Aan, Purbayoga (2025) TRADISI YASINAN DI BULAN SYA’BAN DI DESA REMANAM JAYA (Kajian Living Qur’an). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (3MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
ABSTRAK Tradisi Yasinan yang berlingkup di wilayah desa Remanan Jaya. Secara general praktik ini memiliki keterikatan dengan praktik living qur‟an yang dilakukan oleh masyarakat Remanan Jaya. Penelitian ini berupaya untuk mengungkap tentang bagaimana berlangsungnya pembacaan surah Yasin setiap bulan Sya‟ban di desa Remanam Jaya tersebut sekaligus mengeksplorasi apa makna tradisi Yasinan yang selalu disandingkan dengan sesajen di desa Remanam Jaya. Metode Penelitian field research dengan pendekatan Sosiologi Karl Menhem dan prosedur penelitian terdiri tahap Perencanaan penelitian,tahapan pelaksanaan,tahapan penulisan Laporan dan menggunakan desain penelitian. Batasan informan yaitu Informan kunci,informan utama dan informan tambahan serta tempat Pelaksanaan di desa Remanam Jaya, kecamatan Warkuk Ranau Selatan, Kabupaten OKU Selatan. Jenis penelitian ini kualitatif dengan teknik Pengumpulan data menggunakan observasi,wawancara dan Dokumentasi. Hasil penelitian ini Menunjukkan bahwa berlangsungnya pembacaan surah Yasin di desa Remanan Jaya yang dilaksanakan pada bulan ruwah (sya‟ban dengan segala prosesi yang melingkupinya, yakni pembacaan surah Yasin yang dilakukan dengan bersama dan pemilik rumah yang membuat bubue. Adapun makna tradisi pembacaan Yasin yang ditinjau dengan menggunakan perspektif Karl Manheim, Pertama, yakni tradisi ini menjadi perantara tersampaikannya do‟a yang ditujukan kepada leluhur adat Semende. Kedua, makna ekspresif yang ditunjukkan dengan keyakinan sebagai representasi kasih sayang dan Ketiga makna dokumenter adalah memperkuat nilai-nilai keagamaan dan sosial di tengah masyarakat yang plural. Kata Kunci: Remanan Jaya, Living Qur’an, Yasin ABSTRACT The Yasinan tradition is practiced in the village of Remanam Jaya. Generally, this practice is closely linked to the living Quran practice practiced by the people of Remanam Jaya. This study seeks to uncover how the Yasin recitation takes place every Sha'ban in Remanam Jaya village and explore the meaning of the Yasinan tradition, which is always accompanied by offerings. The research method used field research using Karl Menhem's sociological approach. The research procedure consisted of research planning, implementation, and report writing, using a research design. The informants were defined as key informants, primary informants, and additional informants. The location of the study was Remanam Jaya village, Warkuk Ranau Selatan sub-district, South OKU Regency. This research was qualitative, with data collection techniques using observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate that the reading of the Yasin surah in the village of Remanan Jaya is carried out in the month of ruwah (Sya'ban) with all the surrounding processions, namely the reading of the Yasin surah which is carried out together and the homeowner who makes bubue. The meaning of the Yasin reading tradition which is reviewed using Karl Manheim's perspective, First, namely this tradition is an intermediary for conveying prayers addressed to the ancestors of the Semende tradition. Second, the expressive meaning shown by belief as a representation of affection and Third, the documentary meaning is strengthening religious and social values in a pluralistic society. Keywords: Remanan Jaya, Living Qur'an, Yasin
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 16 Sep 2025 08:49 |
| Last Modified: | 16 Sep 2025 08:49 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/40299 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


