Arga, Prakoso Zein (2026) ETOS KERJA DAN TRADISI LOKAL (Studi Pada Kepala Keluarga Pernikahan Semanda Di Pekon Kegeringan Kecamatan Batu Brak Lampung Barat). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (5MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
ABSTRAK Pernikahan merupakan salah satu institusi sosial yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Dalam masyarakat yang bersifat patrilineal seperti suku lampung, anak lakilaki akan meneruskan garis keturunan agar garis keturunan tersebut tidak hilang atau terputus. Pernikahan Semanda adalah suatu bentuk Pernikahan yang mana seorang laki-laki (suami) masuk ke dalam keluarga perempuan (istri) untuk mempertahankan garis keturunan perempuan. Penelitian ini merumuskan beberapa rumusan masalah yaitu : Pertama, Bagaimana praktik tradisi pernikahan Semanda di Pekon Kegeringan Kecamatan Batu Brak Lampung Barat, Kedua, Bagaiman dampak tradisi pernikahan Semanda terhadap etos kerja di Pekon Kegeringan Kecamatan Batu Brak Lampung Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis praktik tradisi Pernikahan Semanda di Pekon Kegeringan serta menjelasakan dampaknya terhadap Etos Kerja kepala keluarga yang menjalankan sistem Pernikahan Tersebut Metode penelitian pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, yaitu penelitian yang meneliti fenomena yang ada pada lingkungan penelitian. Sedangkan jenis penelitiannya adalah penelitian lapangan (field research), peneliti secara langsung terjun ke lapangan untuk menemukan data penelitian. Data dalam penelitian ini didapatkan dari wawancara, observasi dan dokumentasi, kemudian data yang sudah terkumpul dianalisis dengan reduksi data, display data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan Semanda memiliki fungsi sosial untuk menjaga keberlangsungan garis keturunan, mempertahankan harta pusaka, serta memperkuat solidaritas keluarga. Prosesi pernikahan, kedudukan suami, dan pengelolaan harta memiliki makna sosial yang mendukung keteraturan masyarakat. Dampaknya terhadap etos kerja sangat signifikan, di mana suami terdorong bekerja lebih keras karena tanggung jawab baru dan adanya stigma masyarakat, sedangkan istri memiliki peran ganda yang membentuk nilai kerja sama, kesabaran, dan tanggung jawab tinggi. Secara sosial, tradisi ini memperkuat solidaritas keluarga, mengurangi potensi konflik warisan, dan menjaga stabilitas masyarakat. Pernikahan Semanda di Pekon Kegeringan tidak hanya dipahami sebagai tradisi adat, tetapi juga sebagai mekanisme sosial yang memengaruhi pola kerja dan kehidupan sosial pelakunya. Tradisi ini memperlihatkan bahwa etos kerja bukan hanya lahir dari motivasiiii individu, tetapi juga dari nilai, norma, dan ekspektasi sosial yang hidup dalam masyarakat adat Lampung. ABSTRACT Marriage is a social institution that plays a vital role in community life. In patrilineal societies like the Lampung tribe, sons continue the lineage to ensure it is not lost or interrupted. Semanda marriage is a form of marriage in which a man (husband) joins the woman's (wife's) family to maintain the female lineage. This research formulates several problem statements, namely: First, how is the practice of the Semanda marriage tradition carried out in Pekon Kegeringan, Batu Brak District, West Lampung, Second, how is the impact of the Semanda marriage tradition on work ethic in Pekon Kegeringan, Batu Brak District, West Lampung. The purpose of this study is to identify and analyze the practice of the Semanda marriage tradition in Pekon Kegeringan anda to explain its impact on the work ethic of the heads of families who practice this marital system. The research method used is qualitative research with a phenomenological approach, which examines phenomena within the research environment. The research method used is field research, where the researcher directly went into the field to gather data. Data were obtained through interviews, observation, and documentation. The collected data were then analyzed through data reduction, data display, and data verification. The results show that Semanda marriage has social functions to maintain family lineage, preserve inheritance, and strengthen family solidarity. The marriage process, the husband’s position, and the management of property hold social meanings that support social order. Its impact on work ethic is significant: husbands are encouraged to work harder due to new responsibilities and social stigma, while wives carry dual roles that cultivate cooperation, patience, and a high sense of responsibility. Socially, this tradition reinforces family solidarity, reduces potential inheritance conflicts, and maintains community stability. Semanda marriage in Pekon Kegeringan should not only be understood as a cultural tradition but also as a social mechanism that influences work patterns and social life. This tradition demonstrates that work ethic is shaped not only by individual motivation but also by values, norms, and social expectations within Lampung’s customary society.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Sosiologi Agama |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Sosiologi Agama |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 08 Jan 2026 02:57 |
| Last Modified: | 08 Jan 2026 02:57 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/42146 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


