FAJAR, DELA SAFITRI (2025) KONSELING INDIVIDU UNTUK MENGELOLA KESEHATAN MENTAL PASIEN HIV DI RSUD Dr. H. BOB BAZAR SKM KALIANDA LAMPUNG SELATAN. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (4MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (6MB) |
Abstract
ABSTRAK Masalah Kesehatan mental pada pasien HIV di Indonesia masih menjadi perhatian serius karena tingginya tekanan psikologis, stigma, dan diskriminasi yang mereka alami. Di RSUD Dr. H. Bob Bazar SKM Kalianda Lampung Selatan, banyak pasien HIV menunjukkan gejala stres, kecemasan, bahkan depresi setelah mengetahui status mereka. Tekanan mental tersebut berdampak pada kualitas hidup dan motivasi dalam menjalani pengobatan. Oleh karena itu, layanan konseling individu sangat dibutuhkan untuk membantu pasien dalam menerima kembali semangat hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pelaksanaan konseling individu dalam mengelola kesehatan mental pasien HIV dan mengetahui kondisi pasien HIV setelah melakukan konseling individu di RSUD Dr. H. Bob Bazar SKM Kalianda Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Informan dipilih secara purposive sampling terdiri dari 5 Pasien HIV, 1 Konselor, 1 Petugas VCT. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta dilakukan triangulasi sumber untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan konseling individu di RSUD Dr. H. Bob Bazar menggunakan tiga tahapan utama, yaitu pertama tahap pra tes (penerimaan klien, membangun hubungan, eskplorasi masalah, dan pemberian informasi), kedua tahap pelaksanaan tes (pengambilan darah dan informed consent), serta tahap pasca tes (pembacaan hasil, penguatan emosional, pemberian informasi lanjutan, dan perencanaan tindak lanjut). Kondisi pasien setelah mengikuti konseling, menunjukkan perubahan positif: secara fisik menjadi lebih bersemangat, secara psikologis lebih stabil dan menerima kondisi dirinya, serta secara sosial mulai terbuka dan tidak lagi merasa dikucilkan. Dengan demikian, konseling individu terbukti efektif sebagai intervensi psikologis yang dapat memperkuat kesehatan mental pasien HIV dan sangat direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan di layanan kesehatan. Kata Kunci: Konseling Individu, Kesehatan Mental, Pasien HIV, Stigma Sosial. ABSTRACT Mental health issues among HIV patients in Indonesia remain a serious concern due to the high levels of psychological pressure, stigma, and discrimination they experience. At RSUD Dr. H. Bob Bazar SKM Kalianda Lampung Selatan, many HIV patients show symptoms of stress, anxiety, and even depression after learning their status. The mental pressure affects the quality of life and motivation in undergoing treatment. Therefore, individual counseling services are greatly needed to help patients regain their zest for life. This study aims to explore the implementation of individual counseling in managing the mental health of HIV patients and to understand the condition of HIV patients after undergoing individual counseling at RSUD Dr. H. Bob Bazar SKM Kalianda Lampung Selatan. This research uses a descriptive qualitative approach with a type of field research. Informants were sampling purposively selected, consisting of 5 HIV patients, 1 counselor, and 1 VCT officer. Data collection techniques include interviews, observations, and documentation. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which encompasses data reduction, data presentation, and conclusion drawing, as well as source triangulation to ensure data validity. The research results show that the implementation of individual counseling at RSUD Dr. H. Bob Bazar uses three main stages, namely the first stage of pre-test (client reception, relationship building, problem exploration, and information provision), the second stage of test implementation (blood sampling and informed consent), and the post-test stage (result reading, emotional reinforcement, further information provision, and follow-up planning). The patient's condition after undergoing counseling shows positive changes: physically becoming more energetic, psychologically more stable and accepting of their condition, and socially starting to open up and no longer feeling ostracized. Thus, individual counseling has proven effective as a psychological intervention that can strengthen the mental health of HIV patients and is highly recommended for continuous implementation in healthcare services. Keywords: Individual Counseling, Mental Health, HIV Patients, Social Stigma.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Bimbingan Konseling Islam |
| Divisions: | Psikologi > Psikologi Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 14 Oct 2025 03:09 |
| Last Modified: | 14 Oct 2025 03:09 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/41041 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


