BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENGEMBANGKAN EFIKASI DIRI REMAJA DI PANTI ASUHAN BUDI MULYA MUHAMMADIYAH KECAMATAN SUKARAME BANDAR LAMPUNG

JESSI, JUNIATI SIBUEA (2025) BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENGEMBANGKAN EFIKASI DIRI REMAJA DI PANTI ASUHAN BUDI MULYA MUHAMMADIYAH KECAMATAN SUKARAME BANDAR LAMPUNG. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of SKRIPSI jesi junita 1,2,5.pdf] PDF
Download (1MB)
[thumbnail of SKRIPSI jesi junita.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK Bimbingan kelompok merupakan metode yang digunakan dalam upaya pengembangan efikasi diri remaja di Panti Asuhan Budi Mulya Muhammadiyah Kecamatan Sukarame Bandar Lampung termasuk dalam kegiatan hallaqoh yang sudah dilaksanakan di Panti Asuhan Budi Mulya Muhammadiyah. Menurut Bandura efikasi diri didefinisikan sebagai keyakinan individu dalam menyelesaikan tugas dan menyelesaikan masalah yang dihadapi. Sehingga bimbingan kelompok di panti asuhan ini berfokus pada pengembangan efikasi diri remaja melalui serangkaian kegiatan yang dirancang untuk membangun kepercayaan diri, keterampilan sosial, dan berpartisipasi aktif dalam berbagai aktivitas. Bimbingan kelompok di panti asuhan ini berlangsung dalam format diskusi dimana remaja berinteraksi dan menemukan solusi satu sama lain. Pengasuh sebagai pemimpin kelompok disini akan memberikan arahan serta materi yang akan membangun efikasi diri remaja dan mengetahui permasalahan apa saja yang ada dalam diri remaja. Sesuai dengan kondisi maka disusunlah skripsi dengan judul “ Bimbingan Kelompok Untuk Mengembangkan Efikasi Diri di Panti Asuhan Budi Mulya Muhammadiyah Kecamatan Sukarame Bandar Lampung “. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang sifat deskriptif yaitu menggambarkan secara lengkap dengan data hasil penelitian yang diperoleh berdasarkan pedoman observasi, pedoman wwancara dan dokumentasi. Sumber data primer dalam penelitian menggunakan metode purposive sampling dimana data yang di dapat melalui pertimbangan tertentu sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari buku, jurnal dan hasil penelitian relevan yang terdahulu. Berdasarkan teori Suharsimi Arikunto dimana subyek dengan populasi kurang dari 100 maka di ambil keseluruhannya namun karena keterbatasan waktu dan biaya penelitian ini hanya mengambil 10% dari populasi keseluruhan dimana jumlah anak asuh yakni 81 orang. Dari 81 tersebut penulis hanya mengambil 8 orang remaja saja. ii iii Sehingga sampel penelitian ini berjumlah 11 orang diantaranya 8 orang remaja panti, 1 orang pengasuh, dan 1 informan yakni kepala panti asuhan dalam rangka menjaga validitas informasi. Dan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil observasi dan wawancara. Teknik anaslisis data dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini terdapat lima tahapan dalam bimbingan kelompok diantaranya: 1) Tahap Pembentukan , yaitu mencakup tahap pengenalan diri, pengelibatan diri, dan ikut serta dalam kehidupan suatu kelompok. 2) Tahap Peralihan, yaitu pemimpin kelompok mencoba menjembatani agar kegiatan bimbingan kelompok dapat berjalan dengan baik. 3) Tahap Kegiatan, yaitu merupakan inti dari pelaksanaan kegiatan kelompok. 4) Tahap Penyimpulan, yaitu mengkoreksi kembali kegiatan yang telah dilaksanakan, 5) Tahap Penutupan yaitu mencakup hasil dari kegiatan kelompok tersebut. Hasil tersebut digunakan untuk mendorong kelompok guna mencapai tujuan yang sesungguhnya. Oleh sebab itu, efikasi diri remaja di Panti Asuhan Budi Mulya Muhammadiyah Kecamatan Sukarame Bandar Lampung perlu dikembangkan lebih lanjut agar remaja dapat mengembangkan dirinya dengan optimal. Kata kunci : Remaja, Efikasi Diri, Bimbingan Kelompok.ABSTRACT Group guidance is a method used in efforts to develop adolescent self-efficacy at the Budi Mulya Muhammadiyah Orphanage, Sukarame District, Bandar Lampung, including in the hallaqoh activities that have been implemented at the Budi Mulya Muhammadiyah Orphanage. According to Bandura, self￾efficacy is defined as an individual's confidence in completing tasks and resolving the problems they face. So group guidance in this orphanage focuses on developing adolescent self-efficacy through a series of activities designed to build self-confidence, social skills, and actively participate in various activities. Group guidance in this orphanage takes place in a discussion format where teenagers interact and find solutions with each other. The caregiver as the group leader here will provide direction and material that will build the teenager's self-efficacy and find out what problems the teenager has. In accordance with the conditions, a thesis was prepared with the title "Group Guidance to Develop Self-Efficacy at the Budi Mulya Muhammadiyah Orphanage, Sukarame District, Bandar Lampung". This type of research is field research with the approach that the author uses in this research is a qualitative approach which is descriptive in nature, namely describing in full the research data obtained based on observation guidelines, interview guidelines and documentation. Primary data sources in research use a purposive sampling method where data is obtained through certain considerations, while secondary data sources are obtained from books, journals and previous relevant research results. Based on Suharsimi Arikunto's theory, all subjects with a population of less than 100 were taken, but due to time and cost limitations, this research only took 10% of the total population, where the number of foster children was 81 people. Of the 81, the author only took 8 teenagers. So the sample for this study consisted of 11 people, including 8 orphanage teenagers, 1 caregiver, and 1 informant, namely the head of the orphanage in order to maintain the validity of the information. And data collection techniques in this research were obtained from observations and interviews. Data analysis techniques in this research include data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this research are five stages in group guidance including: 1) Formation Stage, which includes the stages of self�introduction, self-involvement, and participation in the life of a group. 2) Transition Stage, namely the group leader tries to provide a bridge so that group guidance activities can run well. 3) Activity Stage, which is the core of implementing group activities. 4) Conclusion Stage, namely correcting the activities that have been carried out, 5) Closing Stage, namely covering the results of the group activities. These results are used to encourage the group to achieve its real goals. Therefore, adolescent self-efficacy at the Budi Mulya Muhammadiyah Orphanage, Sukarame Bandar Lampung District needs to be developed further so that adolescents can develop themselves optimally. Keywords: Adolescents, Self-Efficacy, Group Guidance.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Bimbingan Konseling Islam
Divisions: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Bimbingan Konseling Islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 16 Sep 2025 07:51
Last Modified: 16 Sep 2025 07:51
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/40285

Actions (login required)

View Item View Item