Devi, Maya Sari (2025) PERSPEKTIF FIQH MUNAKAHAT TERHADAP KESENJANGAN EKONOMI SEBAGAI HAMBATAN PERSETUJUAN ORANG TUA DALAM P ERNIKAHAN (Studi di Desa Tambangan Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (5MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
ABSTRAK Kesenjangan ekonomi merupakan suatu keadaan yang tidak seimbang di masyarakat. Kesenjangan ekonomi menyebabkan kekhawatiran orang tua terhadap rumah tangga anaknya. Kesenjangan ekonomi ini menjadi hambatan persetujuan orang tua dalam pernikahan. Oleh karena itu, penulis tertarik ingin mengkaji dengan judul “Perspektif Fiqh Munakahat Terhadap Kesenjangan Ekonomi Sebagai Hambatan Persetujuan Orang Tua Dalam Pernikahan (Studi di Desa Tambangan Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran).” Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kesenjangan ekonomi sebagai hambatan persetujuan orang tua dalam pernikahan di Desa Tambangan Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran? Dan bagaimana perspektif fiqh munakahat terhadap kesenjangan ekonomi sebagai hambatan persetujuan orang tua dalam pernikahan di Desa Tambangan Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran? Jenis penelitian yang peneliti lakukan adalah jenis penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif. Adapun responden dalam penelitian ini sebanyak 10 orang masyarakat Desa Tambangan Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran yang gagal menikah karena perbedaan stata ekonomi. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisa data dengan reduksi data, data display, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengemukakan bahwa kesenjangan ekonomi sering kali menjadi hambatan persetujuan orang tua dalam pernikahan di Desa Tambangan Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran. Orang tua menilai pasangan anaknya dari segi ukuran kekayaan, kekuasaan, kehormatan dan ilmu pengetahuan. Keluarga dengan status ekonomi lebih baik merasa keberatan jika calon pasangan anaknya berasal dari latar belakang ekonomi yang lebih rendah, karena dianggap dapat mempermalukan keluarga. Perspektif fiqh munakahat terhadap kesenjangan ekonomi sebagai hambatan persetujuan orang tua dalam pernikahan di Desa Tambangan Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran bahwa ekonomi bukanlah bagian dari syarat atau rukun pernikahan. Mayoritas ulama menekankan bahwa kafa’ah tidak boleh menjadi penghalang mutlak bagi pernikahan. Faktor utama yang paling ditekankan adalah agama dan akhlak. Kata kunci : Perspektif Fiqh Munakahat, Kesenjangan Pernikahan. ABSTRACT Economic disparity is an unbalanced condition in society. The gap in economic causes parents to worry about their children's households. This gap in economic becomes an obstacle to parental consent in marriage. Therefore, the author is interested in studying with the title "The Perspective of Fiqh Munakahat on the Gap in Economic as an Obstacle to Parental Consent in Marriage (Study in Tambangan Village, Padang Cermin District, Pesawaran Regency)." The formulation of the problem in this study is how is the gap in economic an obstacle to parental consent in marriage in Tambangan Village, Padang Cermin District, Pesawaran Regency? And how is the perspective of fiqh munakahat on the gap in economic as an obstacle to parental consent in marriage in Tambangan Village, Padang Cermin District, Pesawaran Regency? The type of research that the researcher conducted was a descriptive field research. The respondents in this study were 10 people from Tambangan Village, Padang Cermin District, Pesawaran Regency who failed to get married due to differences in economic status. Data collection techniques were interviews, observations, and documentation. Data analysis techniques were data reduction, data display, and drawing conclusions. The results of the study stated that the gap in economic as an obstacle to parental consent in marriage in Tambangan Village, Padang Cermin District, Pesawaran Regency, namely the size of wealth, power, honor and knowledge. Families with better economic status feel reluctant if their child's prospective partner comes from a lower economic background, because it is considered to be embarrassing to the family. The perspective of fiqh munakahat on the gap in economic as an obstacle to parental approval in marriage in Tambangan Village, Padang Cermin District, Pesawaran Regency, that the practice carried out in society regarding economic which is used as the main consideration in requesting permission for marriage, is not part of the requirements or pillars of marriage and is not used as the main consideration, but what should be used as the first benchmark in seeing a prospective partner is a person's religion. Keywords: Perspective of Fiqh Munakahat, Economic Marriage.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 22 Sep 2025 05:40 |
| Last Modified: | 22 Sep 2025 05:40 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/40471 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


