KEHIDUPAN SOSIAL DAN RELIGIUSITAS MANUSIA GEROBAK DI KOTA BANDAR LAMPUNG.

ADI, SAPUTRA (2025) KEHIDUPAN SOSIAL DAN RELIGIUSITAS MANUSIA GEROBAK DI KOTA BANDAR LAMPUNG. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of BAB 1 2 DAPUS.pdf] PDF
Download (3MB)
[thumbnail of SKRIPSI FULL ADI.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

ABSTRAK Manusia gerobak merupakan kelompok masyarakat marginal yang hidup di ruang publik dengan kondisi ekonomi yang serba terbatas. Mereka menjadikan gerobak sebagai tempat tinggal sekaligus sarana untuk bertahan hidup di tengah kerasnya kehidupan perkotaan. Kehidupan manusia gerobak di Kota Bandar Lampung mencerminkan fenomena sosial yang kompleks, di mana keterbatasan ekonomi dan tempat tinggal tidak menghalangi mereka untuk membangun kehidupan sosial dan menjaga nilai-nilai religiusitas. Kehidupan sosial dan religiusitas tersebut menjadi fondasi penting dalam mempertahankan keberlangsungan hidup serta membentuk identitas sosial mereka di tengah masyarakat perkotaan. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana kehidupan sosial dan religiusitas manusia gerobak di Kota Bandar Lampung terbentuk, serta bagaimana strategi bertahan hidup yang dilakukan manusia gerobak dalam menghadapi berbagai keterbatasan sosial dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola interaksi sosial, nilai-nilai religius yang dijalankan, serta strategi bertahan hidup yang dikembangkan oleh manusia gerobak di Kota Bandar Lampung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, yang bertujuan menggambarkan secara objektif kehidupan sosial dan religiusitas manusia gerobak berdasarkan pengalaman nyata di lapangan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan fenomenologi dan sosiologis, dengan landasan Teori Interaksionisme Simbolik dari George Herbert Mead yang menekankan bahwa realitas sosial terbentuk melalui proses interaksi simbolik antarindividu. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Observasi dilakukan secara langsung terhadap aktivitas manusia gerobak di berbagai titik Kota Bandar Lampung, wawancara dilakukan dengan informan yang dipilih melalui teknik purposive sampling, yaitu individu yang dianggap memahami secara mendalam kehidupan manusia gerobak, sedangkan dokumentasi dilakukan untuk memperkuat data lapangan melalui foto, catatan lapangan, dan dokumen pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehidupan sosial manusia gerobak terbentuk melalui proses interaksi sosial yang menumbuhkan iv solidaritas, kerja sama, serta jaringan sosial sederhana di antara mereka. Nilai-nilai religius seperti kesabaran, keikhlasan, dan ketaatan menjadi sumber kekuatan batin dan pedoman moral yang memperkuat ketahanan sosial. Strategi bertahan hidup yang dikembangkan manusia gerobak terbagi menjadi tiga bentuk, yaitu strategi aktif, berupa kerja keras dan pencarian peluang ekonomi; strategi pasif, berupa penghematan dan penyesuaian kebutuhan; serta strategi jaringan, berupa pemanfaatan hubungan sosial dengan sesama manusia gerobak maupun masyarakat sekitar. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa kehidupan sosial dan religiusitas manusia gerobak di Kota Bandar Lampung merupakan hasil dari proses adaptasi sosial dan spiritual yang saling berkaitan, di mana nilai-nilai agama menjadi kekuatan penting dalam membentuk solidaritas dan daya juang mereka menghadapi tantangan hidup di perkotaan. Kata Kunci: Kehidupan sosial, religiusitas, manusia gerobak, strategi bertahan hidup v ABSTRACT Cart people are a marginalized group living in public spaces with limited economic conditions. They use carts as both a place to live and a means to survive amidst the harshness of urban life. The life of cart people in Bandar Lampung City reflects a complex social phenomenon, where economic and housing limitations do not prevent them from building a social life and upholding religious values. This social life and religiosity are important foundations in maintaining their survival and shaping their social identity in urban society. The research problem formulation in this study is how the social life and religiosity of cart people in Bandar Lampung City are formed, and what survival strategies they employ in facing various social and economic limitations. This study aims to describe the patterns of social interaction, the religious values they practice, and the survival strategies developed by cart people in Bandar Lampung City. The research method used is a descriptive qualitative method, which aims to objectively describe the social life and religiosity of manusia gerobak based on real experiences in the field. The approach used is a phenomenological and sociological approach, based on George Herbert Mead's Symbolic Interactionism Theory which emphasizes that social reality is formed through the process of symbolic interaction between individuals. Data collection methods include observation, in-depth interviews, and documentation. Observations were conducted directly on manusia gerobak activities in various locations in Bandar Lampung City, interviews were conducted with informants selected through purposive sampling techniques, namely individuals who are considered to have a deep understanding of manusia gerobak life, while documentation was conducted to strengthen field data through photographs, field notes, and other supporting documents. The results of the study indicate that the social life of the manusia gerobak is formed through a process of social interaction that fosters solidarity, cooperation, and simple social networks among them. Religious values such as patience, sincerity, and obedience become sources of inner strength and moral guidelines that strengthen social resilience. The survival strategies developed by manusia gerobak are divided into three forms: active strategies, in the form of hard work and vi seeking economic opportunities; passive strategies, in the form of saving and adjusting to needs; and networking strategies, in the form of utilizing social relationships with fellow manusia gerobak and the surrounding community. Overall, this study shows that the social life and religiosity of manusia gerobak in Bandar Lampung City are the result of interrelated social and spiritual adaptation processes, where religious values are an important force in shaping their solidarity and fighting spirit in facing the challenges of urban life. Keywords: Social life, religiosity, manusia gerobak, survival strategies.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Sosiologi Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Sosiologi Agama
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 23 Dec 2025 02:45
Last Modified: 23 Dec 2025 02:45
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/42044

Actions (login required)

View Item View Item