SINTIA, FRISCALIA (2025) LAYANAN KONSELING INDIVIDU DENGAN TEKNIK EMPTY CHAIR MENUMBUHKAN SELF EFFICACY DISABILITAS DI UPTD PELAYANAN DAN REHABILITAS SOSIAL PENYANDANG DISABILITAS DINAS SOSIAL PROVINSI LAMPUNG. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (5MB) |
Abstract
ABSTRAK Penyandang disabilitas seringkali menghadapi berbagai tantangan dalam berinteraksi dengan lingkungan sosialnya, termasuk rasa rendah diri dan stigma negatif yang dapat menghambat proses rehabilitasi dan pembentukan self-efficacy . Di UPTD Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Dinas Sosial Provinsi Lampung, terdapat kebutuhan untuk memberikan layanan yang dapat menumbuhkan kepercayaan diri dan kemandirian bagi penyandang disabilitas. Salah satu pendekatan yang diterapkan adalah layanan konseling individu dengan teknik Empty Chair, yang bertujuan untuk meningkatkan self-efficacy penyandang disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana teknik Empty Chair dapat membantu penyandang disabilitas dalam membangun keyakinan diri dan kemampuan mereka untuk mengatasi tantangan kehidupan. Rumusan masalah. Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana pelaksanaan Layanan Konseling Individu Dengan Teknik Empty Chair Menumbuhkan Self Efficacy Disabilitas Di UPTD Pelayanan Dan Rehabilitas Sosial Penyandang Disabilitas Dinas Provinsi Lampung. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data primer dengan teknik purposive sampling yang berjumlah 5 orang, terdiri dari 4 klien dan 1 orang konselor. Sedangkan sumber data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari buku, dokumen, internet dan jurnal. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitin ini adalah model analisis data yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan pengambilan keputusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Layanan Konseling Individu dengan Teknik Empty Chair di UPTD Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Dinas Sosial Provinsi Lampung memiliki yang pertama pendekatan dan Pembangunan hubungan yang bertujuan membangun kepercayaan antara konselor dan klien, menciptakan suasana aman agar klien merasa nyaman. Yang kedua penentuan masalah yaitub konselor mulai mengidentifikasi isu utama yang di hadapi klien, seperti emosi negative, kecenderungan self efficacy, atau trauma masa lalu, yang ketiga penentuan tujuan konseling yaitu konselor dan klien bersama-sama menyusunn tujuan yang ingin dicapai seperti belajar mengungkapkan emosi tanpa melukai diri sendiri dan membangun kepercayaan diri. Kata Kunci : Layanan Konseling Individu, Teknik Empty Chair, Self Efficacy, Penyandang Disabilitas.ABSTRACT People with disabilities often face various challenges in interacting with their social environment, including feelings of low self-esteem and negative stigma, which can hinder the rehabilitation process and the development of self-efficacy . At the UPTD Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Dinas Sosial Provinsi Lampung, there is a need for services that can foster self-confidence and independence for individuals with disabilities. One approach implemented is individual counseling services using the Empty Chair technique, which aims to enhance the self-efficacy of individuals with disabilities. This study aims to analyze how the Empty Chair technique can assist individuals with disabilities in building self-belief and their ability to overcome life challenges. The research question in this study is: How is the implementation of individual counseling services with the Empty Chair technique in fostering self-efficacy for individuals with disabilities at the UPTD Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Dinas Sosial Provinsi Lampung. This research is a field study (field research) with a qualitative descriptive approach. The primary data sources were obtained through purposive sampling, consisting of 5 individuals:4 Kliens and 1 counselor. Secondary data sources in this study were collected from books, documents, the internet, and journals. The data collection techniques used in this study include observation, interviews, and documentation. The data analysis technique applied in this research follows a model that includes data reduction, data presentation, and decision- making The research results indicate that the implementation of Individual Counseling Services with the Empty Chair Technique at the UPTD Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Dinas Sosial Provinsi Lampung has The first is the approach and relationship building which aims to build trust between the counselor and the client, creating a safe atmosphere so that the client feels comfortable. The second is determining the problem, namely the counselor begins to identify the main issues faced by the client, such as negative emotions, self-efficacy tendencies, or past trauma, the third is determining the counseling goal, namely the counselor and client together set goals to be achieved, such as learning to express emotions without hurting yourself and building self confidence. Keywords: Individual Counseling Services, Empty Chair Technique, Self efficacy , Individuals with Disabilities.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Bimbingan Konseling Islam |
| Divisions: | Psikologi Islam > Bimbingan Konseling Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 29 Oct 2025 08:03 |
| Last Modified: | 30 Oct 2025 02:41 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/41272 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


