Bambang, Wahyu Dinata (2026) PELAKSANAAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK MODELING SYMBOLIC UNTUK MEREDUKSI TINGKAT KELELAHAN BELAJAR PADA PESERTA DIDIK DI SMK YPPL BANDAR LAMPUNG. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (7MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (8MB) |
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kelelahan belajar peserta didik serta tahapan konseling kelompok dengan teknik modeling simbolik dalam mereduksi kelelahan belajar di SMK YPPL Bandar Lampung. Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi, ditemukan bahwa peserta didik mengalami berbagai bentuk kelelahan belajar, antara lain kelelahan emosional, fisik, mental, aktivitas, serta hilangnya motivasi. Gejala yang tampak mencakup menurunnya konsentrasi, rasa jenuh, pusing, mudah marah, kurang fokus, serta rendahnya keterlibatan dalam proses pembelajaran. Faktor penyebab kelelahan belajar berasal dari kondisi internal peserta didik, gaya mengajar guru yang monoton, tekanan akademik, kurangnya dukungan sosial, serta lingkungan ruang kelas yang kurang nyaman. Analisis data menunjukkan bahwa ketidakseimbangan antara tuntutan akademik dan kemampuan adaptasi peserta didik berkontribusi signifikan terhadap munculnya kelelahan belajar. Peserta didik mengungkapkan bahwa tugas sekolah yang menumpuk, metode pembelajaran yang kurang interaktif, dan suasana kelas yang tidak kondusif meningkatkan kejenuhan dan stres akademik. Guru BK juga menyatakan bahwa peserta didik cenderung mengalami demoralisasi, rasa putus asa, dan menurunnya semangat belajar. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, guru BK menerapkan konseling kelompok dengan teknik modeling simbolik melalui empat tahap, yaitu pembentukan, peralihan, kegiatan, dan pengakhiran. Dalam sesi konseling, konseli diberikan kesempatan untuk mengungkapkan permasalahan secara terbuka, saling memberikan dukungan, serta mempelajari strategi pengelolaan kelelahan melalui video dan contoh model positif. Proses ini membantu peserta didik meningkatkan kesadaran diri, mengatur waktu belajar, memahami batas energi, serta membangun motivasi internal. Hasil konseling menunjukkan perubahan positif pada lima konseli yang mengalami kelelahan belajar. Peserta didik menjadi lebih memahami kondisi dirinya, mampu mengelola stres, serta menunjukkan peningkatan motivasi belajar. Dengan demikian, teknik modeling simbolik dalam konseling kelompok terbukti efektif sebagai upaya intervensi untuk mereduksi kelelahan belajar dan mendukung kesejahteraan akademik peserta didik. Kata Kunci : Kelelahan Belajar, Konseling Kelompok, Modeling Simbolik iii ABSTRACT This study aims to analyze the forms of students’ learning fatigue and the effectiveness of group counseling using symbolic modeling techniques in reducing learning fatigue at SMK YPPL Bandar Lampung. Based on the results of observations, interviews, and documentation, it was found that students experienced various types of learning fatigue, including emotional, physical, mental, and activity related fatigue, as well as loss of motivation. Observable symptoms included decreased concentration, boredom, dizziness, irritability, lack of focus, and low engagement in the learning process. The contributing factors to learning fatigue originated from students’ internal conditions, teachers’ monotonous teaching styles, academic pressure, lack of social support, and an uncomfortable classroom environment. Data analysis indicates that the imbalance between academic demands and students’ adaptive abilities significantly contributes to the emergence of learning fatigue. Students reported that excessive school assignments, less interactive teaching methods, and an unconducive classroom atmosphere increased boredom and academic stress. The school counselor also stated that students tended to experience demoralization, hopelessness, and decreased learning motivation. To address these issues, the school counselor implemented group counseling using symbolic modeling techniques through four stages: formation, transition, activity, and termination. During the counseling sessions, the counselees were given opportunities to openly express their problems, provide mutual support, and learn fatigue management strategies through videos and positive model examples. This process helped students enhance self-awareness, manage study time, recognize their energy limits, and build internal motivation. The counseling results showed positive changes in five counselees who experienced learning fatigue. Students became more aware of their personal conditions, were able to manage stress, and demonstrated increased learning motivation. Thus, symbolic modeling techniques in group counseling proved effective as an intervention to reduce learning fatigue and support students’ academic well-being. Keywords: Learning Fatigue, Group Counseling, Symbolic Modeling.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Bimbingan Konseling |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Bimbingan Konseling |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 20 Jan 2026 04:17 |
| Last Modified: | 20 Jan 2026 04:17 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/42326 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


