PURA SEBAGAI DESTINASI WISATA DALAM MEMPERTAHANKAN IDENTITAS SOSIAL BUDAYA BALI PADA MASYARAKAT DESA DARMA BUANA KECAMATAN BELITANG II KABUPATEN OKU TIMUR SUMATERA SELATAN

MITA, UTAMI (2025) PURA SEBAGAI DESTINASI WISATA DALAM MEMPERTAHANKAN IDENTITAS SOSIAL BUDAYA BALI PADA MASYARAKAT DESA DARMA BUANA KECAMATAN BELITANG II KABUPATEN OKU TIMUR SUMATERA SELATAN. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of SKRIPSI FUL MITA UTAMI BAB 1 2 DAPUS.pdf] PDF
Download (5MB)
[thumbnail of SKRIPSI FUL MITA UTAMI FULL.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini membahas peran pura sebagai destinasi wisata dalam mempertahankan identitas sosial budaya Bali di Desa Darma Buana, Kecamatan Belitang II, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan. Desa ini merupakan salah satu wilayah transmigrasi yang mayoritas penduduknya berasal dari Bali, sehingga pelestarian nilai-nilai budaya menjadi sangat penting dalam menjaga jati diri masyarakat di tengah lingkungan yang multikultural, keberadaan pura tidak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga berkembang menjadi destinasi wisata budaya yang turut berkontribusi dalam mempertahankan nilai-nilai tradisional Bali. Fenomena ini menunjukkan adanya keterkaitan antara pariwisata dan pelestarian identitas budaya dalam konteks masyarakat lokal. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana upaya masyarakat Desa Darma Buana menjadikan pura sebagai destinasi wisata, serta bagaimana peran pura dalam mempertahankan identitas sosial budaya Bali di tengah arus modernisasi dan akulturasi budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pura dijadikan sebagai destinasi wisata dalam rangka mempertahankan identitas sosial budaya Bali di Desa Darma Buana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data kualitatif dengan sifat deskriptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologis dan antripologi. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi (observasi partisipan), wawancara dan dokumentasi. Informan pada penelitian ini berupa informan kunci, informan utama, dan informan tambahan. Informan dalam penelitian ini terdiri dari tokoh adat, pengelola pura, masyarakat setempat, dan wisatawan. Teori yang digunakan yaitu teori interaksionalisme simbolik oleh George Harbert Mead dan Teori Identitas Budaya oleh Stuart Hall untuk menganalisis dan membahas hasil temuan yang ada di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pelestarian identitas budaya dilakukan melalui pelibatan masyarakat dalam pengelolaan kegiatan wisata berbasis pura, seperti upacara keagamaan terbuka, pementasan seni tradisional, serta pengelolaan homestay dan kerajinan tangan oleh warga lokal. Kehadiran wisatawan yang tertarik dengan budaya Bali turut memberikan nilai tambah secara ekonomi, namun tetap diarahkan untuk menjaga keaslian dan kesakralan pura. Dengan demikian, keberadaan pura sebagai destinasi wisata turut memperkuat identitas sosial budaya Bali di tengah masyarakat perantauan, serta menjadi sarana pewarisan nilai budaya kepada generasi muda. Kata Kunci: Pura, Identitas Sosial Budaya, Wisata Religi, Masyarakat Bali. ABSTRAC This study discusses the role of temples (pura) as tourist destinations in preserving the socio-cultural identity of the Balinese community in Desa Darma Buana, Belitang II Subdistrict, East OKU Regency, South Sumatra. This village is a transmigration area where the majority of the population originates from Bali, making the preservation of cultural values essential for maintaining the community's identity in a multicultural environment. The existence of temples serves not only as centers of religious activity but has also developed into cultural tourism destinations that contribute to the preservation of traditional Balinese values. This phenomenon reflects the interconnection between tourism and cultural identity preservation within the context of the local community. The main issue in this research is how the people of Desa Darma Buana strive to develop temples as tourist destinations and how temples play a role in maintaining the Balinese socio-cultural identity amid modernization and cultural acculturation. The purpose of this research is to understand how temples are utilized as tourism destinations in order to preserve Balinese socio-cultural identity in Desa Darma Buana. This study uses qualitative data with a descriptive nature. It applies sociological and anthropological approaches. Data collection methods include observation (participant observation), interviews, and documentation. The informants in this study consist of key informants, primary informants, and additional informants, including traditional leaders, temple administrators, local residents, and tourists. The theoretical framework uses Symbolic Interactionism by George Herbert Mead and Cultural Identity Theory by Stuart Hall to analyze and interpret the findings. The research results show that the strategy for cultural identity preservation is carried out through community involvement in managing temple-based tourism activities, such as open religious ceremonies, traditional art performances, and the operation of homestays and handicrafts by local residents. The presence of tourists who are interested in Balinese culture provides added economic value, but efforts are made to ensure the authenticity and sanctity of the temples are maintained. Thus, the existence of temples as tourist destinations not only strengthens the Balinese socio-cultural identity among the migrant community but also serves as a medium for passing down cultural values to younger generations. Keywords: Pura, Socio-Cultural Identity, Religious Tourism, Balinese Community.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Sosiologi Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Sosiologi Agama
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 28 Aug 2025 05:39
Last Modified: 28 Aug 2025 05:39
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/39874

Actions (login required)

View Item View Item