ALMA, WARDATUL FUADAH (2026) PEMAHAMAN BUDAYA TRISILAS DALAM KEBUDAYAAN SUNDA (STUDI TAFSIR NURUL-BAJAN). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Abstract Studies linking local wisdom with Qur‟anic exegesis remain limited, particularly within Sundanese culture. One relevant concept is the Tri-silas values (silih asih, silih asah, silih asuh). This study examines how these values are understood in Mhd. Romli‟s Tafsir Nurul-Bajan and how Sundanese philosophy aligns with Islamic teachings. Using a qualitative library-research approach and Koentjaraningrat‟s acculturation theory, this research analyzes nine verses from Surah Al-Baqarah to Ali Imran: ihsan for silih asih (Al-Baqarah 2:83, 112, 195), hikmah and yu‟allimu for silih asah (Al-Baqarah 2:129, 151, 269; Ali Imran 3:48, 79), and birrun and yunfiqu for silih asuh (AlBaqarah 2:177, 215). The findings show that Tri-silas aligns with Islamic ethics of compassion, education, and social solidarity. The social-ethical orientation (adab ijtima‟i) of Nurul-Bajan demonstrates how Sundanese cultural values can serve as an effective contextual medium for Qur‟anic da‟wah. The novelty of this research lies in its systematic mapping between Sundanese philosophical values and Qur‟anic ethical concepts, strengthening the discourse on Nusantara Qur‟anic exegesis, which remains understudied. Nurul-Bajan effectively presents an integration of local culture with Qur‟anic messages in a contextual and accessible manner. Keywords: Islamic ethics, Qur‟anic exegesis, Sundanese local wisdom, Tafsir Nurul-Bajan, Tri-silas Abstrak Kajian yang menghubungkan kearifan lokal dengan tafsir Al-Qur‘an masih terbatas, khususnya dalam budaya Sunda. Salah satu kearifan yang relevan adalah Tri-silas (silih asih, silih asah, silih asuh). Penelitian ini mengkaji pemahaman nilai-nilai tersebut dalam Tafsir Nurul-Bajan karya Mhd. Romli serta keselarasan falsafah Sunda dengan ajaran Islam. Dengan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dan teori akulturasi Koentjaraningrat, penelitian ini menganalisis sembilan ayat dari surah Al-Baqarah hingga Ali Imran: ihsan untuk silih asih (Al-Baqarah [2]:83, 112, 195), hikmah dan yu‟allimu untuk silih asah (Al-Baqarah [2]:129, 151, 269; Ali Imran [3]:48, 79), serta birrun dan yunfiqu untuk silih asuh (Al-Baqarah [2]:177, 215). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tri-silas selaras dengan etika Islam berupa kasih sayang, pendidikan, dan solidaritas sosial. Corak adab ijtima‟i dalam Tafsir Nurul-Bajan menegaskan bahwa integrasi budaya Sunda dalam tafsir dapat menjadi media dakwah yang kontekstual dan mudah dipahami. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemetaan sistematis antara falsafah Sunda dan konsep etika Qur‘ani dalam tafsir, sehingga memperkuat wacana tafsir Nusantara yang belum banyak dikaji. Tafsir Nurul-Bajan terbukti menyajikan integrasi budaya dan pesan Al-Qur‘an secara lebih kontekstual. Kata kunci: Etika Islam, Kearifan lokal sunda, Tafsir Al-Qur‘an, Tafsir Nurul-Bajan;Tri-silas.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 07 Jan 2026 06:43 |
| Last Modified: | 07 Jan 2026 06:43 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/42134 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


