IHYA RIZHA HAIDARRAFI, RIZHA HAIDARRAFI (2025) KONSELING INDIVIDU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI PENCEGAHAN RELAPSE PADA MANTAN PENYALAHGUNA NARKOBA (Studi Kasus di Yayasan Sinar Jati Bandar Lampung). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (6MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (7MB) |
Abstract
ABSTRAK Permasalahan penyalahgunaan narkoba menjadi isu yang kompleks dan membutuhkan pendekatan yang tepat dalam proses pemulihan, terutama untuk mencegah terjadinya relapse atau kekambuhan. Mantan penyalahguna narkoba kerap mengalami penurunan motivasi dalam mempertahankan kepulihan mereka Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan Konseling Individu Dalam Meningkatkan Motivasi Pencegahan Relapse pada Mantan Penyalahguna Narkoba (Studi Kasus di Yayasan Sinar Jati Kemiling). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas konseling individu dalam meningkatkan motivasi pencegahan relapse pada mantan penyalahguna narkoba. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori konseling Brammer bahwa proses konseling terdiri dari 3 tahapan, teori motivasi dari Abraham Maslow serta pendekatan konseling humanistik Carl Rogers yang menekankan pada empati, kongruensi, dan penghargaan positif tanpa syarat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif studi kasus, dengan subjek penelitian tiga orang mantan penyalahguna narkoba yang menjalani program rehabilitasi di Yayasan Sinar Jati Bandar Lampung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui proses konseling individu secara intensif dan berkelanjutan, terdapat peningkatan motivasi subjek dalam menghindari pemicu relapse, munculnya kesadaran diri yang lebih kuat, serta terbentuknya tujuan hidup yang lebih terarah. Penelitian ini menujukkan bahwa Kegiatan konseling individu di Yayasan Sinar Jati Bandar Lampung sangat berpengaruh, karena konselor atau pun pekerja sosial di yayasan wajib tahu tentang kondisi dan perubahan setiap klien, keadaan klien dan tidak dilepaskan begitu saja walau pun konselor atau pun pekerja sosial sedang tidak melakukan konseling. Kegiatan konseling individu dilakukan 2 kali dalam satu bulan atau setiap 2 minggu sekali. Melalui konseling individu tersebut penyalahguna narkoba sangat termotivasi untuk tidak kembali menggunakan narkoba. Hal tersebut karena mereka sudah memikirkan masa depannya, ingin menjalani kehidupan yang normal seperti dahulu sebelum menggunakan narkoba baik dalam hal pekerjaan atau ekonomi, keluarganya, dan juga karena menjalani rehabilitasi, penyalahguna diberikan motivasi-motivasi untuk tidak kembali menggunakan narkoba (relapse). Hal tersebut. membuat timbulnya motivasi dari dalam diri penyalahguna untuk bisa pulih dari penyalahgunaan narkoba. Dalam pendekatan konseling individu ini klien lebih terbuka dalam menjawab pertanyaan konselor serta konselor lebih terfokus dengan keadaan klien dalam menyampaikan motivasi melalui konseling individu. Temuan penelitian ini berhasil menjelaskan efektivitas konseling individu dalam meningkatkan motivasi klien, sesuai dengan tujuan penelitian. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa konseling individu berperan signifikan dalam meningkatkan motivasi pencegahan relapse, sehingga dapat dijadikan salah satu alternatif intervensi dalam program rehabilitasi narkoba. Kata Kunci : Konseling Individu, Motivasi, Relapse, Narkoba. ABSTRACT The problem of drug abuse is a complex issue and requires the right approach in the recovery process, especially to prevent relapse or relapse. Former drug abusers often experience a decrease in motivation in maintaining their recovery This study aims to describe the implementation of Individual Counseling in Increasing Relapse Prevention Motivation in Former Drug Abusers (Case Study at the Sinar Jati Kemiling Foundation). This study aims to determine the effectiveness of individual counseling in increasing motivation to prevent relapse in former drug abusers. The theory used in this study is Brammer's counseling theory that the counseling process consists of 3 stages, motivational theory from Abraham Maslow and Carl Rogers' humanistic counseling approach which emphasizes empathy, congruence, and unconditional positive appreciation. The research method used is a qualitative case study, with the research subjects of three former drug abusers undergoing a rehabilitation program at the Sinar Jati Bandar Lampung Foundation. Data collection techniques are carried out through in-depth interviews, observations, and documentation. Data analysis uses data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques. The results showed that through the intensive and continuous individual counseling process, there was an increase in the subject's motivation to avoid relapse triggers, the emergence of stronger self awareness, and the formation of more directed life goals. This study shows that individual counseling activities at the Sinar Jati Bandar Lampung Foundation are very influential, because counselors or social workers at the foundation are obliged to know about the condition and changes of each client, the client's condition and are not just released even if the counselor or social worker is not doing counseling. Individual counseling activities are carried out 2 times a month or every 2 weeks. Through individual counseling, drug abusers are highly motivated not to return to drug use. This is because they have thought about their future, want to live a normal life like before using drugs either in terms of work or economy, their families, and also because they are undergoing rehabilitation, abusers are given motivations not to use drugs again (relapse). This creates motivation from within the abuser to be able to recover from drug abuse. In this individual counseling approach, the client is more open in answering the counselor's questions and the counselor is more focused on the client's circumstances in conveying motivation through individual counseling. The findings of this study successfully explain the effectiveness of individual counseling in increasing client motivation, in accordance with the research objectives. The conclusion of this study is that individual counseling plays a significant role in increasing motivation to prevent relapse, so that it can be used as an alternative intervention in drug rehabilitation programs. Keywords: Individual Counseling, Motivation, Relapse, Drugs.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Bimbingan Konseling Islam |
| Divisions: | Psikologi Islam > Bimbingan Konseling Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 21 Oct 2025 03:50 |
| Last Modified: | 21 Oct 2025 03:50 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/41148 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


