RISMA, AULIA (2025) TINJAUAN HUKUM ISLAM TENTANG HAK PEMELIHARAAN ANAKTIRI (Studi di Kampung Karang Jaya Kelurahan Karang Maritim Kecamatan Panjang Kota Bandar Lampung). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (3MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
ABSTRAK Suami baru dari pernikahan seorang janda yang sudah memiliki anak hanya memberikan izin kepada istrinya apabila ingin tetap melanjutkan hubungan pernikahan, maka anaknya harus di asuh oleh keluarga dari istrinya. Sedangkan anak tersebut seharusnya masih dalam asuhan ibunya karena baru berusia 3 tahun. Di Kampung Karang Jaya Kelurahan Karang Maritim Kecamatan Panjang Kota Bandar Lampung. Sepasang suami isteri yang telah melakukan perceraian kemudian masing–masing pasangan tersebut menikah lagi, akan tetapi setelah menikah sang isteri yang sudah mempunyai seorang anak dari mantan suami sebelumnya dilarang mengurus atau merawat anak dari suami pertama oleh suami barunya. Adapun masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana praktik pemeliharaan anak tiri di Kampung Karang Jaya Kelurahan Karang Maritim Kecamatan Panjang Kota Bandar Lampung dan bagaimana tinjauan hukum Islam tentang hak pemeliharaan anak tiri di Kampung Karang Jaya Kelurahan Karang Maritim Kecamatan Panjang Kota Bandar Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dan bersifat deskriptif analisis. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari sumber data primer dan skunder. Data primer diperoleh langsung dari responden yang memiliki hubungan dengan permasalahan yang diteliti dan data skunder diperoleh dari sumber kepustakaan berupa buku, jurnal, artikel, dan karya tulis lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya data dianalisis dengan pendekatan berfikir Induktif. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam hukum Islam tidak mengatur secara khusus tentang pemeliharaan terhadap anak tiri. Karena pada dasarnya seorang anak tetap merupakan tanggung jawab orang tua kandungnya untuk pemeliharaan dan penjagaannya. Namun ada pengecualian apa bila anak tiri yang orang tua kandungnya berpisah dengan cerai mati, maka anak tersebut otomatis menjadi anak tiri yatim atau piatu, dan orang tua tiri tersebut memeiliki peran kewajiban untuk memberikan pemeliharaan dan penjagaan terhadap anak tersebut. Untuk penerapan hukum Islam dalam kehidupan bermasyarakat menurut para orang tua tiri yang penulis wawancara mereka menyampaikan di dalam kehidupan masyarakat yang memelihara anak tiri mereka belum sepenuhnya mengetahui bahwa adanya hukum yang mengatur tentang perlindungan anak dan mereka melakukan pemeliharaan untuk memenuhi hak – hak anak sambungnya sesuai dengan nalurinya mereka sebagai orang tua. ABSTRAK The new husband of a widow who already has a child only agrees to continue their marital relationship if the child is raised by the wife’s family. However, the child is only three years old and should still be under the care of their biological mother. In Karang Jaya Village, Karang Maritim Subdistrict, Panjang District, Bandar Lampung City, a divorced couple each remarried, but the wife was prohibited by her new husband from taking care of her child from the previous marriage. This research aims to investigate the practice of stepchild custody in Karang Jaya Village, Karang Maritim Subdistrict, Panjang District, Bandar Lampung City, and to analyze it from the perspective of Islamic law. This is a field research study with a descriptive-analytic approach. The data sources include both primary and secondary data. Primary data were collected directly from respondents related to the issue, while secondary data were obtained from literature such as books, journals, articles, and other relevant written works. Data collection techniques included interviews and documentation, and the data were analyzed using inductive reasoning. The findings show that Islamic law does not specifically regulate the custody of stepchildren. In principle, children remain the responsibility of their biological parents. However, there is an exception if one of the biological parents is deceased, making the child an orphan. In such cases, the stepparent has the obligation to provide care and protection. According to the stepparents interviewed, they were not fully aware of the laws governing child protection but took care of the stepchildren based on their natural parental instincts to fulfill the child’s rights.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 18 Dec 2025 04:28 |
| Last Modified: | 18 Dec 2025 04:28 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/42014 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


