujian keabsahan data dilakukan menggunakan teknik triangulasi. Responden dalam penelitian ini adalah 5 (lima) peserta didik kelas XI yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu penentuan responden berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian. Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa implementasi layanan konseling kelompok dengan teknik assertive training dalam mengatasi perilaku seksual berisiko pada peserta didik di SMA Adiwangsa Bandar Lampung yang dilakukan oleh Guru Bimbingan dan Konseling, yaitu : 1) Tahapan perencanaan layanan konseling kelompok, meliputi identifikasi permasalahan peserta didik yang terindikasi melakukan perilaku seksual berisiko, dilanjutkan dengan penetapan tujuan untuk perubahan perilaku positif menggunakan teknik assertive training melalui penyusunan rencana pelaksanaan layanan (RPL); 2) Tahapan pelaksanaan layanan konseling kelompok, meliputi tahapan dalam strategi assertive training diantaranya, yaitu tahap diskusi, tahap modeling (pembentukan model), tahap role playing (bermain peran) dan tahap feedback (umpan balik). Berdasarkan strategi tersebut Guru Bimbingan dan Konseling dapat membantu peserta didik dalam mengembangkan perilaku asertif untuk meningkatkan komunikasi interpersonal, serta dapat mengatasi situasi yang memicu perilaku seksual berisiko. Kata Kunci: Konseling Kelompok, Assertive Training, Perilaku Seksual Berisiko. iii ABSTRACT The phenomenon of risky sexual behavior that is currently prevalent among students has become a serious problem in education, especially at the high school level. This study was motivated by the fact that students have been found to have a tendency to engage in risky sexual behavior. Risky sexual behavior among students, such as excessive dating, inappropriate physical contact, and involvement in premarital sexual activities, is a problem that can have a negative impact on students' personal development and social relationships. The purpose of this study is to improve students' assertiveness in dealing with situations that have the potential to trigger risky sexual behavior. The research method used in this study was descriptive qualitative. Data and information collection techniques used observation, interviews, and documentation, with data validity testing conducted using triangulation techniques. Respondents in this study were five eleventh-grade students selected using purposive sampling, which is the determination of respondents based on certain criteria relevant to the research objectives. Based on the results of the research conducted, it shows that the implementation of group counseling services using assertive training techniques in overcoming risky sexual behavior among students at Adiwangsa High School in Bandar Lampung, carried out by Guidance and Counseling Teachers, is as follows: 1) The planning stage of group counseling services, which includes identifying students who are indicated to be engaging in risky sexual behavior, followed by setting goals for positive behavioral change using assertive training techniques through the preparation of a service implementation plan (RPL); 2) The implementation stage of group counseling services, including stages in the assertive training strategy, namely the discussion stage, the modeling stage, the role-playing stage, and the feedback stage. Based on this strategy, guidance and counseling teachers can help students develop assertive behavior to improve interpersonal communication and overcome situations that trigger risky sexual behavior. Keywords: Group Counseling, Assertive Training, Risky Sexual Behavior.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Bimbingan Konseling Islam |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Bimbingan Konseling |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 21 Jan 2026 03:33 |
| Last Modified: | 21 Jan 2026 03:33 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/42345 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


