DEWI, RATNASARI (2025) IMPLEMENTASI LAYANAN KONSELING INDIVIDU DENGAN TEKNIK PUNISHMENT DALAM MENGATASI PERILAKU MEMBOLOS DI SMP AMAL BHAKTI JATIMULYO LAMPUNG SELATAN. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (6MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (6MB) |
Abstract
ABSTRAK Perilaku membolos diartikan sebagai kehadiran peserta didik yang tidak teratur yang mana merupakan suatu problema atau masalah yang besar disekolah pada masa kini, sehingga ketidakhadiran siswa ini kemungkinan dapat disebabkan oleh faktor-faktor luar atau dalam diri peserta didik itu sendiri. Membolos adalah pergi meninggalkan sekolah tanpa alasan yang tepat pada jam pelajaran dan tidak ijin terlebih dahulu kepada pihak sekolah. Beberapa peserta didik yang berperilaku membolos di SMP Amal Bhakti seperti tidak masuk sekolah tanpa izin, keluar kelas pada saat jam pelajaran, tidak kembali lagi setelah jam istirahat, berhari hari tidak mengikuti proses pembelajaran, dan berpura-pura sakit. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui implementasi layanan konseling individu dengan teknik punishment pada peserta didik di SMP Amal Bhakti Jatimulyo Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan jenis penelitian deskripstif naratif, yaitu penelitian yang dilakukan untuk mendiskripsikan suatu objek, keadaan atau fenomena-fenomena apa adanya. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah guru bimbingan dan konseling dan peserta didik kelas VIII yang berinisial RKS, IAP, WOP, RHA, dan AO. Analisis data pada penelitian ini menggunakan software QSR Nvivo 15, penggunaan software ini dapat membantu peneliti dalam mengatur berbagai data yang tidak terstruktur dan sangat bervariasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi layanan konseling individu dengan teknik punishment dapat membantu peserta didik dalam mengatasi perilaku membolos yang dilakukannya. Layanan konseling individu yang diberikan oleh guru bimbingan dan konseling dilakukan melalui tahapan konseling yiatu : tahap awal (pembentukan hubungan konseling), yang diawali dengan proses attending, di mana guru BK menunjukkan perhatian penuh, empati, dan penerimaan terhadap peserta didik serta membantu dalam mendefinisikan permasalahan yang dihadapi, tahap pertengahan, di mana guru BK mengeksplorasi, menggali, dan membantu peserta didik memahami secara mendalam penyebab dan dampak dari perilaku membolos, dan tahap penutup, yang mencakup evaluasi proses konseling, penyimpulan hasil pembahasan, serta pemberian penguatan kepada peserta didik. Ketiga tahap ini dilaksanakan secara sistematis untuk membimbing peserta didik dalam mencapai kesadaran diri dan perubahan perilaku. Kata Kunci : Layanan Konseling Individu, Teknik Punishment, Perilaku Membolos ii ABSTRACT Truancy behavior is defined as the irregular attendance of students, which has become a major issue in schools today. This absenteeism may be caused by external factors or factors within the students themselves. Truancy refers to leaving school without a valid reason during lesson hours and without prior permission from school authorities. Some students at SMP Amal Bhakti exhibit truant behavior such as being absent without notice, leaving the classroom during lessons, not returning after break time, skipping classes for several days, and pretending to be sick. The aim of this research is to examine the implementation of individual counseling services using punishment techniques on students at SMP Amal Bhakti Jatimulyo, South Lampung. This study uses a qualitative method with a descriptive narrative research type, which is conducted to describe an object, situation, or phenomena as it is. Data collection techniques in this study include interviews, observations, and documentation. The subjects of the research are guidance and counseling teachers and eighth-grade students with the initials RKS, IAP, WOP, RHA, and AO. The data were analyzed using QSR Nvivo 15 software, which helps the researcher manage various unstructured and diverse data. The results of this study indicate that the implementation of individual counseling services using punishment techniques can assist students in becoming aware of their truant behavior. The individual counseling provided by the guidance and counseling teacher follows three stages: the initial stage (building a counseling relationship), which begins with the attending process, where the teacher demonstrates full attention, empathy, and acceptance of the student while helping to define the problem; the middle stage, where the teacher explores, investigates, and helps the student deeply understand the causes and impacts of truancy; and the final stage, which includes evaluating the counseling process, summarizing the discussion, and providing reinforcement to the student. These three stages are carried out systematically to guide students toward self-awareness and behavioral change. Keywords : Individual Counseling Services, Punishment Techniques, Truancy Behavior
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Bimbingan Konseling |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Bimbingan Konseling |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 28 Oct 2025 07:44 |
| Last Modified: | 28 Oct 2025 07:44 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/41247 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


