DICKY, ZAHARUDDIN (2025) OPTIMALISASI PENEGAKAN HUKUM OLEH JAKSA PENGACARA NEGARA DALAM PEMBATALAN PERKAWINAN DAN KONTRIBUSINYA BAGI PENGEMBANGAN HUKUM KELUARGA ISLAM DI INDONESIA. Doctoral thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (3MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
ABSTRAK Jaksa Pengacara Negara belum bisa optimal dalam menegakkan hukum terkait pembatalan perkawinan yang menyimpang dan melanggar hukum. Dimana Jaksa belum bisa bertidak langsung dalam hal melakukan pembatalan perkawinan di Pengadilan Agama. Regulasi belum terbentuk yang mengatur tentang kewenangan Jaksa Pengacara Negara untuk melakukan pembatalan perkawinan tersebut. Dalam konteks ini banyak tipu muslihat seperti seorang laki-laki bisa merubah identitas jenis kelamin. Dan dalam hal ini ada juga seorang laki-laki bisa memalsukan asal-usul perkawinannya seperti mereka mengaku duda padahal sudah terikat dengan perkawinan sebelumnya. Dengan demikian belum adanya regulasi yang mengatur tentang kebolehan Jaksa melakukan tindakan langsung dalam hal pembatalan perkawinan berakibat pada adanya tidak tertib hukum di masyarakat. Rumusan penelitian dalam penelitian ini adalah bagaimana peran Jaksa dalam pembatalan perkawinan berdasarkan Undang Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, KHI dan Undang Undang Nomor 11 Tahun 2021 tentang Kejaksaan?, bagaimana optimalisasi penegakan hukum oleh Jaksa dalam pembatalan perkawinan menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan KHI?, dan bagaimana kontribusi bagi pengembangan hukum keluarga di Indonesia?. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis peran Jaksa dalam pembatalan perkawinan berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, KHI dan UU Nomor 11 Tahun 2021 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan RI, untuk menganalisis optimalisasi penegakkan hukum oleh Jaksa dalam pembatalan perkawinan menurut Undang-Undang Optimalisasi Penegakan Hukum oleh Jaksa Pengacara Negara dalam..... ix menganalisis kontribusi bagi pengembangan hukum keluarga di Indonesia Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan atau library research, yaitu dengan menganalisis hasil telaah kepustakaan berupa Undang-undang Perkawinan, Kompilasi Hukum Islam, Undang-Undang Kejaksaan dan Peraturan Kejaksaan RI Nomor 7 tahun 2021, Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber Data dalam penelitian ini, yaitu sumber data sekunder berupa bahan hukum primer yakni perundang-undangan, bahan hukum sekunder yakni buku dan karya ilmiah yang relevan, dan bahan hukum tersier berupa kamus dan ensiklopedi hukum. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi. Kemudian metode analisa data dalam penlitian ini adalah menggunakan metode analisis kualitatif, menggunakan teori maqa>shid syari‘ah dan tujuan hukum Gustav Redbruch. Temuan penelitian bahwa, peran Jaksa dalam pembatalan perkawinan adalah sah berdasarkan hukum dan sudah sesuai dengan teori maqa>shid syari‘ah dan tujuan hukum dalam rangka memberikan keadilan, kepastian, dan kemanfaatan hukum bagi pencari keadilan. Optimalisasi peran Jaksa yang masih terkendala dan tidak sesuai dengan tujuan hukum dan tujuan syari’at yang lebih mengutamakan kemaslahatan dan kemanusiaan. Sebagai solusinya perlu adanya regulasi baru yang mendukung kewenangan Jaksa dalam pengajuan permohonan pembatalan perkawinan secara mandiri. Kata Kunci: Optimalisasi, Jaksa Pengacara Negara, Pembatalan Perkawinan, Hukum Keluarga x Optimalisasi Penegakan Hukum oleh Jaksa Pengacara Negara dalam..... ABSTRACT The State Attorney has not been able to optimally enforce the law regarding the annulment of deviant and unlawful marriages. Where the Prosecutor has not been able to act directly in terms of annulment of marriage in the Religious Court. Regulations have not been formed that regulate the authority of the State Attorney to annul the marriage. In this context, there are many tricks such as a man can change his gender identity. And in this case there is also a man who can fake the origin of his marriage such as they claim to be a widower even though they are already bound by a previous marriage. Thus, the absence of regulations governing the Prosecutor's permission to take direct action in terms of annulment of marriage results in legal disorder in society. The formulation of the research in this study is how is the role of the prosecutor in annulment of marriage based on Law Number 1 of 1974 concerning Marriage, KHI and Law Number 11 of 2021 concerning the Prosecutor's Office?, how is the optimization of law enforcement by the Prosecutor in annulment of marriage according to Law Number 1 of 1974 concerning Marriage and KHI?, and how does it contribute to the development of family law in Indonesia? The purpose of this study is to analyze the role of prosecutors in the annulment of marriage based on Law Number 1 of 1974 concerning Marriage, KHI and Law Number 11 of 2021 concerning amendments to Law Number 16 of 2004 concerning the Indonesian Attorney General's Office, to analyze the optimization of law enforcement by prosecutors in the annulment of marriage according to Law Number 1 of 1974 concerning Marriage and KHI, and to analyze the contribution to the development of family law in Indonesia. Optimalisasi Penegakan Hukum oleh Jaksa Pengacara Negara dalam..... xi This research is a library research, namely by analyzing the results of literature reviews in the form of the Marriage Law, Compilation of Islamic Law, the Attorney General's Law and the Indonesian Attorney General's Regulation Number 7 of 2021. This study uses a qualitative approach. Data sources in this study, namely secondary data sources in the form of primary legal materials, namely legislation, secondary legal materials, namely books and relevant scientific works, and tertiary legal materials in the form of legal dictionaries and encyclopedias. The data collection method in this study uses the documentation method. Then the data analysis method in this study is to use a qualitative analysis method, using the theory of maqa>shid sharia and the legal objectives of Gustav Redbruch. The research findings that, the role of the Prosecutor in the annulment of marriage is legitimate based on the law that is in accordance with the theory of maqa>shid sharia and the purpose of the law, in order to provide justice, certainty and legal benefits for justice seekers. Optimization of the role of the Prosecutor which is still constrained is not in accordance with the purpose of the law and the purpose of sharia which prioritizes the welfare and humanity. As a solution, there needs to be a new regulation that supports the authority of the Prosecutor in submitting an application for annulment of marriage independently. Keywords: Optimization, State Attorney, Marriage Annulment, Family Law xii Optimalisasi Penegakan Hukum oleh Jaksa Pengacara Negara dalam..... ةصلاخ يبطثإث كٍؼت٠ بّ١ف ًخِلأا ٛضٌٕا ٍٝػ ْٛٔبمٌا ك١جطت ِٓ خٌٚؼٌٍ ِْٛبؼٌا ْٛػّؼٌّا ٓىّت٠ ٌُ خ١ٔٛٔبمٌا ـ١غٚ خفـضٌّٕا دبز٠قٌا . ظنف خ١ضل ٟف حـشبجِ فـصتٌا َبؼٌا ٟػؼٌّا غ١طتن٠ لا ج١ص خ١ػـشٌا ُوبضٌّا َبِأ داٚقٌا . ٓ١ػؼٌّا خطٍم ُظٕت ٟتٌا شئاٌٍٛا غضٚ ؼؼث ُت٠ ٌُٚ ٟف خٌٚؼٌٍ ٓ١ِبؼٌا داٚقٌا يبطثإ دب١ٍّػ ؾ١فٕت . ٗت٠ٛ٘ ـ١١غت ٍٝػ ًرـٌا حؿؼل ًخِ ً١ضٌا ِٓ ؼ٠ؼؼٌا نبٕ٘ قب١نٌا اؾ٘ ٟفٚ خ١نٕزٌا . بطجتـِ ْبو ٗٔأ ُغؿ ًِؿأ ٗٔأ ٟػؼ٠ ْأو ،ٗراٚف ًصأ ف٠ق٠ ْأ ًرـٌٍ ٓىّ٠ خٌبضٌا ٖؾ٘ ٟفٚ كثبم داٚقث ًؼفٌبث . ضت ٟتٌا ظثاٛضٌا ةب١غ ْإف ٌٟبتٌبثٚ داءاـرإ ؽبغتا ٍٝػ خِبؼٌا خثب١ٌٕا حؿؼل ُى غّتزٌّا ٟف ٟٔٛٔبل ةاـطضا ٌٝإ ٜػأ داٚقٌا ظنف خٌبص ٟف حـشبجِ . ْٛٔبمٌا ٍٝػ ءبٕث داٚقٌا يبطثإ ٟف َبؼٌا ٟػؼٌّا ؿٚػ ٛ٘ بِ ٟ٘ خماؿؼٌا ٖؾ٘ ٟف جضجٌا خغب١ص ُلؿ 1 خٕنٌ 1791 ٚ داٚقٌا ْأش ٟف KHI ُلؿ ْٛٔبمٌا ٚ 11 خٕنٌ 0201 ْأش ٟف ُلؿ خِبؼٌا خثب١ٌٕا 1 خٕنٌ 1791 ٚ داٚقٌا ْأش ٟف KHI ِٓ فؼٌٙا ؟ب١ن١ٔٚؼٔإ ٟف حـملأا ْٛٔبل ـ٠ٛطت ٟف ُ٘بنت ف١وٚ ،؟ ُلؿ ْٛٔبمٌا ٍٝػ ًءبٕث داٚقٌا ءبغٌإ ٟف ٓ١ِبؼٌا ٓ١ػؼٌّا ؿٚػ ً١ٍضت ٛ٘ جضجٌا اؾ٘ 1 خٕنٌ 1791 ْأشث ُلؿ ْٛٔبمٌاٚ خ١ضصٌا دبٍِٛؼٌّاٚ داٚقٌا 11 خٕنٌ 0201 ث ُلؿ ْٛٔبمٌا دلا٠ؼؼت ْأش 11 خٕنٌ 0221 ٟف ٓ١ِبؼٌا ٓ١ػؼٌّا ًجل ِٓ ْٛٔبمٌا ؽبفٔإ ٓ١نضت ً١ٍضتٌ ،ب١ن١ٔٚؼٔإ خ٠ؿّٛٙزث َبؼٌا ٟػؼٌّا تتىِ ْأشث ُلؿ ْٛٔبمٌٍ ب ًمفٚ داٚقٌا ءبغٌإ 1 َبؼٌ 1791 ً١ٍضتٚ ،خ١مبملأا خ١ضصٌا دبٍِٛؼٌّاٚ داٚقٌا ْأشث ٟف حـملأا ْٛٔبل ـ٠ٛطت ٟف خّ٘بنٌّا ب١ن١ٔٚؼٔإ ًىش ٟف دب١ثػلأا خؼراـِ ذئبتٔ ً١ٍضت يلاع ِٓ هٌؽٚ ،ٟجتىِ جضث ٓػ حؿبجػ جضجٌا اؾ٘ خ٠ؿّٛٙزٌ َبؼٌا ٟػؼٌّا خضئلاٚ َبؼٌا ٟػؼٌّا ْٛٔبلٚ ،خ١ِلاملإا خؼ٠ـشٌا غ١ّزتٚ ،داٚقٌا ْٛٔبل ُلؿ ب١ن١ٔٚؼٔإ 9 َبؼٌ 0201 . بً١ػٛٔ بًزِٕٙ جضجٌا اؾ٘ َؼغتن٠ . ٟف دبٔب١جٌا ؿػبصِ ٟ٘ جضجٌا اؾ٘ تتىٌا ٟ٘ٚ خ٠ٛٔبح خ١ٔٛٔبل ػاِٛٚ ،دبؼ٠ـشتٌا ٟ٘ٚ خ١ٌٚأ خ١ٔٛٔبل ػاِٛ ًىش ٟف خ٠ٛٔبح دبٔب١ث ؿػبصِ دبػٛمِٛٚ خ١ٔٛٔبل ل١ِاٛل ًىش ٟف خخٌبح خ١ٔٛٔبل ػاِٛٚ ،خٍصٌا داؽ خ١ٍّؼٌا دبفٕصٌّاٚ . غّر خم٠ـط ك١حٛتٌا خم٠ـط َؼغتنت جضجٌا اؾ٘ ٟف دبٔب١جٌا . ةٍٛمأ ْإف ُح ِٓٚ ٛ٘ جضجٌا اؾ٘ ٟف دبٔب١جٌا ً١ٍضت فبتمٛغٌ خ١ٔٛٔبمٌا ؼصبمٌّاٚ خؼ٠ـشٌا ؼصبمِ خ٠ـظٔ َاؼغتمبث هٌؽٚ ،ٟػٌٕٛا ً١ٍضتٌا ةٍٛمأ َاؼغتما طٚـثؼ٠ؿ . ْٛٔبمٌا كفٚ ٟٔٛٔبل ؿٚػ ٛ٘ داٚقٌا يبطثإ ٟف َبؼٌا ٟػؼٌّا ؿٚػ ْأ ٌٝإ جضجٌا ًصٛتٚ ٔبمٌا ؼصبمِٚ خ١ػـشٌا ؼصبمٌّا خ٠ـظٔ غِ كفاٛتٌّا خؼفٌّٕاٚ ٟٔٛٔبمٌا ٓ١م١ٌاٚ خٌاؼؼٌا ـ١فٛتٌ هٌؽٚ ،ْٛ خٌاؼؼٌا ٟجٌبطٌ . . ؼصبمِٚ ْٛٔبمٌا ؼصبمِ غِ كفت٠ لا ،بلٛؼِ ياف بِ ٞؾٌاٚ ،َبؼٌا ٟػؼٌّا ؿٚػ ٓ١نضت ْإ خ١ٔبنٔلإاٚ خضٍصٌّا َؼمت ٟتٌا خؼ٠ـشٌا . خِبؼٌا خثب١ٌٕا خطٍم ُػؼت حؼ٠ؼر شئاٌٛ ٌٝإ خربص نبٕ٘ ،ًضوٚ دبجٍط ُ٠ؼمت ٟف ًمتنِ ًىشث داٚقٌا ظنف . ةيحاتفملا تاملكلا : حـم
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Subjects: | Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Divisions: | Pasca Magister > S3 Program Studi Hukum Keluarga |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 01 Dec 2025 07:19 |
| Last Modified: | 01 Dec 2025 07:19 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/41779 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


