M. SYAHRUL, KURNIAWAN (2025) MODERASI BERAGAMA PERSPEKTIF LUKMAN HAKIM SAIFUDDIN DAN RELEVANSINYA DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (2MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya fenomena intoleransi dan radikalisme di masyarakat, khususnya dalam konteks keagamaan di Indonesia. Sebagai bangsa yang beragam dan multikultural, Indonesia membutuhkan pendekatan keagamaan yang mengutamakan toleransi, keadilan, dan keseimbangan. Salah satu pendekatan tersebut adalah moderasi beragama. Lukman Hakim Saifuddin, seorang tokoh nasional dan mantan Menteri Agama Republik Indonesia, merupakan tokoh sentral yang secara konsisten menyuarakan pentingnya moderasi dalam kehidupan beragama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep moderasi beragama Lukman Hakim Saifuddin dan menganalisis relevansinya terhadap pengembangan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di lembaga pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan, yaitu dengan mempelajari berbagai literatur primer dan sekunder berupa buku, jurnal, dokumen resmi, dan sumber ilmiah lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, menurut Lukman Hakim Saifuddin, moderasi beragama bukanlah upaya memoderasi ajaran agama, melainkan cara mengamalkan ajaran agama secara adil, inklusif, dan berimbang. Nilai-nilai seperti tawassuth (moderasi), i'tidal (keadilan), tasamuh (toleransi), dan syura (musyawarah) merupakan fondasi utama untuk membangun kehidupan beragama yang harmonis. Relevansi konsep ini dalam konteks pendidikan agama Islam terletak pada pentingnya penguatan nilai-nilai toleransi, antikekerasan, dan perdamaian dalam proses pembelajaran, guna membentuk generasi yang berakhlak mulia dan berwawasan kebangsaan yang tangguh. Kajian ini merekomendasikan agar berbagai moda dijadikan dasar pengembangan kurikulum dan metode pembelajaran pendidikan agama Islam, baik di tingkat sekolah maupun perguruan tinggi, sebagai langkah strategis untuk membendung paham radikalisme dan memperkuat karakter bangsa. Kata Kunci: Moderasi Beragama, Lukman Hakim Saifuddin, Pendidikan Agama Islam, Wasathiyah, Toleransi. ii ABSTRACT This research is motivated by the increasing phenomenon of intolerance and radicalism in society, particularly in the religious context in Indonesia. As a diverse and multicultural nation, Indonesia requires a religious approach that prioritizes tolerance, justice, and balance. One such approach is religious moderation. Lukman Hakim Saifuddin, a national figure and former Minister of Religious Affairs of the Republic of Indonesia, is a central figure who consistently advocates the importance of moderation in religious life. This study aims to describe Lukman Hakim Saifuddin's concept of religious moderation and analyze its relevance to the development of Islamic Religious Education (PAI) learning in educational institutions. This study uses a qualitative approach with library research methods, namely by examining various primary and secondary literature in the form of books, journals, official documents, and other scientific sources. The research results show that, according to Lukman Hakim Saifuddin, religious moderation is not an attempt to moderate religious teachings, but rather a way of practicing religious teachings in a fair, inclusive, and balanced manner. Values such as tawassuth (moderation), i'tidal (justice), tasamuh (tolerance), and shura (deliberation) are the main foundations for building a harmonious religious life. The relevance of this concept in the context of Islamic religious education lies in the importance of strengthening the values of tolerance, nonviolence, and peace in the learning process, in order to shape a generation with noble morals and a strong national outlook. This study recommends that various modes be used as the basis for developing Islamic religious education curricula and learning methods, both at school and university levels, as a strategic step to stem radicalism and strengthen the nation's character. Keywords: Religious Moderation, Lukman Hakim Saifuddin, Islamic Religious Education, Wasathiyah, Tolerance.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Pendidikan Agama islam |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 09 Dec 2025 07:42 |
| Last Modified: | 09 Dec 2025 07:42 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/41870 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


