MEDIKA, FADILAH PERWIRA (2025) KOMUNIKASI PERSUASIF KADER POSYANDU DALAM PENYULUHAN BAHAYA STUNTING DI DESA HAJIMENA KECAMATAN NATAR LAMPUNG SELATAN. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (5MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (6MB) |
Abstract
ABSTRAK Kader Posyandu merupakan bagian dari salah satu garda terdepan dalam penurunan kasus stunting di Indonesia. Salah satu dari tugas kader posyandu yakni melakukan penyuluhan gizi seimbang. Dengan ini, diperlukan komunikasi persuasif yang dilakukan oleh kader posyandu Desa Hajimena dalam membangun kesadaran dan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat merupakan kegiatan yang membutuhkan proses berkelanjutan, dimana dibutuhkan komunikasi yang baik antara pengusul program dengan kelompok sasaran (masyarakat). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana Komunikasi Persuasif Kader Posyandu dalam Penyuluhan Bahaya Stunting di Desa Hajimena Kecamatan Natar Lampung Selatan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Komunikasi Persuasif Kader Posyandu dalam Penyuluhan Bahaya Stunting di Desa Hajimena Kecamatan Natar Lampung Selatan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif yaitu metode menghasilkan data deskriptif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Teknik pengambilan data menggunakan purposive sampling, sumber data primer diperoleh dari wawancara yang dilakukan kepada 1bidan, 5 kader posyandu dan 3 peserta posyandu (masyarakat). Sumber data sekunder diperoleh dari buku, catatan, skripsi, dan jurnal. Teknik pengumpulan data yaitu oberservasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat lima tahapan komunikasi persuasif kader posyandu Desa Hajimena sesuai dengan formula AIDDA, yaitu Attention (memunculkan perhatian) untuk memunculkan perhatian para ibu kader posyandu Desa Hajimena. Interest (Ketertarikan) dengan menumbuhkan minat dan keingintahuan masyarakat melalui media sosial WhatsApp maupun seminar penyuluhan terkait bahaya stunting. Desire (Keinginan) Pada tahapan ini, kader posyandu Desa Hajimena memposting foto di fitur status WhatsApp mengenai anak-anak yang terindikasi stunting. Decision (Keputusan) dengan kader posyandu memberikan penyuluhan terkait bahaya stunting kepada para ibu sehingga mereka memiliki keinginan dan memutuskan untuk rutin datang ke posyandu melakukan konsultasi maupun pemberian vaksin. Tahap terakhir yakni action, Pada tahap ini masyarakat mulai ikut aktif melakukan kegiatan posyandu dan saling bertukar informasi baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara keseluruhan komunikasi persuasif yang dilakukan oleh kader posyandu Desa Hajimena memiliki peran yang signifikan dalam membentuk kesadaran masyarakat dalam bahaya stunting. Kata Kunci : Komunikasi Persuasif, Kader Posyandu, Stunting. ABSTRACT Posyandu cadres are at the forefront of reducing stunting cases in Indonesia. One of their duties is to provide balanced nutrition education. This requires persuasive communication from the Hajimena Village Posyandu cadres to build awareness and empower the community. Community empowerment is a continuous process, requiring good communication between the program proponent and the target group (the community). The research question is: "How Persuasive Communication is Used by Posyandu Cadres in Educating the Children about the Dangers of Stunting in Hajimena Village, Natar District, South Lampung?" The purpose of this study was to determine the persuasive communication of Posyandu cadres in educating the children about the dangers of stunting in Hajimena Village, Natar District, South Lampung. The method used was qualitative, namely a method for generating descriptive data. The type of research used in this study was field research. The data sources used were primary and secondary sources. The data collection technique used purposive sampling. Primary data sources were obtained from interviews conducted with one midwife, five Posyandu (Integrated Service Post) cadres, and three Posyandu participants (community members). Secondary data sources were obtained from books, notes, theses, and journals. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques included data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that there were five stages of persuasive communication by Posyandu cadres in Hajimena Village, according to the AIDDA formula: Attention (attracting attention) to attract the attention of the mothers of Posyandu cadres in Hajimena Village. Interest (attraction) by fostering community interest and curiosity through WhatsApp social media and outreach seminars regarding the dangers of stunting. Desire (desire) At this stage, Posyandu cadres in Hajimena Village posted photos on WhatsApp status of children suspected of stunting. The decision, with Posyandu cadres providing counseling on the dangers of stunting to mothers, led to their desire and decision to regularly attend the Posyandu for consultations and vaccinations. The final stage is action. At this stage, the community begins to actively participate in Posyandu activities and exchange information, both directly and indirectly. Overall, the persuasive communication conducted by Posyandu cadres in Hajimena Village plays a significant role in raising public awareness of the dangers of stunting. Keywords: Persuasive Communication, Posyandu Cadres, Stunting.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 18 Sep 2025 03:41 |
| Last Modified: | 18 Sep 2025 03:41 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/40359 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


