Aklis, Sajidin (2025) PENGARUH LUAS LAHAN PERTANIAN, JUMLAH TENAGA KERJA, DAN PRODUK DOMESTIC REGIONAL BRUTO TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2017-2021 DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (4MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
ABSTRAK Indonesia merupakan negara agraris yang memberikan konsekuensi pada perlunya perhatian pemerintah pada sektor pertanian yang kuat dan tangguh, oleh karena itu salah satu saktor yang mendukung pertumb uhan ekonomi adalah sektor pertanian. Indonesia adalah negara pertanian yang artinya pertanian memegang peranan penting dari keseluruhan perekonomian nasional. Hal ini dapat ditunjukan dari banyaknya penduduk dan tenaga kerja pada sektor pertanian. Sektor pertanian memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian Provinsi Lampung. Di Provinsi Lampung dilihat dari peranan sektor pertanian terdapat 15 Kabupaten/Kota yang ada, dan Kabupaten Lampung Tengah merupakan Kabupaten yang berkontribusi tinggi terhadap sektor pertanian Provinsi Lampung. Namun dengan demikian permasalahan yang dihadapi di Provinsi Lampung sangat besar yang mana sumber daya pertanian yang terdiri dari lahan, tenaga kerja, dan termasuk unsur yang terkandung didalamnya merupakan sumber daya utama untuk keberlangsungan hidup manusia. Provinsi Lampung masih sangat bergantung pada sektor primer, lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan serta lapangan usaha pertambangan yang menyumbang lebih dari 50% penciptaan nilai tambah dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2017- 2021) yang berakibat perekonomian Provinsi Lampung selama kurun waktu (2017-2021) menunjukan laju pertumbuhan ekonomi yang fluktuatif.. Dari data yang didapat, menunjukan bahwasanya luas lahan pertanian, jumlah tenaga kerja dan produk domestic regional bruto mengalami naik dan turun (fluktuatif). Serta tidak diikuti dengan laju pertumbuhan ekonomi yang selalu tidak mengalami kenaikan yang terkadang mengalami penurunan (fluktuatif). Hal ini biasa disebut dengan masalah gap. Dimana teori dan kenyataan berbeda. Adanya kesenjangan (gap) antara apa yang seharusnya terjadi dan apa yang bener-benar terjadi, atau ada kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah luas lahan pertania, jumlah tenaga kerja, dan produk domestic regional bruto berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung baik itu secara parsial maupun secara simultan dalam perspektif ekonomi islam.Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistika Provinsi Lampung (BPS) pada tahun 2017-2021 dengan analisis regresi data panel, uji asumsi klasik. Dimana analisis regresi data penel terdiri dari uji lagrange multiplier, uji chow, dan uji hausman. Kemudian untuk uji asumsi klasilk terdiri dari uji normalitas, uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas, uji autokorelasi dengan menggunakan eviews 13 sebagai alat penganalisisan data. Berdasarkan hasilnya menunjukan bahwasannya secara simultan luas lahan pertanian, jumlah tenaga kerja sektor pertanian, dan PDRB sektor pertanian berpengaruh signifikan secara bersamasama terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung selama periode 2017–2021. Ketiga faktor tersebut menunjukkan bahwa sektor pertanian memiliki peran penting dalam membentuk dinamika pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung. Meskipun secara parsial PDRB pertanian tidak signifikan, namun secara simultan kehadirannya tetap memperkuat model sebagai bagian dari sistem produksi sektor primer. Saling keterkaitan antara luas lahan (sebagai faktor produksi tetap), tenaga kerja (faktor variabel), dan output (PDRB) menciptakan interaksi produktif yang mendorong pertumbuhan ekonomi secara makro. Menurut perspektif ekonomi Islam, ketiga faktor tersebut memiliki nilai strategis dan pengaruh penting terhadap pertumbuhan ekonomi. Luas lahan pertanian yang signifikan mencerminkan perintah untuk memakmurkan bumi, tenaga kerja yang produktif merupakan nilai ibadah, dan PDRB harus mencerminkan keadilan distribusi. Ketidakefisienan dan ketimpangan dalam sektor pertanian menunjukkan perlunya implementasi prinsip syariah seperti zakat pertanian, pengolahan lahan wakaf, dan penguatan agroindustri halal untuk mewujudkan pertumbuhan yang berkeadilan dan berkah.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Ekonomi Islam |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Ekonomi Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 18 Nov 2025 03:49 |
| Last Modified: | 18 Nov 2025 03:49 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/41619 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


