FEBY, VALENTIN MARDIANSYAH (2025) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK AKADMURABAHAH PADA PEGADAIAN SYARIAH (Studi di Pegadaian Syariah Radin Intan Perumnas Wayhalim Kecamatan Kedaton Bandar Lampung). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (5MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
ABSTRAK Tinjauan hukum Islam terhadap praktik akad murabahah dalam produk Amanah yang ditawarkan oleh Pegadaian Syariah. Produk Amanah merupakan layanan pembiayaan berbasis murabahah yang ditujukan untuk pembelian kendaraan bermotor. Dalam praktiknya, akad murabahah sering mengalami penyimpangan dari ketentuan syariah, terutama terkait kepemilikan barang sebelum dijual kepada nasabah, penetapan margin keuntungan, dan pelaksanaan akad yang mendahului kepemilikan oleh pihak pegadaian. Walaupun ketentuannya sudah jelas praktik akad murabahah produk amanah Pegadaian Syariah tidak selamanya sesuai dengan apa yang terjadi dilapangan. Akad Murabahah Produk Amanah Pegadaian Syariah perlu benar-benar dipahami bagaimana akad ini seharusnya diterapkan atau diaplikasikan pada Pegadaian Syariah agar sesuai dengan syariat Islam. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana mekanisme Praktik Akad Murabahah Pegadaian Syariah Radin Intan dan bagaimana tinjauan hukum islam terhadap Praktik Akad Murabahah di Pegadaian Syariah Radin Intan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research), Teknik pengumpulan data melalui wawancara (interview) dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan melalui editing dan sistematizing data. Analisa data mengunakan metode kualitatif dengan cara berfikir deduktif. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat dianalisa bahwa pertama mekanisme pratik akad murabahah pada Pegadaian Syariah Radin Intan yaitu mekanisme operasional pembiayaan dengan Produk Amanah menggunakan akad murabahah pada transaksi jual beli dan dengan rahn tasjily. Nasabah menyerahkan BPKB kepada Pegadaian Syariah sebagai barang jaminan untuk melakukan pembiayaan dengan Produk Amanah dari transaksi murabahah dan sebagai marhun dalam rahn. Sehingga ujrah dalam Produk Amanah, selain diambil dari uang muka, dan biaya mu’nah (pemeliharaan), terdapat pula ujrah transaksi yang diambil dari biaya administrasi 1% dari pengajuan pembiayaan, tarif ijārah 1% untuk angsuran, dan biaya lain-lain seperti biaya materai dan asuransi. Kedua, Akad yang pertama yaitu murabahah, dalam transaksi ini Pegadaian Syariah Radin Intan menggambil keuntungan dari jual-beli. Dari jual beli tersebut Pegadaian Syariah menetapkan adanya barang jaminan dan mengambil biaya mu’nah atas jasa pemeliharaan. Sehingga akad murabahah dan rahn merupakan satu kesatuaan meskipun adanya dua ujrah dalam satu transksi dengan dua akad yang berbeda yaitu murabahah dan rahn. Penjabaran uraian tersebut adanya kesesuaian antara praktik dilapangan. ABSTRACT Islamic law review of the practice of murabahah contracts in Amanah products offered by Pegadaian Syariah. Amanah products are murabahah-based financing services intended for the purchase of motor vehicles. In practice, murabahah contracts often experience deviations from sharia provisions, especially regarding ownership of goods before being sold to customers, determination of profit margins, and implementation of contracts that precede ownership by the pawnshop. Although the provisions are clear, the practice of murabahah contracts for Amanah products from Pegadaian Syariah does not always correspond to what happens in the field. Murabahah contracts for Amanah products from Pegadaian Syariah need to be truly understood how this contract should be implemented or applied to Pegadaian Syariah so that it complies with Islamic law. The formulation of the problem in this study is how is the mechanism of the Murabahah Contract Practice of Pegadaian Syariah Radin Intan and how is the Islamic law review of the Murabahah Contract Practice at Pegadaian Syariah Radin Intan. This research is a field research, Data collection techniques through interviews and documentation. Data processing is done through editing and systematizing data. Data analysis uses qualitative methods with deductive thinking. Based on the results of this study, it can be analyzed that the first mechanism of the murabahah contract practice of Pegadaian Syariah Radin Intan is the operational mechanism of financing with Amanah Products using the murabahah contract in buying and selling transactions with rahn tasjily. Customers submit BPKB to Pegadaian Syariah as collateral to finance with Amanah Products from murabahah transactions and as marhun in rahn. So that the ujrah in Amanah Products, in addition to being taken from down payments and mu'nah (maintenance) costs, there is also a transaction ujrah taken from a 1% administration fee from the financing application, a 1% ijārah rate for installments, and other costs such as stamp duty and insurance. Second, the first contract is murabahah, in this transaction Pegadaian Syariah Radin Intan Branch takes advantage of the sale and purchase. From the sale and purchase, Pegadaian Syariah determines the existence of collateral and takes mu'nah fees for maintenance services. So that the murabahah and rahn contracts are one unit even though there are two ujrah in one transaction with two different contracts, namely murabahah and rahn. The description of the description is in accordance with the practice in the field.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 20 Oct 2025 03:58 |
| Last Modified: | 20 Oct 2025 03:58 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/41119 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


