SITI, SALAMAH (2025) SOLIDARITAS SOSIAL MASYARAKAT MULTIETNIS DI PEKON KILUAN KECAMATAN KELUMBAYAN KABUPATEN TANGGAMUS. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (6MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (8MB) |
Abstract
ABSTRAK Masyarakat Pekon Kiluan merupakan masyarakat multietnis dengan beragam suku, diantaranya suku Lampung, suku Jawa, suku Sunda, dan suku Bali. Solidaritas sosial dalam masyarakat yang multietnis menjadi faktor yang utama untuk menciptakan keharmonisan sosial, memperkuat ikatan sosial, dan menciptakan integrasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji solidaritas sosial masyarakat multietnis dan hambatannya di Pekon Kiluan, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana bentuk solidaritas sosial masyarakat multietnis di Pekon Kiluan? dan (2) Apa hambatan- hambatan yang dihadapi oleh masyarakat multietnis dalam membangun solidaritas sosial di Pekon Kiluan? Adapun tujuan penelitian ini adalah mengetahui bentuk solidaritas sosial masyarakat multietnis di Pekon Kiluan dan mengetahui hambatan- hambatan yang dihadapi oleh masyarakat multietnis dalam membangun solidaritas sosial di Pekon Kiluan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara langsung sebagai sumber data primer, serta dokumentasi dan referensi terkait sebagai sumber data sekunder. Penelitian ini melibatkan masyarakat yang terdiri dari berbagai etnis, seperti Jawa, Lampung, Sunda, dan Bali, sebagai subjek penelitian untuk memahami solidaritas sosial yang terjadi di antara mereka. Teknik analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, verifikasi temuan, dan penarikan kesimpulan, guna memperoleh pemahaman yang komprehensif tentang solidaritas sosial masyarakat Pekon Kiluan. Berhasil penelitian menunjukkan bahwa solidaritas sosial masyarakat Pekon Kiluan terbentuk berbagai aktivitas sosial bersama, seperti gotong royong, pembangunan infrastruktur desa seperti jembatan dan siring, serta kegiatan kebersihan dan persiapan acara desa seperti peringatan hari kemerdekaan. Aktivitas ini menunjukkan bahwa solidaritas sosial diwujudkan dalam bentuk kerjasama tanpa memandang perbedaan etnis. Kedua, hambatan-hambatan dalam membangun solidaritas sosial di Pekon Kiluan antara lain adalah keterbatasan waktu yang disebabkan oleh pekerjaan utama mayoritas masyarakat sebagai nelayan dan petani. Hal ini mengakibatkan kurangnya partisipasi dalam kegiatan sosial yang memerlukan waktu lebih banyak. Proses terjadinya solidaritas sosial juga bersifat situasional, yakni hanya terbangun pada saat-saat tertentu ketika ada kebutuhan bersama, seperti saat ada perayaan atau aktivitas sosial yang melibatkan seluruh masyarakat. Kata Kunci: Solidaritas Sosial, Pekon Kiluan, Masyarakat Multietnis. ABSTRACT The Pekon Kiluan community is a multiethnic community with various tribes, including the Lampung, Javanese, Sundanese, and Balinese tribes. Social solidarity in a multiethnic community is the main factor in creating social harmony, strengthening social ties, and creating social integration. This study aims to examine the social solidarity of multiethnic communities and its obstacles in Pekon Kiluan, Kelumbayan District, Tanggamus Regency. The formulation of the problem in this study is: (1) How is the relationship between social solidarity of multiethnic communities in Pekon Kiluan? and (2) What are the obstacles faced by multiethnic communities in building social solidarity in Pekon Kiluan? The purpose of this study is to determine the relationship between social solidarity of multiethnic communities in Pekon Kiluan and to determine the obstacles faced by multiethnic communities in building social solidarity in Pekon Kiluan. This study uses a descriptive qualitative method with data collection techniques through direct interviews as primary data sources, as well as documentation and related references as secondary data sources. This study involved communities consisting of various ethnicities, such as Javanese, Lampungnese, Sundanese, and Balinese, as research subjects to understand the social solidarity that occurs among them. Data analysis techniques were carried out through three stages, namely data reduction, verification of findings, and drawing conclusions, in order to obtain a comprehensive understanding of the social solidarity of the Pekon Kiluan community. The results of the study showed that the social solidarity of the Pekon Kiluan community was formed through various joint social activities, such as mutual cooperation, construction of village infrastructure such as bridges and gutters, as well as cleaning activities and preparation for village events such as the commemoration of Independence Day. These activities show that social solidarity is manifested in the form of cooperation regardless of ethnic differences. Second, the obstacles in building social solidarity in Pekon Kiluan include time constraints caused by the main occupation of the majority of the community as fishermen and farmers. This results in a lack of participation in social activities that require more time. The process of social solidarity is also situational, namely it is only built at certain times when there is a common need, such as when there is a celebration or social activity that involves the entire community. Keywords: Social Solidarity, Pekon Kiluan, Multiethnic Society
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Sosiologi Agama |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Sosiologi Agama |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 16 Sep 2025 03:38 |
| Last Modified: | 16 Sep 2025 03:38 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/40251 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


