BESTIA, OKTASARI (2025) IMPLEMENTASI PASAL 5 PERATURAN BUPATI LAMPUNG SELATAN NOMOR 21 TAHUN 2017 TENTANG PENYELENGGARAAN HIBURAN ORGAN TUNGGAL YANG DIGUNAKAN OLEH MASYARAKAT DI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN PERSPEKTIF SIYĀSAH TANFĪẒIYYAH (Studi di Desa Gedung Agung Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
Image (JPEG)
Download (51kB) |
|
|
PDF
Download (3MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
ABSTRAK Kebudayaan Indonesia memiliki variasi dan jenis yang beraneka ragam dan keunikan tersendiri salah satunya adalah ditemukannya alat musik elektronik yaitu Organ Tunggal. Dalam pelaksanaannya perlu adanya penelitian terkait perizinan. Adapun rumusan masalah dalam penelitian yaitu Implementasi Pasal 5 Peraturan Bupati Lampung Selatan Nomor 21 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Hiburan Organ Tunggal Yang digunakan Oleh Masyarakat di Kabupaten Lampung Selatan. Yang bertujuan untuk menganalisis lebih jauh bagaimana peraturan tersebut dapat diterapkan di jalankan oleh pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Pasal 5 Peraturan Bupati Kabupaten Lampung Selatan Nomor 21 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Hiburan Organ Tunggal Yang digunakan Oleh Masyarakat di Kabupaten Lampung Selatan secara Perspektif Siyāsah Tanfīẓiyyah. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data wawancara dan observasi. Jenis dan Metode penelitian ini adalah Penelitian lapangan atau field research yaitu penelitian yang langsung dilakukan di lapangan atau kepada responden. Responden dalam penelitian ini adalah Masyarakat Desa Gedung Agung Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa (1) Implementasi Pasal 5 Peraturan Bupati Lampung Selatan Nomor 21 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Hiburan Organ Tunggal Yang Digunakan Oleh Masyarakat Di Kabupaten Lampung Selatan sudah dilaksanakan namun belum optimal terutama pada pasal 5 Peraturan Bupati Lampung selatan. Hal ini dikarenakan masih ada beberapa masyarakat yang belum mematuhi terkait perizinan hiburan organ tunggal. (2) Pandangan Siyāsah Tanfīẓiyyah terhadap Implementasi Pasal 5 Peraturan Bupati Kabupaten Lampung Selatan Nomor 21 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Hiburan Organ Tunggal Yang digunakan Oleh Masyarakat di Kabupaten Lampung Selatan, dalam Siyāsah Tanfīẓiyyah penulis melakukan terdapat bahwa implementasi peraturan tersebut belum sepenuhnya optimal. Hal ini menunjukkan perlunya perbaikan dalam pelaksanaan peraturan agar sesuai dengan prinsip Amanah, Ketaatan, Keadilan. Karena seharusnya dalam pelaksanaan peraturan ini sangat mengedepankan prinsip Siyāsah Tanfīẓiyyah. ABSTRACT Indonesian culture has a wide variety and uniqueness, one of which is the discovery of an electronic musical instrument called the Organ Tunggal. In its implementation, research related to licensing is needed. The research question is the implementation of Article 5 of South Lampung Regent Regulation Number 21 of 2017 concerning the Organization of Organ Tunggal Entertainment Used by the Community in South Lampung Regency. The aim is to further analyze how this regulation can be implemented by the South Lampung Regency government. This study aims to determine the implementation of Article 5 of South Lampung Regent Regulation Number 21 of 2017 concerning the Organization of Single Organ Entertainment Used by the Community in South Lampung Regency from the perspective of Siyāsah Tanfīẓiyyah. This study uses interview and observation data collection techniques. The type and method of this study is field research, which is research conducted directly in the field or with respondents. The respondents in this study are the people of Gedung Agung Village, Jati Agung District, South Lampung Regency. Based on the results of the study, it can be concluded that (1) The implementation of Article 5 of South Lampung Regent Regulation Number 21 of 2017 concerning the Organization of Single Organ Entertainment Used by the Community in South Lampung Regency has been carried out but is not yet optimal, especially in Article 5 of the South Lampung Regent Regulation. This is because there are still some people who do not comply with the regulations regarding single organ entertainment permits. (2) The view of Siyāsah Tanfīẓiyyah on the implementation of Article 5 of South Lampung Regent Regulation Number 21 of 2017 concerning the Organization of Single Organ Entertainment Used by the Community in South Lampung Regency, in Siyāsah Tanfīẓiyyah, the author found that the implementation of this regulation has not been fully optimal. This indicates the need for improvements in the implementation of the regulation so that it is in accordance with the principles of Trust, Obedience, and Justice. This is because the implementation of this regulation should prioritize the principles of Siyāsah Tanfīẓiyyah.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Siyasah (Hukum Tata Negara) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Siyasah (Hukum Tata Negara) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 27 Oct 2025 02:40 |
| Last Modified: | 27 Oct 2025 02:40 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/41211 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


