NABILA PRIMA, MAHARANI FABIAN (2025) FENOMENA SOCIAL CLIMBING DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM (STUDI PADA MAHASISWA FAKULTAS SYARI’AH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (6MB) |
|
|
PDF
Download (5MB) |
Abstract
ABSTRAK Fenomena merujuk pada peristiwa atau kejadian yang dapat diamati atau dirasakan, dan dapat terjadi secara alamiah atau bisa juga diciptakan oleh manusia. Fenomena Social Climbing pada mahasiswa di media sosial Instagram adalah fenomena dimana mahasiswa secara aktif menggunakan platform tersebut untuk meningkatkan status sosial, reputasi, dan popularitas mereka. Mereka mungkin memposting foto-foto yang mencerminkan gaya hidup mewah untuk mendapatkan pengakuan dan perhatian dari orang lain. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu, bagaimana fenomena Social Climbing pada mahasiswa pengguna Instagram di fakultas syariah universitas islam negeri Raden Intan Lampung?, dan bagaimana dampak yang ditimbulkan dari adanya fenomena Social Climbing ini terhadap kehidupan sosial keagamaan mahasiswa di fakultas syariah Universita Islam Negeri Raden Intan Lampung? Tujuan penelitian ini yaitu, untuk mengetahui fenomena Social Climbing pada mahasiswa pengguna Instagram di fakultas syariah universitas islam negeri Raden Intan Lampung, dan untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dari adanya fenomena Social Climbing ini terhadap kehidupan sosial keagamaan mahasiswa di fakultas syariah Universita Islam Negeri Raden Intan Lampung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan sifat penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan oberservasi, wawancara dan dokumentasi. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan sosiologis dan psikologis. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu cara berfikir induktif yaitu berawal dari sebuah fakta yang kongkrit dengan langkah-langkah: reduksi data, display data, verifikasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil peneliatan ini menunjukan yang pertama, . berdasarkan temuan di lapangan, dapat disimpulkan bahwa karakteristik social climber pada mahasiswa Fakultas Syari‘ah UIN Raden Intan Lampung mencerminkan pola budaya baru dalam masyarakat digital, yaitu: Selektif dalam berteman berdasarkan nilai simbolik yang ditampilkan secara digital, Fokus pada penampilan visual sebagai sarana utama untuk mendapatkan validasi, dan Memanipulasi kehidupan pribadi untuk menciptakan citra sosial yang diidealkan. Life style dijadikan sebagai alat untuk menunjukkan nilai status sosial individu. Tempat nongkrong dan pakaian dijadikan sebagai symbol ataupun alat untuk menaikkan value diri dalam lingkup sosial hal ini membantu para pelaku Social Climber dalam mencapai tujuannya yaitu mendapatkan pengakuan. Temuan kedua ialah, Perilaku social climber di kalangan mahasiswa memiliki dampak positif seperti memperluas jaringan sosial, memotivasi untuk meraih tujuan, serta mendorong kerja keras dan pengembangan diri; namun di sisi lain, juga dapat menimbulkan dampak negatif seperti kesulitan menjalin hubungan yang autentik, rasa tidak aman, tekanan mental, kehilangan jati diri, dan persaingan tidak sehat, sehingga penting bagi mahasiswa untuk tetap menjaga nilai-nilai diri dan keseimbangan dalam bersosialisasi. Kata Kunci:Fenomena sosial,Climbing,Mahasiswa,Instagram. ABSTRACT A phenomenon refers to an event or occurrence that can be observed or felt, and may happen naturally or be created by humans. The phenomenon of social climbing among university students on the social media platform Instagram is one in which students actively use the platform to enhance their social status, reputation, and popularity. They may post photos that reflect a luxurious lifestyle in order to gain recognition and attention from others. The problem examined in this study is: how does the social climbing phenomenon appear among Instagram-using students in the Faculty of Sharia at the State Islamic University (UIN) Raden Intan Lampung? Furthermore, what impact does this phenomenon have on the social and religious life of students in the Faculty of Sharia at UIN Raden Intan Lampung? The aim of this research is to identify and understand the social climbing phenomenon among Instagram-using students in the Faculty of Sharia at UIN Raden Intan Lampung, and to analyze the impacts that arise from this phenomenon on their social and religious lives. The research method used in this study is a qualitative approach with a descriptive nature. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The study applies both sociological and psychological approaches. The analysis is conducted using an inductive thinking process, which starts from concrete facts and includes the following steps: data reduction, data display, data verification, and drawing conclusions. This study reveals two main findings. First, based on field observations, it can be concluded that the characteristics of social climbers among students of the Faculty of Sharia at UIN Raden Intan Lampung reflect a new cultural pattern in digital society. These characteristics include: being selective in building friendships based on symbolic values displayed digitally, focusing on visual appearance as the primary means of gaining validation, and manipulating personal life to construct an idealized social image. Lifestyle is used as a tool to project one's social status. Hangout spots and clothing choices serve as symbols or instruments to enhance perceived personal value within a social setting. This helps social climbers in achieving their main goal: gaining recognition and social approval. The second finding is that social climbing behavior among university students has both positive and negative impacts. On the positive side, it can help broaden social networks, serve as motivation to achieve goals, and encourage hard work and self-development. On the negative side, it may lead to difficulties in forming authentic relationships, feelings of insecurity, mental pressure, loss of identity, and unhealthy competition. Therefore, it is important for students to maintain personal values and strive for balance in their social interactions. Keywords: Social phenomenon, climbing, students, Instagram.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Sosiologi Agama |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Sosiologi Agama |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 04 Sep 2025 07:28 |
| Last Modified: | 04 Sep 2025 07:28 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/39977 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


