VENI, LIDIA (2025) PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PELESTARIAN BUDAYA LOKAL DI PEKON WAY NUKAK KECAMATAN KARYA PENGGAWA KABUPATEN PESISIR BARAT. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (6MB) |
|
|
PDF
Download (5MB) |
Abstract
ABSTRAK Pelestarian Budaya Lokal adalah upaya dalam menjaga dan merawat tradisi atau kebiasaan di daerah tertentu yang menjadi ciri khas agar tidak hilang. Seperti di Pekon Way Nukak Kecamatan Karya Penggawa Kabupaten Pesisir Barat yang dimana mayoritas masyarakatnya bersuku Lampung dan budaya atau tradisi yang berlaku adalah budaya Lampung seperti budaya Sakai Sambayan dan Nengah Nyappur. Budaya Sakai Sambayan dan Nengah Nyappur dimana adalah tradisi budaya Lampung Pesisir yang biasanya dilakukan pada saat acara pernikahan dan kematian. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu bagaimana pemberdayaan masyarakat dalam pelestarian budaya lokal di Pekon Way Nukak Kecamatan Karya Penggawa Kabupaten Pesisir Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya pemberdayaan masyarakat dalam pelestarian budaya lokal di Pekon Way Nukak Kecamatan Karya Penggawa Kabupaten Pesisir Barat. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (Field Research) yang bersifat kualitatif deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan Teknik Purposive Sampling, sehingga diperoleh 9 orang diantaranya 1 orang dari pemerintahan Pekon, 2 orang dari tokoh adat, 2 orang dari penyimbang adat dan 4 orang dari masyarakat. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan tiga tahapan yaitu melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian pemberdayaan masyarakat dalam pelestarian budaya lokal dilakukan melalui dua tahapan utama, yaitu menanamkan kesadaran dan pembiasaan. Tahap penanaman kesadaran dilakukan dengan memberikan pemahaman, pengetahuan, serta motivasi kepada masyarakat, terutama generasi muda, melalui diskusi, musyawarah budaya, serta pewarisan nilai oleh tokoh adat dan orang tua. Proses ini mampu menumbuhkan rasa bangga, identitas kolektif, serta inisiatif masyarakat untuk tidak hanya memahami tradisi, tetapi juga berinovasi dan mengembangkannya. Sementara itu, tahap pembiasaan dilakukan dengan melibatkan masyarakat secara langsung dalam kegiatan adat, menjadikan tradisi sebagai rutinitas sehari-hari yang memperkuat ikatan sosial, solidaritas, dan karakter masyarakat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemberdayaan masyarakat di Pekon Way Nukak tidak hanya menjaga bentuk fisik budaya, tetapi juga memperkuat identitas sosial, kebersamaan, serta keberlanjutan tradisi di tengah tantangan modernisasi. Kata kunci : Pemberdayaan Masyarakat, Pelestarian Budaya Lokal. ABSTRACT Preservation of Local Culture is an effort to maintain and care for traditions or customs in certain areas that serve as a distinctive identity so they do not disappear. For example, in Pekon Way Nukak, Karya Penggawa District, Pesisir Barat Regency, where the majority of the people are Lampungese, the prevailing culture and traditions are Lampung culture, such as Sakai Sambayan and Nengah Nyappur. These traditions of Lampung Pesisir culture are usually practiced during wedding and funeral ceremonies. The problem formulation of this research is: How is community empowerment carried out in the preservation of local culture in Pekon Way Nukak, Karya Penggawa District, Pesisir Barat Regency? This research aims to describe the efforts of community empowerment in preserving local culture in Pekon Way Nukak, Karya Penggawa District, Pesisir Barat Regency. This study uses field research with a descriptive qualitative approach. The sample was taken using a purposive sampling technique, resulting in 9 respondents consisting of 1 village government representative, 2 traditional leaders, 2 customary elders (penyimbang adat), and 4 community members. Data collection techniques included interviews, observation, and documentation. Data analysis was carried out in three stages: data reduction, data presentation, and verification or conclusion drawing. The results of the study show that community empowerment in the preservation of local culture is carried out through two main stages: awareness building and habituation. The awareness-building stage is conducted by providing understanding, knowledge, and motivation to the community, especially the younger generation, through discussions, cultural deliberations, and the transmission of values by traditional leaders and parents. This process fosters a sense of pride, collective identity, and initiative among the community not only to understand traditions but also to innovate and develop them. Meanwhile, the habituation stage involves direct community participation in traditional activities, making traditions part of daily routines that strengthen social bonds, solidarity, and community character. Thus, it can be concluded that community empowerment in Pekon Way Nukak not only preserves the physical form of culture but also strengthens social identity, togetherness, and the sustainability of traditions amid the challenges of modernization. Keywords: Community Empowerment, Preservation of Local Culture.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Pengembangan Masyarakat Islam |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Pengembangan Masyarakat Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 18 Sep 2025 06:57 |
| Last Modified: | 22 Sep 2025 04:08 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/40373 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


