SUSMYA, MUTIARA HATI (2025) ANALISIS ISI TENTANG GENDER PADA AKUN INSTAGRAM @MUBADALAH.ID. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (8MB) |
Abstract
ABSTRAK Ketimpangan gender dalam tafsir keagamaan seringkali menempatkan perempuan dalam posisi yang lebih rendah secara sosial maupun spiritual. Akun instagram @mubadalah.id hadir sebagai media dakwah yang menyuarakan pentingnya keadilan gender dalam Islam, ditengah maraknya tafsir keagamaan yang bias gender. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis bagaimana muatan konten dakwah tentang gender pada akun instagram @mubadalah.id disampaikan melalui unggahannya. Penelitian ini merupakan penelitian analisis isi (content analysis) dengan pendekatan kualitatif, menggunakan model analisis isi Klaus Krippendorff yang menekankan dua aspek utama: analisis semantik untuk memahami konstruksi makna dalam teks, dan analisis pragmatis untuk menelaah fungsi sosial pesan yang disampaikan. Teori gender berbasis Islam juga digunakan sebagai pisau analisis untuk menafsirkan nilai-nilai kesetaraan dan keadilan gender dalam ajaran Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa muatan konten dakwah tentang gender dalam infografis akun instagram @mubadalah.id mencerminkan ajaran agama yang berpihak kepada keadilan, kesalingan dan kesetaraan gender. Konten dakwah disampaikan dengan pendekatan yang kontekstual dan reflektif, membahas peran perempuan dalam ruang publik maupun politik, membongkar konstruksi sosial dan tafsir agama yang bias, serta mengkritik ketimpangan struktural yang merugikan perempuan. Melalui narasi visual dan teks, dakwah yang ditampilkan tidak bersifat normatif semata, tetapi transformatif dan membebaskan, dengan berpijak pada teori analisis isi, keadilan gender Islam, dan feminisme liberal. Kata Kunci: Analisis Isi, Gender, Mubadalah.id. ABSTRACT Gender inequality in religious interpretation often placed women in lower positions, both socially and spiritually. Mubadalah appeared as a da'wah platform that promoted gender justice in Islam, especially when many religious interpretations were still biased. This study aimed to find out how gender was shown and how da'wah messages were built by the Instagram account @mubadalah.id to give a counter-message to gender injustice. This research was a content analysis with a qualitative method. It used Klaus Krippendorff’s model, which focused on two parts: semantic analysis to understand the meaning in the texts, and pragmatic analysis to see the social purpose of the messages. The Mubadalah theory helped to explain values of fairness and cooperation between men and women in Islam. The results of the study show that the content of gender-related sermons in the infographics on the Instagram account @mubadalah.id reflects religious teachings that favor justice, mutuality, and gender equality. The dakwah content is delivered using a contextual, and reflective approach, discussing the role of women in public and political spaces, dismantling biased social constructs and religious interpretations, and criticizing structural inequalities that harm women. Through visual narratives and text, the da'wah presented is not merely normative, but transformative and liberating, grounded in content analysis theory, Islamic gender justice, and liberal feminism. . Keywords: Content Analysis, Gender, Mubadalah.id.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 09 Oct 2025 07:25 |
| Last Modified: | 09 Oct 2025 07:25 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/40983 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


