ANALISIS KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA BANDAR LAMPUNG DALAM NORMALISASI SUNGAI MELALUI PROGRAM GEREBEK SUNGAI

ARIF, RAHMAN (2025) ANALISIS KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA BANDAR LAMPUNG DALAM NORMALISASI SUNGAI MELALUI PROGRAM GEREBEK SUNGAI. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of PUSAT 1 2 ARIF.pdf] PDF
Download (5MB)
[thumbnail of SKRIPSI CETAK ARIF RAHMAN.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK Oleh ARIF RAHMAN Kota Bandar Lampung saat ini hanya memiliki Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebesar 11,08% jauh di bawah standar ideal untuk sebuah kota yang sehat dan ramah lingkungan. Kurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) mengurangi kemampuan kota untuk menyerap air hujan secara alami, sehingga meningkatkan risiko terjadinya banjir. Sungai-sungai di kota ini sudah mengalami degradasi lingkungan yang signifikan, dengan pencemaran air, penyempitan aliran sungai, dan pendangkalan akibat sedimentasi. Sungai-sungai tersebut tidak hanya tercemar oleh limbah rumah tangga dan industri, tetapi juga menjadi tempat pembuangan sampah yang tidak terkelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam pelaksanaan program tersebut, mengevaluasi dampaknya terhadap lingkungan, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan kendala yang dihadapi selama pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan narasumber yang merupakan pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bandar Lampung, sementara data sekunder didapatkan dari dokumen, arsip, dan literatur yang relevan. Triangulasi digunakan untuk menjamin validitas data, dan analisis dilakukan berdasarkan teori kebijakan publik serta implementasi kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan program Gerebek Sungai didasarkan pada Pasal 29 dan 31 PERDA Kota Bandar Lampung Nomor 10 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah. Program ini melibatkan Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, serta masyarakat setempat. Hasil temuan dilapangan menunjukkan penurunan signifikan frekuensi banjir di beberapa wilayah rawan seperti Kecamatan Kedaton, Sukarame, dan Telukbetung. Namun, tantangan yang dihadapi termasuk keterbatasan anggaran, rendahnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai, serta sulitnya akses ke lokasi sungai tertentu. Program ini telah memberikan dampak positif dalam mengurangi risiko banjir dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Namun, keberlanjutan program ini membutuhkan edukasi masyarakat yang lebih intensif,iii peningkatan alokasi anggaran, serta penegakan regulasi yang lebih tegas. Rekomendasi utama dari penelitian ini adalah penguatan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga efektivitas dan keberlanjutan program Gerebek Sungai sebagai upaya strategis dalam penanggulangan banjir di Kota Bandarlampung. ABSTRACT By ARIF RAHMAN Bandar Lampung City currently only has 11.08% Green Open Space (RTH), far below the ideal standard for a healthy and environmentally friendly city. The lack of Green Open Space (RTH) reduces the city's ability to absorb rainwater naturally, increasing the risk of flooding. The rivers in the city have experienced significant environmental degradation, with water pollution, narrowing of river flows, and shallowing due to sedimentation. The rivers are not only polluted by household and industrial waste, but also become a place for dumping waste that is not managed properly. This study aims to analyze the policies of the Bandar Lampung City Government in implementing the program, evaluate its impact on the environment, and identify supporting factors and obstacles faced during its implementation. This study uses a qualitative method with a descriptive-analytical approach. Primary data were obtained through in-depth interviews with informants who are officials of the Public Works and Spatial Planning (PUPR) of Bandar Lampung City, while secondary data were obtained from relevant documents, archives, and literature. Triangulation was used to ensure data validity, and analysis was conducted based on public policy theory and policy implementation. The results of the study indicate that the Gerebek Sungai program policy is based on Articles 29 and 31 of Bandar Lampung City Regulation Number 10 of 2011 concerning Regional Spatial Planning. This program involves the PUPR Service, Environmental Service, BPBD, and the local community. The findings in the field show a significant decrease in flood frequency in several vulnerable areas such as Kedaton, Sukarame, and Telukbetung Districts. However, the challenges faced include budget constraints, low public awareness to maintain river cleanliness, and difficult access to certain river locations. This program has had a positive impact in reducing the risk of flooding and improving the quality of the environment. However, the sustainability of this program requires more intensive public education, increased budget allocation, and stricter enforcement of regulations. The main recommendation from this study is to strengthen collaboration between the government and the community to maintain the effectiveness and sustainability of the Gerebek Sungaiv program as a strategic effort in flood management in Bandar Lampung City.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Pemikiran Politik Islam
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Pemikiran Politik Islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 30 Sep 2025 07:46
Last Modified: 30 Sep 2025 07:46
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/40861

Actions (login required)

View Item View Item