Bayu, Alhamid (2025) ANALISIS HUKUM ISLAM TENTANG SURAH AL-BAQARAH (2) : 233 DALAM MELAKUKAN PENYUSUAN ANAK PERSPEKTIF ABDURRAHMAN AS-SA’DI DAN WAHBAH AL-ZUHAILI. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (5MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
ABSTRAK Penyusuan bayi merupakan aktivitas yang sangat penting dilakukan, karena air susu ibu (ASI) merupakan kebutuhan pokok bagi seorang bayi. Nyatanya, tidak semua bayi mendapatkan haknya berupa pemberian ASI secara optimal. Padahal, pemberian ASI secara optimal berperan besar terhadap tumbuh kembang dan daya tahan tubuh anak. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana pemikiran Abdurrahman As-Sa’di dan Wahbah Al-Zuhaili tentang surah Al-Baqarah (2) : 233 dalam melakukan penyusuan anak? Dan bagaimana analisis hukum Islam terhadap pemikiran Abdurrahman As-Sa’di dan Wahbah Al-Zuhaili tentang surah Al-Baqarah (2) : 233 dalam melakukan penyusuan anak?. Metode penelitian yang digunakan di dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Adapun sumber data yang penulis gunakan terbagi menjadi dua, yaitu sumber data primer, dan sumber data sekunder. Sumber data primer berupa kitab Taisir al-Karim al-Rahman dan kitab Tafsir al Munir. Adapun data sekunder yang digunakan adalah referensi yang berkaitan dengan topik penelitian, baik berupa artikel jurnal, skripsi, tesis, dan sumber lainnya. Data dikumpulkan melalui metode dokumentasi, yang kemudian diolah dengan metode editing, systematizing, dan describing. Selanjutnya data dianalisis secara kualitatif dengan metode berpikir induktif. Adapun hasil dari penelitian ini adalah bahwa pemikiran Abdurrahman As-Sa’di dan Wahbah Al-Zuhaili tentang surah Al-Baqarah (2) : 233, yaitu: penyusuan itu sangat dianjurkan bahkan wajib hukumnya dan dilaksanakan selama maksimal dua tahun; seorang ibu yang menyusui bayi, lalu suami dan para ahli waris mefmiliki hak dan kewajiban tertentu yang berkaitan dengan penyusuan; dan penyapihan anak sebelum dua tahun itu diperbolehkan dengan syarat tertentu. Adapun analisis hukum Islam terhadap pemikiran dua ulama kontemporer tersebut adalah diwajibkan bagi suami dan para ahli waris untuk bertanggungjawab atas segala hal yang berkaitan dengan kebutuhan bayi dan ibu yang menyusuinya. Hal ini sesuai dengan kaidah fikih yang berbunyi Ad-Dhararu Yuzal, dan kaidah Dar’u al-Mafasid Muqaddamun ‘ala Jalbi al-Mashalih. Kata Kunci: Hukum Islam, Penyusuan Anak, Tafsir, As-Sa’di, Al-Munir iii ABSTRACT Breastfeeding a baby is a very important activity, because breast milk (ASI) is a basic need for a baby. In fact, not all babies get their rights in the form of optimal breastfeeding. In fact, optimal breastfeeding plays a big role in a child's growth and development and immune system. The formulation of the problem in this research is how do Abdurrahman As-Sa'di and Wahbah Al-Zuhaili think about Surah Al-Baqarah (2): 233 in breastfeeding their children? And what is the Islamic legal analysis of the thoughts of Abdurrahman As-Sa'di and Wahbah Al-Zuhaili regarding Surah Al-Baqarah (2): 233 in breastfeeding? The research method used in this research is library research with a descriptive qualitative approach. The data sources that the author uses are divided into two, namely primary data sources and secondary data sources. Primary data sources are the book Taisir al-Karim al-Rahman and the book Tafsir al-Munir. The secondary data used are references related to the research topic, in the form of journal articles, theses, theses and other sources. Data was collected through documentation methods, which were then processed using editing, systematizing and describing methods. Next, the data was analyzed qualitatively using inductive thinking methods. The results of this research are that Abdurrahman As-Sa'di and Wahbah Al Zuhaili's thoughts regarding Surah Al-Baqarah (2): 233, namely: breastfeeding is highly recommended and even obligatory and is carried out for a maximum of two years; a mother who breastfeeds a baby, then her husband and heirs have certain rights and obligations related to breastfeeding; and weaning children before two years is permitted under certain conditions. The analysis of Islamic law on the thoughts of the two contemporary scholars is that it is obligatory for the husband and heirs to be responsible for all matters relating to the needs of the baby and the mother who breastfeeds it. This is in accordance with the rule of Islamic jurisprudence which states Ad-Dhararu Yuzal, and the rule of Dar'u al Mafasid Muqaddamun 'ala Jalbi al-Mashalih. Keywords: Islamic Law, Child Breastfeeding, Interpretation, As-Sa’di, Al Munir
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 22 Sep 2025 08:02 |
| Last Modified: | 22 Sep 2025 08:04 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/40534 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


