Anggun, Desy Putri Wd (2025) ANALISIS HUKUM EKONOMI SYARIAH TENTANG PRAKTIK PENGUPAHAN PENGGILINGAN PENGUPAS KOPI (Studi di Kampung Purwosari Kecamatan Pagar Alam Utara Sumatera Selatan). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (4MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang Analisis Hukum Ekonomi Syariah Dalam Praktik Pengupahan Penggilingan Pengupas Kopi Yang Terjadi Di Kampung Purwosari Kecamatan Pagar Alam Utara Sumatera Selatan. Latar belakang penelitian ini mulai dari adanya praktik pengupahan yang tidak sepenuhnya sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan dan kesepakatan yang menjadi dasar dalam hukum akad ijārah dalam Islam. Dalam praktiknya, upah kepada pemilik mesin penggiling kopi tidak dibayarkan dalam bentuk uang tunai, melainkan menggunakan hasil gilingan kopi. Setiap 50 kg biji kopi bersih hasil gilingan dikenakan potongan upah sebesar 2 kg kopi. Namun, dalam beberapa kasus ditemukan bahwa pembayaran upah dilakukan tidak sesuai yang diharapkan, baik dari segi bentuk (yang seharusnya kopi menjadi uang) maupun nilai (jumlah uang yang diberikan lebih rendah dari nilai kopi sebenarnya), sehingga menimbulkan ketimpangan dan potensi kerugian pada salah satu pihak. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah, bagaimana praktik pengupahan penggilingan pengupas kopi di kampung purwosari kecamatan pagaralam utara sumatera selatan dan bagaimana analisis hukum ekonomi syariah dalam praktik pengupahan penggilingan pengupas kopi di kampung purwosari kecamatan pagaralam utara sumatera selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana praktik pengupahan tersebut dijalankan dan menganalisis kesesuaiannya dengan prinsip Hukum Ekonomi Syariah, khususnya dalam akad ijārah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pemilik mesin penggiling kopi dan pemilik kopi sebagai pelaku utama transaksi, serta dokumentasi sebagai pendukung data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pengupahan yang berlangsung belum sepenuhnya memenuhi prinsip-prinsip dalam akad ijārah menurut Hukum Ekonomi Syariah. Hal ini terlihat dari kurangnya kejelasan dalam akad, tidak adanya dokumentasi atau perjanjian tertulis, ketidaksesuaian antara upah yang diharapkan dengan pembayaran upah yang berlangsung, serta tidak terpenuhinya prinsip transparansi dan keadilan. Dalam pandangan ekonomi syariah, akad ijārah harus didasari oleh kesepakatan yang jelas, keterbukaan antara pihak-pihak yang berakad, dan imbalan (ujrāh) yang sesuai dengan manfaat jasa yang diberikan. Kata kunci: Hukum Ekonomi Syariah, Ijārah, Penggilingan Kopi. iii ABSTRAK This research discusses the analysis of Sharia Economic Law in the wage practices of coffee milling that take place in Purwosari Village, North Pagar Alam District, South Sumatra. The background of this study stems from wage practices that are not fully aligned with the principles of justice and mutual agreement, which are fundamental in the Islamic law of ijārah contracts. In practice, the wages for the owners of coffee milling machines are not paid in cash, but instead in the form of milled coffee. For every 50 kilograms of clean coffee beans processed, a wage deduction of 2 kilograms of coffee is applied. However, in several cases, it was found that the wage payments did not meet expectations, both in terms of form (where coffee should have been converted into money) and value (where the amount of money paid was lower than the actual value of the coffee), resulting in imbalances and potential losses for one of the parties involved. The research questions posed in this study are: (1) How are the wage practices in coffee milling conducted in Purwosari Village, North Pagar Alam District, South Sumatra? and (2) How is Sharia Economic Law applied in analyzing the wage practices of coffee milling in the same area? The purpose of this study is to understand how the wage practices are carried out and to analyze their conformity with the principles of Sharia Economic Law, particularly within the framework of the ijārah contract.This study uses a qualitative method with a descriptive-analytical approach. Data were collected through field observations, in-depth interviews with coffee milling machine owners and coffee owners as the main parties in the transactions, and documentation to support the data. The research findings show that the ongoing wage practices do not fully meet the principles of ijārah contracts according to Sharia Economic Law. This is evident from the lack of clarity in the contract, the absence of written documentation or agreements, inconsistencies between the expected and actual wages, and the failure to uphold principles of transparency and justice. From the perspective of Sharia economics, an ijārah contract must be based on a clear agreement, transparency between the contracting parties, and compensation (ujrah) that corresponds to the benefit of the service provided. Keywords: Sharia Economic Law, Ijārah, Coffee Milling.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 29 Sep 2025 06:29 |
| Last Modified: | 29 Sep 2025 06:29 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/40735 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


