ANALISIS HAID DAN NIFAS DALAM PERSPEKTIF TAFSIR AL-KABIR MAFATIHUL GHAIB

Meli, Nurhikmah (2025) ANALISIS HAID DAN NIFAS DALAM PERSPEKTIF TAFSIR AL-KABIR MAFATIHUL GHAIB. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of Meli Nurhikmah Cetak.pdf] PDF
Download (2MB)

Abstract

ABSTRACT: Despite the comprehensive Qur'anic discourse on women's reproductive health, including menstruation (haid) and post-natal bleeding (nifas), there remains a significant gap in understanding among Muslim communities regarding the complete Sharia and health implications of these regulations. Many women are unaware that the Sharia rulings concerning menstruation are not merely ritualistic but embody profound health wisdom, impacting both their worship and well-being. Previous studies have explored the fiqh of menstruation, Al Razi's interpretations, and his tafsir methodology, but none have specifically integrated a textual analysis of Al-Kabir Mafatih Al-Ghaib with contemporary medical perspectives to holistically elucidate the scientific dimensions behind Sharia prohibitions and recommendations regarding menstruation as "adza" (harm/impurity). This study aims to deeply analyze Imam Fakhruddin Ar-Razi's interpretation of haid and nifas in Tafsir Al-Kabir Mafatih Al-Ghaib, particularly concerning QS. Al-Baqarah verse 222, and to establish its relevance to modern reproductive health science. This research adopts a qualitative method with a library research approach. The analytical method employed is tahlili (analytical), focusing on linguistic analysis, asbab al-nuzul (reasons for revelation), connections with other verses and hadith, and an exploration of scholarly opinions and their contextualization. Data was analyzed using content analysis from primary sources (the Qur'an and Tafsir Al-Kabir Mafatih Al-Ghaib) and secondary sources (contemporary medical literature). The findings reveal that Imam Fakhruddin Ar-Razi, through his rational and scientific approach, interpreted menstruation as "adza" (harm/impurity), which aligns with modern medical understanding. The prohibition of sexual intercourse during menstruation and the emphasis on the obligation of ghusl (ritual bath) thereafter are explained as forms of protection for women from infection risks and for maintaining hygiene. Ar-Razi's interpretation of "mahid" as "the place of menstruation" also indicates that the prohibition of sexual intercourse is limited to the intimate organs, not social ostracism. Various physical characteristics of menstrual blood described by Ar-Razi are consistent with the biological characteristics of menstrual blood. Tafsir Al-Kabir Mafatih Al-Ghaib provides a balanced understanding of menstruation, balancing the extremes of ostracism and neglect. Ar-Razi's approach, which integrates Sharia, linguistic, and rational dimensions, underscores that Islamic teachings on menstruation embody moderation and cleanliness, and serve as a form of protection and honoring of women. This interpretation remains highly relevant, offering comprehensive guidance for women's reproductive health, and demonstrates Islam's alignment with modern science. Keywords: Menstruation, Nifas, Tafsir Al-Kabir, Fakhruddin Ar-Razi, Women’s Jurisprudence. ABSTRAK Meskipun Al-Qur'an secara komprehensif membahas kesehatan reproduksi wanita, termasuk haid dan nifas, masih terdapat kesenjangan pemahaman di kalangan masyarakat Muslim mengenai implikasi syariat dan kesehatan dari ketentuan-ketentuan ini. Banyak wanita yang kurang memahami bahwa hukum-hukum syariat terkait haid bukan hanya ritualistik, tetapi juga mengandung hikmah kesehatan mendalam, yang dapat berdampak pada ibadah dan kesejahteraan mereka. Penelitian sebelumnya telah mengkaji fiqh haid, tafsir Al-Razi tentang menstruasi, dan metodologi tafsirnya, namun belum secara spesifik menggabungkan analisis tekstual tafsir Al-Kabir Mafatih Al-Ghaib dengan perspektif medis kontemporer untuk menjelaskan secara holistik dimensi ilmiah di balik larangan dan anjuran syariat terkait haid sebagai "adza" (bahaya/kotoran). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam penafsiran Imam Fakhruddin Ar-Razi dalam Tafsir Al-Kabir Mafatih Al-Ghaib mengenai haid dan nifas, khususnya QS. Al-Baqarah ayat 222, serta merelevansikannya dengan ilmu kesehatan reproduksi modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Metode analisis yang diterapkan adalah tahlili (analitis), yang berfokus pada analisis kebahasaan, asbab al-nuzul, kaitan dengan ayat lain dan hadis, serta penelusuran pendapat ulama dan kontekstualisasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) dari sumber primer (Al-Qur'an dan Tafsir Al-Kabir Mafatih Al-Ghaib) dan sumber sekunder (literatur medis kontemporer). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Imam Fakhruddin Ar-Razi, dengan pendekatannya yang rasional dan ilmiah, menafsirkan haid sebagai "adza" (bahaya/kotoran), yang relevan dengan pemahaman medis modern. Larangan berhubungan intim saat haid dan penekanan pada kewajiban mandi (ghusl) setelahnya, dijelaskan sebagai bentuk perlindungan bagi wanita dari risiko infeksi dan untuk menjaga kebersihan. Penafsiran Ar-Razi tentang "mahid" sebagai "tempat haid" juga mengindikasikan bahwa larangan berhubungan intim terbatas pada organ intim, bukan pengucilan sosial. Berbagai ciri fisik darah haid yang dijelaskan Ar-Razi konsisten dengan karakteristik biologis darah menstruasi. Tafsir Al-Kabir Mafatih Al-Ghaib memberikan pemahaman yang seimbang tentang haid, menyeimbangkan antara ekstremitas pengucilan dan pengabaian. Pendekatan Ar-Razi yang menggabungkan dimensi syariat, linguistik, dan rasional menggarisbawahi bahwa ajaran Islam tentang haid adalah wujud moderasi dan kebersihan, serta bentuk perlindungan dan pemuliaan wanita. Penafsiran ini senantiasa relevan, menawarkan panduan komprehensif bagi kesehatan reproduksi wanita, dan menunjukkan keselarasan Islam dengan sains modern. Kata kunci: : Haid, Nifās, Tafsīr Al-Kabīr, Fakhruddin ar-Razi, Fikih Perempua.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 16 Sep 2025 02:21
Last Modified: 16 Sep 2025 02:21
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/40232

Actions (login required)

View Item View Item