IRSADDIN, AZIAN (2025) PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI TENGAH KONFLIK SOSIAL BUDAYA DI PEKON BANJAR AGUNG KECAMATAN LIMAU TANGGAMUS. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (4MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
ABSTRAK Pengembangan masyarakat di tengah konflik sosial budaya yang terjadi dalam suatu komunitas multikultural. Konflik sosial budaya sering kali menjadi hambatan dalam kegiatan-kegiatan sosial. akibat dari konflik itu maka pengembangan masyarakat susah untuk berjalan tanpa hambatan karena dapat mengganggu proses kolaboratif yang dibutuhkan untuk mencapai perubahan sosial, ekonomi, budaya dan upaya pemberdayaan masyarakat, terutama ketika perbedaan nilai, norma, dan identitas budaya tidak dikelola secara konstruktif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus pada Pekon Banjar Agung, Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pengembangan masyarakat di tengah konflik sosial budaya sangat dipengaruhi oleh partisipasi aktif masyarakat, peran fasilitator yang netral, serta pendekatan berbasis kearifan lokal. Intervensi yang mengedepankan dialog antarbudaya, kolaborasi lintas kelompok, dan penguatan identitas kolektif terbukti mampu meredam konflik dan mendorong proses pembangunan sosial yang inklusif. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik purposive sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan dengan pertimbangan kriteria tertentu, berdasarkan kriteria yang penulis berikan maka sampel yang di ambil berjumlah 6 orang. Penelitian ini merekomendasikan model pengembangan masyarakat berbasis rekonsiliasi sosial sebagai pendekatan strategis dalam konteks wilayah yang rentan terhadap konflik budaya. Kata Kunci : Pengembangan Masyarakat, Konflik Sosial Budaya. ABSTRACT Community development strategies amidst socio-cultural conflicts that occur in a multicultural community. Socio-cultural conflicts often become obstacles in social activities. As a result of the conflict, community development is difficult to run without obstacles because it can disrupt the collaborative process needed to achieve social, economic, cultural change and community empowerment efforts, especially when differences in values, norms, and cultural identities are not managed constructively. The method used in this study is a qualitative approach with a case study in Pekon Banjar Agung, Limau District, Tanggamus Regency. Data were obtained through in-depth interviews, participatory observations, and documentation studies. The results of the study indicate that the success of community development amidst socio-cultural conflicts is greatly influenced by active community participation, the role of neutral facilitators, and approaches based on local wisdom. Interventions that prioritize intercultural dialogue, cross-group collaboration, and strengthening collective identity have proven to be able to reduce conflict and encourage an inclusive social development process. In this study, the author used a purposive sampling technique, namely sampling based on consideration of certain criteria, based on the criteria provided by the author, the sample taken was 6 people. This study recommends a community development model based on social reconciliation as a strategic approach in the context of areas vulnerable to cultural conflict. Keywords: Community Development, Social Cultural Conflict.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Pengembangan Masyarakat Islam |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Pengembangan Masyarakat Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 07 Aug 2025 02:43 |
| Last Modified: | 07 Aug 2025 02:43 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/39508 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


