ANALISIS HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP PRAKTIK UPAH KARYAWAN PARIWISATA BUKIT CENDANA (Studi di Desa Harapan Jaya Kecamatan Wayratai Kabupaten Pesawaran)

MALIK A, LKA AL-AMIN (2025) ANALISIS HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP PRAKTIK UPAH KARYAWAN PARIWISATA BUKIT CENDANA (Studi di Desa Harapan Jaya Kecamatan Wayratai Kabupaten Pesawaran). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of SKRIPSI BAB I DAN II MALIK ALKA AL-AMIN.pdf] PDF
Download (6MB)
[thumbnail of SKRIPSI MALIK ALKA AL-AMIN.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

ABSTRAK Praktik upah di Bukit Cendana, Desa Harapan Jaya, Kecamatan Wayratai, Kabupaten Pesawaran, menerapkan praktik upah harian tanpa kontrak tertulis sudah sesuai dengan rukun dan syarat akad. Namun ketidakstabilan menyebabkan gaji karyawan yang diberikan tidak sesuai kesepakatan diawal. Oleh karena itu, penting untuk menganalisis praktik upah ini dengan rumusan masalah: 1) Bagaimana Praktik Upah Karyawan Pariwisata Bukit Cendana di Desa Harapan Jaya Kecamatan Wayratai Kabupaten Pesawaran?; 2) Bagaimana Analisis hukum ekonomi syariah Terhadap Praktik Upah Karyawan Pariwisata Bukit Cendana di Desa Harapan Jaya Kecamatan Wayratai Kabupaten Pesawaran?. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) yang berfokus pada studi kasus di Bukit Cendana. Data diperoleh melalui wawancara dengan karyawan dan pengelola, observasi langsung, serta analisis dokumen terkait praktik upah yang diterapkan. Teknik pengumpulan data mencakup observasi, wawancara berstruktur, dan dokumentasi, sementara analisis data dilakukan dengan metode kualitatif berbasis model Miles dan Huberman, yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan untuk memahami pola upah yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik upah karyawan di Bukit Cendana, Desa Harapan Jaya, Kecamatan Wayratai, Kabupaten Pesawaran menerapkan praktik upah harian dengan jadwal kerja bergantian menunjukkan bahwa besaran upah yang dijanjikan adalah sebesar Rp50.000 per hari. Namun, realitas di lapangan tidak selalu sesuai dengan ketentuan tersebut. Terdapat kasus di mana pekerja menerima upah yang kurang dari jumlah yang dijanjikan. Hal ini disebabkan oleh menurunnya jumlah pengunjung, sehingga pemberi kerja tidak mampu membayar upah secara penuh sebagaimana mestinya. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan praktik upah, seperti penyusunan kontrak kerja tertulis, peningkatan upah yang lebih layak, dan pemberian tunjangan kesehatan, agar praktik tersebut lebih sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan dan kesejahteraan tenaga kerja dalam Islam. ABSTRACT The wage practices at Bukit Cendana, located in Harapan Jaya Village, Wayratai District, Pesawaran Regency, employ a daily wage system without a formal written contract, which nonetheless fulfills the essential pillars and conditions of an Islamic contract (‘aqd). However, the instability of this arrangement often results in employee wages that deviate from the initial agreements. This study, therefore, seeks to examine the wage system through the following research questions: (1) How is the wage system for tourism workers at Bukit Cendana in Harapan Jaya Village, Wayratai District, Pesawaran Regency implemented? (2) How does Islamic Economic Law assess the wage practices of tourism workers at Bukit Cendana in Harapan Jaya Village, Wayratai District, Pesawaran Regency? This research adopts a qualitative descriptive approach using field research methods, focusing on a case study of Bukit Cendana. Data were gathered through interviews with employees and management, direct observations, and document analysis related to the applied wage system. Data collection techniques included structured interviews, observation, and documentation, while data analysis employed the Miles and Huberman qualitative model, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing to uncover the patterns within the wage system. The research findings indicate that the wage practices for employees in Bukit Cendana, Harapan Jaya Village, Wayratai Subdistrict, Pesawaran Regency follow a daily wage system with a rotating work schedule. The promised wage is IDR 50,000 per day. However, in practice, this amount is not always fulfilled. There have been instances where workers received less than the agreed-upon wage. This discrepancy is largely due to a decline in the number of visitors, which limits the employer’s ability to pay wages in full. Therefore, improvements in wage practices are necessary, including the implementation of written employment contracts, an increase in fair and decent wages, and the provision of health benefits, to ensure that such practices align more closely with the principles of justice and worker welfare in Islam.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Divisions: Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 29 Sep 2025 07:18
Last Modified: 29 Sep 2025 07:18
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/40821

Actions (login required)

View Item View Item