M RAMADHAN, PUTRA (2025) IMPLEMENTASI PASAL 19 PERATURAN DAERAH KABUPATEN LAMPUNG UTARA NOMOR 4 TAHUN 2022 TENTANG KETERTIBAN UMUM PERSPEKTIF SIYĀSAH TANFĪŻIYYAH (Studi Pada Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Lampung Utara). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (6MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (6MB) |
Abstract
ABSTRAK Banyaknya badut jalanan yang mulai muncul di ruang publik terutama di Kabupaten Lampung Utara dan pelaku badut jalanan tersebut orang dewasa. Badut jalanan merupakan seseorang yang berkostum badut, dan berkeliling di Lampung Utara seperti di taman santap, islamic center dan mereka mendatangi toko-toko untuk tujuan meminta-minta atau mencari belas kasihan dari orang. Dengan adanya badut jalanan menyebabkan terjadinya kegiatan mengemis. Sedangkan jelas di dalam Pasal 19 Peraturan Daerah lampung Utara Nomor 4 Tahun 2022 tentang Ketertiban Umum yang mana larangan meminta bantuan atau sumbangan untuk diri sendiri, tanpa meminta izin dari penjabat yang berwenang. Permasalahan dalam penelitian ini adalah 1. Bagaimana implementasi Pasal 19 Peraturan Daerah Kabupaten Lampung Utara Nomor 4 Tahun 2022 tentang Ketertiban Umum?, 2. Bagaimana Perspektif Siyāsah Tanfīżiyyah tentang Pasal 19 Peraturan Daerah Kabupaten Lampung Utara Nomor 4 Tahun 2022 tentang Ketertiban Umum?. Jenis penelitian ini merupakan field Research (Penelitian Lapangan). Sifat Penelitian ini bersifat deskriptif analisis yaitu suatu metode penelitian dengan metode pengolahan data dengan cara menganalisa faktor-faktor yang berkaitan dengan objek penelitian dengan penyajian data secara lebih mendalam terhadap objek penelitian. Berdasarkan hasil penelitian kesimpulan dari penelitian ini Implementasi Pasal 19 Peraturan Daerah Kabupaten Lampung Utara Nomor 4 Tahun 2022 tentang Ketertiban Umum, Satuan Polisi Pamong Praja sudah melaksanakan Peraturan Daerah tersebut dengan berbagai cara seperti melakukan penangkapan, penertiban, dan setelah itu memberi pengarahan namun tidak optimal disebabkan karena faktor penghamat yaitu ketidaksediaan sarana dan prasarana tempat penampungan dan kurangnya kesadaran diri oleh pengemis badut. Sedangkan perspektif fiqh Siyāsah Tanfīżiyyah terhadap Implementasi Pasal 19 Peraturan Daerah Kabupaten Lampung Utara Nomor 4 Tahun 2022 tentang Ketertiban Umum. Islam menganjurkan umatnya agar selalu mensyukuri nikmat Allah. Nikmat ini senantiasa di jaga dan di lestarikan agar tercipta peraturan yang baik dan dapat dipatuhi oleh setiap umat manusia. Al-Qur’an tidak secara terangterangan melarang pengemis atau meminta-minta, tetapi Islam melalui AlQur’an dan hadits mendorong umatnya untuk bekerja dan menjaga kehormatan diri, serta hanya meminta ketika sangat membutuhkan. Dalam Al-Qur’an Surah Al Baqarah Ayat 273 menjelaskan bahwa ayat ini memuji sikap tidak meminta-minta dan menunjukkan bahwa menjaga kehormatan diri lebih baik walaupun dalam kekurangan. Kata Kunci: Peraturan Daerah Kabupaten Lampung Utara Nomor 4 Tahun 2022 tentang Ketertiban Umum, Pengemis Badut Jalanan, Fiqh Siyāsah Tanfīżiyyah ABSTRACT Street clowns are people who wear clown costumes and go around such as in dining parks, Islamic centers and they come to shops for the purpose of begging or seeking mercy from people. The presence of street clowns causes begging activities. Even though it is clear in the Regional Regulation of North Lampung Number 4 of 2022 concerning Public Order which prohibits asking for help or donations for oneself, without asking permission from an authorized official. The problems in this study are 1. How is the implementation of Article 19 of the Regional Regulation of North Lampung Regency Number 4 of 2022 concerning Public Order?, 2. What is the perspective of Siyāsah Tanfīżiyyah regarding Article 19 of the Regional Regulation of North Lampung Regency Number 4 of 2022 concerning Public Order?. This type of research is field research. The nature of this research is descriptive analysis, namely a research method with a data processing method by analyzing factors related to the research object with a more in-depth presentation of data on the research object. Based on the research results, the conclusion of this study is the Implementation of Article 19 of the Regional Regulation of North Lampung Regency Number 4 of 2022 concerning Public Order, the Civil Service Police Unit has implemented the Regional Regulation in various ways such as making arrests, controlling, and after that providing direction but not optimally due to inhibiting factors, namely the unavailability of shelter facilities and infrastructure and a lack of self-awareness by clown beggars. Meanwhile, the perspective of fiqh Siyāsah Tanfīżiyyah on the Implementation of Article 19 of the Regional Regulation of North Lampung Regency Number 4 of 2022 concerning Public Order. Islam encourages its followers to always be grateful for Allah's blessings. These blessings are always maintained and preserved so that good regulations are created and can be obeyed by every human being. The Qur'an does not openly prohibit begging or begging, but Islam through the Qur'an and hadith encourages its followers to work and maintain self-respect, and only ask when in dire need. In the Qur'an, Surah Al Baqarah Verse 273 explains that this verse praises the attitude of not begging and shows that maintaining one's honor is better even in times of need. Keywords: ..Regional Regulation of North Lampung Regency Number 4 of 2022 concerning Public Order, Street Clown Beggars, Fiqh Siyāsah Tanfīżiyyah
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Siyasah (Hukum Tata Negara) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Siyasah (Hukum Tata Negara) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 16 Sep 2025 03:59 |
| Last Modified: | 16 Sep 2025 03:59 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/40259 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


