Bayu, Maulana (2025) PENGARUH PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO, JUMLAH POPULASI, DAN UPAH MINIMUM PROVINSI TERHADAP KETIMPANGAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI PROVIONSI BANTEN TAHUN 2007-2024 DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (5MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (7MB) |
Abstract
ABSTRAK Ketimpangan pendapatan merupakan salah satu fenomena yang sering terjadi dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Persoalan ketimpangan punya makna yang lebih dari sekedar deretan angka. Hal itu berhubungan erat dengan masalah keadilan, keterbukaan informasi, serta pemerataan kesempatan dan akses dari sebuah proses perubahan yang bernama pembangunan. Penyebab terjadinya ketimpangan pendapatan pada berbagai daerah adalah adanya perbedaan komposisi penduduk, sumber daya yang ada, karakteristik berbagai daerah, konsentrasi kegiatan ekonomi wilayah, alokasi dana pembangunan antar daerah serta perbedaan kondisi demografis. Ketimpangan pendapatan yang terjadi di perkotaan dan di pedesaan salah satunya karena ketersediaan lapangan kerja di sektor primer lebih banyak terdapat di kota dibandingkan di desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa pengaruh produk domestik regional bruto, jumlah penduduk dan upah minimum provinsi terhadap ketimpangan pendapatan asli daerah di Provinsi Banten tahun 2007-2024 dalam perspektif ekonomi Islam. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dalam bentuk data time series. Data Time Series dalam penelitian ini menggunakan data 18 tahun terakhir yakni tahun 2007-2024. Sedangkan Cross Section pada penelitian ini menggunakan 1 provinsi yaitu Provinsin Banten. Jenis data yang digunakan merupakan data sekunder yang diambil dari website resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten. Pemilihan model regresi dan uji prasyarat analisis dengan menggunakan alat analisis data yaitu EViews versi 10. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial variabel produk domestik regional bruto (X1) berpengaruh terhadap ketimpangan pendapatan asli daerah di Provinsi Banten tahun 2007-2024, lalu jumlah populasi/penduduk (X2) tidak memiliki pengaruh terhadap ketimpangan pendapatan di Provinsi Banten tahun 2007-2024, kemudian juga upah minimum provinsi (X3) berpengaruh terhadap ketimpangan pendapatan asli daerah di Provinsi Banten tahun 2007-2024. Secara bersamaan variabel produk domestik regional bruto, jumlah populasi/ penduduk dan upah minimum provinsi berpengaruh terhadap ketimpangan pendapatan asli daerah di Provinsi Banten tahun 2007-2024. Kata Kunci : Ketimpangan Pendapatan Asli Daerah, Produk Domestik Regional Bruto, Jumlah Populasi, Upah Minimum Provinsi ABSTRACT Income inequality is a common phenomenon in Indonesian society. The issue of inequality goes beyond mere numbers. It is closely related to issues of justice, information transparency, and equal opportunities and access to the process of change known as development. The causes of income inequality in various regions are differences in population composition, available resources, regional characteristics, the concentration of regional economic activity, the allocation of development funds between regions, and differences in demographic conditions. Income inequality between urban and rural areas is partly due to the greater availability of primary sector jobs in cities than in villages. This study aims to determine the influence of gross regional domestic product, population, and provincial minimum wage on regional income inequality in Banten Province from 2007 to 2024 from an Islamic economic perspective. The data analysis method used in this study is descriptive analysis with a quantitative approach in the form of time series data. Time Series data in this study uses data from the last 18 years, namely 2007 to 2024. While the Cross Section in this study uses 1 province, namely Banten Province. The type of data used is secondary data taken from the official website of the Central Statistics Agency (BPS) of Banten Province. The selection of regression models and analysis prerequisite tests using data analysis tools, namely EViews version 10. The results of this study indicate that partially the gross regional domestic product variable (X1) has an effect on the inequality of local original income in Banten Province in 2007-2024, then the number of population/residents (X2) has no effect on the inequality of income in Banten Province in 2007-2024, then also the provincial minimum wage (X3) has an effect on the inequality of local original income in Banten Province in 2007-2024. Simultaneously the variables of gross regional domestic product, population/residents and provincial minimum wages have an effect on the inequality of local original income in Banten Province in 2007-2024. Keywords: Regional Original Income Inequality, Gross Regional Domestic Product, Population, Provincial Minimum Wage
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 18 Sep 2025 07:51 |
| Last Modified: | 18 Sep 2025 07:51 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/40384 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


