ANALISIS KONSEP IKHLAS MENURUT BUYA HAMKA DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN ISLAM DI ERA 5.0

ZAHRANI, AMRINA (2025) ANALISIS KONSEP IKHLAS MENURUT BUYA HAMKA DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN ISLAM DI ERA 5.0. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of PUSAT 1 2 ZAHRANI.pdf] PDF
Download (4MB)
[thumbnail of SKRIPSI ZAHRANI AMRINA.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK Di era sekarang, masih banyak ditemukan manusia yang lebih cenderung untuk memandang bahwa hidup ini tidak ada yang gratis, selalu ada cost (harga) yang harus dibayar, hal ini menjadikan dominasi mereka untuk selalu memperhitungkan untung rugi dalam segala aspek kehidupannya. Berdasarkan masalah tersebut penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep ikhlas menurut Buya Hamka serta menganalisis relevansinya dengan pendidikan Islam di era Society 5.0. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data primer dan sekunder diperoleh melalui penelitian kepustakaan dengan alat pengumpul data berupa metode dokumentasi. Setelah data terkumpul, selanjutnya dilakukan analisis. Adapun teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analis isi (content analysis) yaitu penelitian yang dilakukan terhadap informasi yang didokumentasikan dalam rekaman baik dalam gambar, suara maupun tulisan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Konsep ikhlas menurut Buya Hamka artinya bersih, tidak ada campuran apapun dan bisa diibaratkan dengan emas, emas tulen, tidak ada campuran perak berapa persen pun. Tempat ikhlas dan isyrak ialah hati, jika seseorang ingin melakukan sesuatu, maka mulai melangkah sudah dapat ditentukan kemana tujuan dan apa dasarnya. Ucapan dan tindakan harus selaras dengan niat dalam hati. Relevansi ikhlas menurut Buya Hamka dalam pendidikan Islam di era 5.0 adalah: Ikhlas pada aspek tujuan pendidikan, ikhlas menjadi fondasi utama dalam pendidikan Islam untuk membentuk insan kamil yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki orientasi spiritual yang kuat di tengah tantangan era society 5.0. Ikhlas pada Aspek peserta didik, ikhlas sebagaimana digambarkan Buya Hamka adalah bebas dari segala campuran niat lain selain karena Allah. Ini sangat relevan bagi peserta didik masa kini, agar mereka tidak hanya menjadi generasi yang cerdas secara teknologi, tetapi juga memiliki integritas, tanggung jawab, dan kesadaran spiritual. Ikhlas pada Aspek pendidik, keikhlasan dalam profesi kependidikan, merupakan pondasi utama yang menjadikan tugas mendidik bukan semata pekerjaan duniawi, melainkan bentuk ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT yang menghadirkan nilai spiritual dalam setiap proses pendidikan. Kata kunci : Ikhlas, Buya Hamka, Pendidikan Islam ii ABSTRACT In today's era, many people still tend to view life as free and that there is always a cost to be paid. This makes them dominant in always calculating the pros and cons in all aspects of their lives. Based on this problem, this study aims to analyze the concept of sincerity according to Buya Hamka and analyze its relevance to Islamic education in the era of Society 5.0. This research employed a qualitative method with a library research approach. Primary and secondary data were obtained through library research using documentation as a data collection tool. After the data was collected, analysis was conducted. The analytical technique used in this study was content analysis, which is a study of information documented in recordings, whether in images, audio, or written form. The results of this study show that the concept of ikhlas (sincerity) in Buya Hamka's book Tasawuf Modern means purity—free from any mixture—and is likened to pure gold, without even a slight percentage of silver mixed in. The place of ikhlas and isyrak (insincerity) is the heart. If someone intends to do something, then from the first step it can already be determined what the goal is and upon what basis it stands. Words and actions must align with the intentions within the heart. The relevance of ikhlas according to Buya Hamka in Islamic education in the era of Society 5.0 includes: Ikhlas in the aspect of educational goals: Ikhlas serves as the foundational value in Islamic education to shape the insan kamil (a complete human being) who excels not only intellectually, but also possesses a strong spiritual orientation amidst the challenges of the Society 5.0 era. Ikhlas in the aspect of learners: As described by Buya Hamka, ikhlas is free from any motives other than for the sake of Allah. This is highly relevant for today’s learners so that they do not become merely technologically smart individuals, but also ones with integrity, responsibility, and spiritual awareness. Ikhlas in the aspect of educators: Sincerity in the teaching profession is a core foundation that turns the act of teaching into not just a worldly task, but an act of worship and obedience to Allah SWT, bringing spiritual value to every educational process. Keywords: Sincerity, Buya Hamka, Islamic Education

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Pendidikan Agama islam
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 06 Nov 2025 07:16
Last Modified: 06 Nov 2025 07:16
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/41434

Actions (login required)

View Item View Item