PENUNDAAN PERNIKAHAN KARENA MENINGGALNYA KERABAT DEKAT DALAM ADAT JAWA PERSPEKTIF MAṢLAḤAH MURSALAH (Studi Di Desa Campang Tiga Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan)

KESYH, SUSANTO (2025) PENUNDAAN PERNIKAHAN KARENA MENINGGALNYA KERABAT DEKAT DALAM ADAT JAWA PERSPEKTIF MAṢLAḤAH MURSALAH (Studi Di Desa Campang Tiga Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of PUSAT 1 2 KESYH.pdf] PDF
Download (6MB)
[thumbnail of SKRIPSI KESYH SUSANTO.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

ABSTRAK Menunda pernikahan saat terjadi peristiwa meninggalnya kerabat dekat dalam adat Jawa di Desa Campang Tiga, Menurut adat yang berlaku, jika ada salah satu calon pasangan yang kehilangan kerabat dekatnya seperti orang tua, saudara kandung, nenek, atau kakek, maka pernikahan yang telah direncanakan harus ditunda. Meskipun tidak ada aturan hukum yang secara langsung mewajibkan penundaan ini, masyarakat desa tersebut menjadikan hal ini sebagai bagian dari norma sosial yang tidak bisa diabaikan. Penundaan ini bukan hanya sebuah kebiasaan semata, tetapi juga merupakan bentuk penghormatan yang mendalam terhadap keluarga yang sedang berduka, serta untuk menjaga moralitas sosial di dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena penundaan pernikahan karena meninggalnya kerabat dekat pada adat Jawa dalam analisis maṣlaḥah mursalah. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah Bagaimana fenomena penundaan pernikahan karena meninggalnya kerabat dekat dalam adat Jawa di Desa Campang Tiga Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan? Bagaimana pandangan Maṣlaḥah Mursalah terhadap penundaan pernikahan karena meninggalnya kerabat dekat berdasarkan adat Jawa di Desa Campang Tiga Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan? Teori yang digunakan adalah teori ushul fiqh berupa Al-Maṣlaḥah Al-Mursalah dan kaidah fikih yang dikaitkan dengan konsep perkawinan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berjenis penelitian lapangan dengan sifat deskriptif analisis. Pengumpulan data digunakan dengan mengumpulkan dengan data primer yakni dengan teknik wawancara langsung dengan informan atau objek yang diteliti dan data sekunder diperoleh dengan cara membaca, menelaah, menganalisis dari berbagai literatur hukum Islam yang relefan. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa dalam menunda pernikahan yang dilakukan oleh masyarakat adat Jawa di Desa Campang Tiga di dasari oleh tiga pertimbangan: pertama, faktor emosional (ketidaksiapan batin menghadapi pernikahan saat suasana duka), Dengan demikian, penundaan pernikahan dalam konteks ini bukan hanya bentuk pelestarian tradisi, tetapi juga merupakan langkah yang selaras dengan nilai-nilai keislaman dalam menjaga kemaslahatan umat. Kata Kunci: Penundaan Pernikahan, Adat Jawa, maṣlaḥah mursalah ABSTRACT The postponement of marriage due to the death of a close relative is a practice deeply rooted in Javanese custom, as observed in the community of Campang Tiga Village. According to prevailing local tradition, if one of the prospective spouses loses a close family member such as a parent, sibling, grandparent, or other immediate relative the planned marriage must be postponed. Although there is no formal legal obligation enforcing this delay, it has become a binding social norm that the community continues to uphold. This postponement is not merely a habit, but a meaningful expression of respect for the grieving family and a way to preserve social morality within the family unit. This study aims to explore the phenomenon of marriage postponement due to the death of a close relative in Javanese tradition through the lens of Maṣlaḥah Mursalah. The research questions include: (1) How is the phenomenon of marriage postponement due to the death of a close relative practiced within the Javanese tradition in Campang Tiga Village, Sidomulyo District, South Lampung Regency? and (2) How does Maṣlaḥah Mursalah view this practice within the framework of Javanese custom? The research applies the Islamic legal theory of Al-Maṣlaḥah Al-Mursalah and fiqh legal maxims in relation to the concept of marriage. This study uses a qualitative, field-research approach with a descriptive-analytical method. Data were collected through primary sources namely direct interviews with key informants and supported by secondary sources through literature review of relevant Islamic legal texts. The findings reveal that marriage postponement is based on three key considerations: emotional factors (the psychological unpreparedness of the couple during mourning), cultural factors (respect for tradition and ancestral values), and social factors (conformity to social norms and communal expectations). From the perspective of Maṣlaḥah Mursalah, this practice does not contradict Islamic law, as it fulfills the requirements of producing real, collective benefit and is not rejected by any specific textual evidence. This custom can be categorized as maṣlaḥah ḥājiyyah as it supports emotional stability and social harmony. Keywords: Marriage Postponement, Javanese Custom, Maṣlaḥah Mursalah

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga)
Divisions: Fakultas Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 23 Sep 2025 03:17
Last Modified: 23 Sep 2025 03:17
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/40583

Actions (login required)

View Item View Item