Abdurrahman, Ikrom Fatah (2025) ANALISIS HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP PRAKTIK SEWA MENYEWA LAPAK KANTIN SEKOLAH (Studi pada SMPN 11 Bandar Lampung). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (5MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
ABSTRAK Sewa-menyewa merupakan suatu kegiatan untuk mendapatkan manfaat atas suatu barang tanpa mengurangi zat atas suatu barang. Seperti kegiatan sewa-menyewa lapak kantin yang ada di SMPN 11 Bandar Lampung. Telah diketahui bahwa dalam melakukan sewa-menyewa, kedua belah pihak harus memenuhi persyaratan dalam akad mengenai ketentuan apa saja yang akan dilakukan seperti kejelasan mengenai harga sewa. Tetapi dalam praktiknya, terdapat beberapa pedagang yang tidak melaksanakan persyaratan dalam akad seperti tidak melunasi uang sewa sebelum lapak ditempati selain itu juga terdapat pedagang yang tidak membayar sewa ruko tetapi sudah menempati lapaknya untuk berdagang. Hal ini tentunya akan merugikan pihak sekolah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana praktik sewa menyewa lapak kantin sekolah di SMPN 11 Bandar Lampung dan Bagaimana Analisis Hukum Ekonomi Syariah terhadap praktik sewa menyewa lapak kantin sekolah di SMPN 11 Bandar Lampung Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Hukum Ekonomi Syariah dan Hukum Islam tentang akad sewa menyewa. Kemudian terdapat teori yang kedua yaitu Hukum Islam dalam sewa menyewa yang menekankan konsep Maslahah Mursalah dimana setiap transaksi harus membawa manfaat bagi kedua belah pihak, baik pedagang sebagai penyewa maupun sekolah sebagai pemilik lapak dan tidak menimbulkan kerugian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan narasumber dan dokumentasi serta data sekunder melalui studi kepustakaan yang meliputi buku, peraturan, makalah, dokumen, penelitian sebelumnya, dan lain-lain. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dalam praktiknya kesepakatan sewa menyewa lapak kantin sekolah di SMP N 11 aandar Lampung masih menghadapi kendala, seperti keterlambatan pembayaran uang sewa atau kurangnya pengawasan terhadap pelaksanaan kewajiban. Oleh karena itu, pihak sekolah perlu memperketat pengawasan dan menerapkan sanksi yang adil untuk memastikan kesepakatan berjalan sesuai yang telah disetujui. Kesepakatan ini mencerminkan pentingnya aturan yang jelas dalam mendukung hubungan kerja sama yang saling menguntungkan antara sekolah dan pedagang. Dalam Analisis Hukum Ekonomi Syariah, praktik sewa menyewa lapak kantin sekolah di SMPN 11 Bandar Lampung yang melibatkan pedagang yang tidak melaksanakan persyaratan dalam akad, seperti tidak melunasi uang sewa, terlambat dalam membayar biaya sewa merupakan pelanggaran terhadap prinsip syariah, khususnya amanah dan keadilan. Dalam syariah, pemilik lapak berhak menuntut pelaksanaan akad atau mengajukan pembatalan. Kata Kunci : Sewa Menyewa, Lapak, Analisis Hukum Ekonomi Syariah iii ABSTRACT Renting was an activity to obtain the benefits of an item without diminishing the substance of the item, like the activity of renting stalls in the canteen at SMPN 11 Bandar Lampung. It was known that in conducting rental agreements, both parties had to fulfill the requirements in the contract regarding the terms to be carried out, such as clarity on the rental price and so on. But in practice, there were some traders who did not fulfill the conditions in the contract, such as not paying the rent in full before occupying the stall. In practice, there were also traders who did not pay rent for the shop but had already occupied their stalls to trade. This was certainly detrimental to the school. The formulation of the problem in this research was How was the practice of renting school canteen stalls at SMPN 11 Bandar Lampung and How was the Sharia Economic Law Analysis on the practice of renting school canteen stalls at SMPN 11 Bandar Lampung. The theory used in this study was Sharia Economic Law and Islamic Law on lease agreements. Then there was the second theory, namely Islamic Law in leases, which emphasized the concept of Maslahah Mursalah, where every transaction had to bring benefits to both parties, both traders as tenants and schools as stall owners, and not cause losses.The method used in this study was qualitative research, with primary data obtained through interviews with informants and documentation, and secondary data collected through literature studies, including books, regulations, papers, documents, previous research, and others. This study used field research. The research results concluded that, in practice, the rental agreement for the school canteen stalls at SMPN 11 Bandar Lampung still faced obstacles, such as delays in rent payments or lack of supervision in the implementation of obligations. Therefore, the school authorities needed to tighten supervision and impose fair sanctions to ensure that the agreement was carried out as agreed. This agreement reflected the importance of clear rules in supporting a mutually beneficial cooperative relationship between the school and the vendors. In the analysis of Sharia Economic Law, the practice of renting school canteen stalls at SMPN 11 Bandar Lampung, which involved traders who did not fulfill the conditions in the contract, such as not paying the rent in full and being late in paying the rent, constituted a violation of sharia principles, particularly trust and justice. In Islamic law, the stall owner had the right to demand the fulfillment of the contract or to request its cancellation. Keywords: Renting, Stall, Sharia Economic Law Analysis
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 22 Sep 2025 07:26 |
| Last Modified: | 22 Sep 2025 07:26 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/40513 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


