TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP PRAKTIK PENGGILINGAN BIJI KOPI DENGAN SISTEM UPAH KOPI BASAH (Studi Di Desa Lepang Besar Kecamatan Abung Barat Kabupaten Lampung Utara)

Totti, Montella (2025) TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP PRAKTIK PENGGILINGAN BIJI KOPI DENGAN SISTEM UPAH KOPI BASAH (Studi Di Desa Lepang Besar Kecamatan Abung Barat Kabupaten Lampung Utara). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of PUSAT 1 2 TOTTI MONTELLA.pdf] PDF
Download (5MB)
[thumbnail of SKRIPSI TOTTI MONTELLA.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

ABSTARAK Salah satu bentuk akad Ijarah adalah penggilingan kopi di Desa Lepang Besar Kecamatan Abung Barat Kabupaten Lampung Utara. Praktik pengupahan penggilingan biji kopi di upah dengan sistem karungan, dengan berat perkarung 50 kg di bayar dengan upah Rp 20.000. Tetapi pada kenyataannya upah yang di berikan di duga tidak sesuai dengan perjanjian di awal yang seharusnya di bayar dengan upah Rp. 20.000 tetapi Sebagian Masyarakat Desa Lepang Besar justru membayar upah dengan upah biji kopi yang masih basah. Hal tersebut membuat penggiling kopi merasa dirugikan. Adapun rumusan dalam penelitian ini bagaimana praktik pengupahan penggilingan biji kopi dengan sistem upah kopi basah di Desa Lepang besar, Kecamatan Abung Barat, Kabupaten Lampung Utara dan bagaimana tinjauan hukum ekonomi syari’ah terhadap praktik pengupahan penggilingan biji kopi dengan sistem upah kopi basah di Desa Lepang Besar, Kecamatan Abung Barat, Kabupaten Lampung Utara. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui praktik pengupahan penggilingan biji kopi dengan sistem upah kopi basah di Desa Lepang besar, Kecamatan Abung Barat, Kabupaten Lampung Utara dan untuk mengetahui tinjauan hukum ekonomi syari’ah terhadap praktik pengupahan penggilingan biji kopi dengan sistem upah kopi basah di Desa Lepang Besar, Kecamatan Abung Barat, Kabupaten Lampung Utara Jenis penelitian termasuk penelitian lapangan (field research). Sifat Penelitian ini yaitu deskriptif analisis. Data yang diperoleh dengan menggunakan metode wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan metode berfikir induktif. Hasil penelitian di Desa Lepang Besar, Kecamatan Abung Barat, Kabupaten Lampung Utara Lepang Besar Kecamatan Abung Barat Kabupaten Lampung Utara, Dimana antara pemilik penggilingan biji kopi dan pemilik biji kopi melakukan kesepakatan pemilik biji kopi akan memberikan upah sebesar Rp. 20.000/Karung dengan bobot 50 Kg dari setiap penggilingan biji kopi. Namun, Praktik Pengupahan yang terjadi di lapangan pemilik kopi justru memberikan upah kepada penggiling dengan kopi yang masih basah. Hal ini membuat pemilik penggiling kopi merasa dirugikan. Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Pada Praktik Pengupahan menggunakan kopi basah di Desa Lepang Besar Kecamatan Abung Barat Kabupaten Lampung Utara itu bahwa bentuk upah mengupah dalam praktik penggilingan biji kopi dengan sistem upah kopi basah tidak diperbolehkan dalam hukum Islam. Karena belum memenuhi syarat-syarat rukun sighat dan lafadz yang sesuai dengan diucapkan atau yang dijanjikan diawal. Bentuk pengupahannya tidak transparan dan berbeda dengan akad yang sudah ditentukan antara penggiling dan pemilik kopi. Maka penggilingan biji kopi dengan sistem upah kopi basah ini tidak diperbolehkan kecuali disepakati ulang dengan kejelasan upah yang akan diberikan oleh pemilik kopi. ABSTRACT One form of Ijarah contract is coffee grinding in Lepang Besar Village, Abung Barat District, North Lampung Regency. The practice of coffee bean grinding wages is paid using a sack system, with a weight of 50 kg per sack paid with a wage of Rp. 20,000. But in reality the wages given are suspected of not being in accordance with the initial agreement which should be paid with a wage of Rp. 20,000 but some of the people of Lepang Besar Village actually pay wages with wages for coffee beans that are still wet. This makes coffee grinders feel disadvantaged. The formulation in this study is how the practice of coffee bean grinding wages with a wet coffee wage system in Lepang Besar Village, Abung Barat District, North Lampung Regency and how the Islamic economic law review of the practice of coffee bean grinding wages with a wet coffee wage system in Lepang Besar Village, Abung Barat District, North Lampung Regency. The purpose of this research was to determine the practice of paying coffee bean grinders using the wet coffee wage system in Lepang Besar Village, Abung Barat District, North Lampung Regency, and to examine the legal perspective of Islamic economics on the practice of paying coffee bean grinders using the wet coffee wage system in Lepang Besar Village, Abung Barat District, North Lampung Regency. This research was field research. The nature of this research was descriptive analysis. Data were obtained using interviews and documentation. Analysis was conducted qualitatively using inductive reasoning. The results of the study in Lepang Besar Village, Abung Barat District, North Lampung Regency, showed that coffee bean grinders and coffee bean owners had an agreement to pay the owner a wage of IDR 20,000 per 50 kg sack for each 50 kg of coffee beans grinded. However, the wage practice in the field involved the coffee bean owners paying the grinders with fresh coffee. This resulted in the coffee grinder owners feeling disadvantaged. A review of Islamic Economic Law on the practice of paying wages using wet coffee beans in Lepang Besar Village, Abung Barat District, North Lampung Regency, found that the wet coffee wage system for grinding coffee beans is not permitted under Islamic law. This is because it does not meet the requirements of the pillars of sighat (the principle of agreement) and the wording of the agreement as originally stated or promised. The form of remuneration is not transparent and differs from the contract established between the grinder and the coffee owner. Therefore, grinding coffee beans using the wet coffee wage system is not permitted unless the owner clarifies the wages to be paid.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Divisions: Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 13 Oct 2025 07:12
Last Modified: 13 Oct 2025 07:12
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/41018

Actions (login required)

View Item View Item