ANALISIS KONSEP KEBAHAGIAAN PEMIKIRAN AL-FARABI DAN IMPLIKASINYA DALAM KEHIDUPAN KONTEMPORER

Rifa’i, Ali Abdillah (2025) ANALISIS KONSEP KEBAHAGIAAN PEMIKIRAN AL-FARABI DAN IMPLIKASINYA DALAM KEHIDUPAN KONTEMPORER. Masters thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of Tesis 2.pdf] PDF
Download (4MB)
[thumbnail of Tesis Rifa’i.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

ABSTRAK Kebahagiaan sering kali dipahami dalam dimensi yang lebih pragmatis dan materialistik. Modernisasi yang sekarang menjadi bagian dari kehidupan manusia cenderung memiliki landasan orientasi materialistik sebagai nilai normatif tata masyarakat modern. Hal ini pada akhirnya mendorong manusia pada sikap dan perilaku konsumtif untuk memenuhi segala kebutuhan diri mereka. Namun, meskipun pencapaian-pencapaian ini sering dianggap sebagai tanda kebahagiaan, banyak individu yang merasa kosong atau tidak puas setelah mencapainya. Fenomena ini menunjukkan adanya ketimpangan antara pemahaman kebahagiaan yang lebih luas dan konsep kebahagiaan yang lebih sempit yang banyak dianut dalam kehidupan kontemporer. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif, dengan metode pengumnpulan data dokumentasi serta analisis isi sebagai metode Analisa data. Berfokus pada konsep kebahagiaan pemikiran Al-Farabi dan implikasinya dalam kehidupan kontemporer yang bertujuan menelusuri dan menganalisis mengenai konsep kebahagiaan dalam pemikiran Al-Farabi dan implikasi konsep kebahagiaan dalam pemikiran Al-Farabi pada kehidupan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep kebahagiaan dalam pemikiran Al-Farabi merupakan tujuan tertinggi dalam hidup manusia. Kebahagiaan bukan sekadar kenikmatan sesaat atau keberhasilan duniawi, melainkan suatu keadaan sempurna dari jiwa yang mencapai kesempurnaan intelektual dan spiritual. Al-Farabi menyatakan bahwa kebahagiaan adalah kebaikan yang diinginkan untuk kebaikan itu sendiri, artinya bahwa kebahagiaan memiliki nilai intrinsic artinya, ia diinginkan bukan karena membawa hasil lain, tetapi karena kebahagiaan itu sendiri sudah merupakan tujuan final kehidupan manusia. Dan Implikasi konsep kebahagiaan dalam pemikiran Al-Farabi pada kehidupan kontemporer terletak pada relevansinya dalam membentuk masyarakat yang harmonis, berkeadaban, dan berorientasi pada kesempurnaan moral serta intelektual. Bagi Al-Farabi, kebahagiaan sejati bukan hanya terpenuhinya kebutuhan materi, tetapi juga tercapainya kesempurnaan akal dan jiwa melalui pengetahuan, etika, dan kehidupan sosial yang adil. Dalam konteks kontempoere, pandangan ini menuntun pada pentingnya integrasi antara kemajuan teknologi dan ekonomi dengan pembinaan moral, penguatan pendidikan, serta penciptaan tatanan sosial yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan. Dengan demikian, konsep kebahagiaan Al-Farabi dapat menjadi landasan filosofis untuk menjawab tantangan globalisasi, krisis moral, dan disorientasi nilai yang sering terjadi pada masyarakat kontemporer. Kata Kunci : Kebahagiaan, Alfarabi dan Kontemporer iii ABSTRAK Happiness is often understood in a more pragmatic and materialistic dimension. Modernization, now a part of human life, tends to be based on a materialistic orientation as the normative value of modern society. This ultimately drives people towards consumerist attitudes and behaviors to fulfill all their needs. However, although these achievements are often considered signs of happiness, many individuals feel empty or dissatisfied after achieving them. This phenomenon demonstrates the imbalance between the broader understanding of happiness and the narrower concept of happiness widely adopted in contemporary life. This study uses a descriptive qualitative approach, using documentation as a data collection method and content analysis as the data analysis method. Focusing on Al-Farabi's concept of happiness and its implications for contemporary life, it aims to explore and analyze the concept of happiness in Al-Farabi's thought and the implications of this concept for contemporary life. The research results show that the concept of happiness in Al-Farabi's thought is the highest goal of human life. Happiness is not merely momentary pleasure or worldly success, but rather a perfect state of the soul that achieves intellectual and spiritual perfection. Al-Farabi stated that happiness is a good desired for its own sake, meaning that happiness has intrinsic value—that is, it is desired not because it brings other benefits, but because happiness itself is the ultimate goal of human life. The implications of Al-Farabi's concept of happiness in contemporary life lie in its relevance in shaping a harmonious, civilized society oriented toward moral and intellectual perfection. For Al-Farabi, true happiness is not merely the fulfillment of material needs, but also the achievement of perfection of the mind and soul through knowledge, ethics, and a just social life. In the contemporary context, this view leads to the importance of integrating technological and economic progress with moral development, strengthening education, and creating a social order based on human values. Thus, Al-Farabi's concept of happiness can serve as a philosophical foundation for addressing the challenges of globalization, moral crises, and value disorientation that frequently occur in contemporary society. Keywords: Happiness, Arabic and Contemporary iv حصلاخ جا٤ؼ ٖٓ أصعر٣ لا ا ًءصظ ػثصأ ١رُا ،س٣دؽرُاك .سصًأ ٍّ ١دآٝ ٍّ ٢ِٔػ ٍ دؼُت ٢ك جداؼعُا ْٜلُذ آ اًثُاؿ َ٤ٔ٣ ،ٕاعٗلإا ضاُ٘ا غكد٣ ارٛٝ .س٣دؽُا غٔرعُِٔ ٍ ح٣زا٤ؼٓ ٍ حٔ٤وً ٍّ ١دآ ٍ ٚظٞذ ٠ِػ دأرػلاا ٠ُئ ٙرٛ ٕأ ْؿزٝ ،يُذ غٓٝ .ْٜذاظا٤رؼا غ٤ٔظ ح٤ثِرُ ٍ ح٤ًلاٜرظا ٍ خا٤ًِٞظ ٠ُئ فاطُٔا ح٣اٜٗ ٢ك اضسُا ّدػ ٝأ ؽاسلُات ٕٝسؼش٣ ٖ٣س٤صٌُا ٕأ لائ ،جداؼعُا خآلاػ ٖٓ سثرؼُذ آ اًثُاؿ خاشاعٗلإا دؼت ن٤ضلأا ّٜٞلُٔاٝ جداؼعُِ غظٝلأا ّٜٞلُٔا ٖ٤ت ٕشاٞرُا ٍلارخا جسٛاظُا ٙرٛ سٜظُذٝ .اٜو٤وؽذ جسصاؼُٔا جا٤ؽُا ٢ك ٍ غظاٝ ٍ ماطٗ ٠ِػ غثّر ُُٔا ٢و٤شٞرُا خاٗا٤ثُا غٔظ ٢تِٞظأ دأرػا غٓ ،٢ػُٞ٘ا ٢لصُٞا طُٜ٘ٔا ٠ِػ حظازدُا ٙرٛ دٔرؼذ اؼعُا ّٜٞلٓ ٠ِػ ص٤ًسرُا غٓ .ٕٞٔضُٔا َ٤ِؽذٝ جا٤ؽُا ٢ك ٚذاظاٌؼٗاٝ ٢تازالُا سٌك ٢ك جد ٢تازالُا سٌك ٢ك جداؼعُا ّٜٞلٓ َ٤ِؽذٝ فاشٌرظا ٠ُئ حظازدُا ٙرٛ فدٜذ ،جسصاؼُٔا جسصاؼُٔا جا٤ؽُا ٢ك ٚذاظاٌؼٗاٝ. جا٤ؽُا ٢ك ٠ٔظلأا ح٣اـُا ٞٛ ٢تازالُا سٌك ٢ك جداؼعُا ّٜٞلٓ ٕأ ٠ُئ حظازدُا طئارٗ س٤شذ دع٤ُ جداؼعُاك .ح٣سشثُا ٍأٌُا نوؽُذ حِٓاً ح٤علٗ حُاؼ ٢ٛ َت ،١ٞ٤ٗد غاعٗ ٝأ ح٤ٗآ جرُ دسعٓ حٔ٤ه جداؼعُِ ٕأ ١أ ،ٚذارُ بٞؿسٓ ٌ س٤خ جداؼعُا ٕأت ٢تازالُا غّسص دهٝ .٢ؼٝسُاٝ ١سٌلُا ح٤ئاُٜ٘ا ح٣اـُا ٢ٛ اٜعلٗ جداؼعُا ٕلأ َت ،ٟسخأ طئارٗ نوؽُذ اٜٗلأ لا حتٞؿسٓ اٜٗأ ١أ ،ح٤ذاذ ٌذٝ .ح٣سشثُا جا٤ؽُِ ٢ك جسصاؼُٔا جا٤ؽُا ٠ِػ ٢تازالُا سٌك ٢ك جداؼعُا ّٜٞلٓ خاظاٌؼٗا ٖٔ ٕأ ٢تازالُا ٟس٣ .١سٌلُاٝ ٢هلاخلأا ٍأٌُا ٞؽٗ ٠ؼع٣ ،سضؽرٓٝ ْؿا٘رٓ غٔرعٓ ءا٘ت ٢ك ٚر٤ٔٛأ ٍأً ن٤وؽذ ا ًض٣أ َٔشذ َت ،ةعؽك ح٣دأُا خاظاؽُا عاثشئ ٠ِػ سصروذ لا ح٤و٤وؽُا جداؼعُا ا ٍلاخ ٖٓ غٝسُاٝ َوؼُا ،سصاؼُٔا ما٤عُا ٢كٝ .حُداؼُا ح٤ػأرظلاا جا٤ؽُاٝ ملاخلأاٝ حكسؼُٔ ص٣صؼذٝ ،٢هلاخلأا زٞطرُا غٓ ١داصرهلااٝ ٢ظٌُٞٞ٘رُا ّدورُا طٓد ح٤ٔٛأ ح٣ؤسُا ٙرٛ شسثُذ ٢تازالُا د٘ػ جداؼعُا ّٜٞلٓ ٕاك ارٌٛٝ .ح٤ٗاعٗلإا ْ٤وُا ٠ِػ ْئاه ٢ػأرظا ّاظٗ ءا٘تٝ ،ْ٤ِؼرُا ً اظاظأ ٌَش٣ ٕأ ٌٖٔ٣ ٢رُا ْ٤وُا ٍلارخاٝ ،ح٤هلاخلأا خآشلأاٝ ،حُٔٞؼُا خا٣دؽذ حعُاؼُٔ ً ا٤لعِك سصاؼُٔا غٔرعُٔا ٢ك ٕا٤ؼلأا ٖٓ س٤صً ٢ك زدؽذ جسصاؼُٔاٝ ح٤تسؼُا ،جداؼعُا :ح٤ؼارلُٔا خأٌُِا

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Filsafat Agama
Divisions: Pasca Sarjana > S2 Filsafat Agama
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 18 Nov 2025 05:29
Last Modified: 18 Nov 2025 05:29
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/41636

Actions (login required)

View Item View Item