PEMENUHAN NAFKAH KELUARGA YANG DIPEROLEH DARI HASIL USAHA PENUKARAN MATA UANG ASING (VALUTA ASING) PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM (Studi di Desa Taman Baru Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan)

YAHYA, LATIF (2025) PEMENUHAN NAFKAH KELUARGA YANG DIPEROLEH DARI HASIL USAHA PENUKARAN MATA UANG ASING (VALUTA ASING) PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM (Studi di Desa Taman Baru Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of SKRIPSI 2.pdf] PDF
Download (4MB)
[thumbnail of SKRIPSI YAHYA LATIF.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

ABSTRAK Dalam masyarakat Islam, nafkah merupakan kewajiban suami terhadap istrinya dan keluarganya. Nafkah keluarga adalah hak yang dijamin oleh hukum islam, dan sumber-sumber nafkah yang halal sangat ditekankan. Oleh Karena itu, penting untuk memahami apakah usaha penukaran mata uang asing dapat dianggap sebagai sumber nafkah yang halal. Pada era modernisasi ini ada beberapa kasus ditemukan dalam masyarakat yang menjadikan usaha penukaran mata uang asing (valuta asing) sebagai sumber utama penghasilan untuk memenuhi nafkah keluarganya, padahal status dari valuta asing masih belum jelas antara diperbolehkan atau dilarang penggunaannya. Maka dari itu diperlakukan penelitian tentang pemenuhan nafkah keluarga yang diperoleh dari hasil usaha penukaran mata uang asing (valuta asing) menurut perspektif hukum keluarga islam studi kasus salah satu masyarakat di Desa Taman Baru Kec. Penengahan Kab. Lampung Selatan. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah 1) Bagaimana praktik pemenuhan nafkah keluarga yang diperoleh dari hasil usaha penukaran mata uang asing (valuta asing) ? Dan 2) Bagaimana perspektif hukum keluarga islam tentang pemenuhan nafkah keluarga yang diperoleh dari hasil usaha penukaran mata uang asing (valuta asing) ?. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan yaitu (Field research). Sedangkan data yang dikumpulkan berupa data primer dan sekunder waktu dan tempat penelitian, data yang diperoleh menggunakan teknik wawancara langsung, observasi lapangan dan dokumentasi. Berdasarkan hasil dari penelitian ini dapat di tarik kesimpulan bahwa hukum islam memandang mekanisme transaksi money changer tidak terdapat riba dan penghalang kebolehan lainnya. Dengan sah dan diperbolehkannya transaksi money changer maka menjadi sah dan diperbolehkan juga memenuhi nafkah keluarga yang diperoleh dari hasil usaha tersebut, karena halal atau tidaknya suatu nafkah kembali pada bagaimana cara kita mendapatkan nafkah tersebut. Berbeda dengan money changer yang mekanisme transaksinya termasuk pada jenis transaksi yang diperbolehkan , trading forex tidak termasuk kedalam mekanisme transaksi yang diperbolehkan. Dikarenakan tidak memenuhi syarat sah jual beli artinya dalam hukum keluarga islam pemenuhan nafkah keluarga yang diperoleh dari hasil usaha penukaran mata uang asing trading forex tidak diperbolehkan atau diharamkan. Kata kunci : Nafkah, Valuta asing. ABSTRACT In Islamic society, sustenance is the husband's obligation to his wife and family. Family sustenance is a right guaranteed by Islamic law, and halal sources of sustenance are highly emphasized. Therefore, it is important to understand whether foreign exchange business can be considered a halal source of sustenance. In this era of modernization, there are several cases found in society that make foreign exchange business (foreign exchange) as the main source of income to meet the needs of their families, even though the status of foreign exchange is still unclear whether its use is permitted or prohibited. Therefore, a study was conducted on the fulfillment of family sustenance obtained from the results of foreign exchange business (foreign exchange) according to the perspective of Islamic family law, a case study of one of the communities in Taman Baru Village, Penengahan District, South Lampung Regency. The formulation of the problem in this study is 1) How is the practice of fulfilling family livelihoods obtained from the results of foreign exchange business (foreign exchange)? And 2) What is the perspective of Islamic family law on the fulfillment of family livelihoods obtained from the results of foreign exchange business (foreign exchange)?. This type of research is field research, namely (Field research). While the data collected are primary and secondary data from the time and place of the study, the data obtained using direct interview techniques, field observation and documentation. Based on the results of this study, it can be concluded that Islamic law views the money changer transaction mechanism as not containing usury and other obstacles to permissibility. With the validity and permissibility of money changer transactions, it becomes valid and permissible to also fulfill family sustenance obtained from the results of the business, because whether or not a sustenance is halal depends on how we obtain the sustenance. Unlike money changers whose transaction mechanisms are included in the types of transactions that are permitted, forex trading is not included in the permitted transaction mechanisms. Because it does not meet the requirements for valid buying and selling, it means that in Islamic family law, fulfilling family sustenance obtained from the results of foreign exchange trading forex is not permitted or forbidden. Keywords: Living, foreign exchange.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga)
Divisions: Fakultas Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 24 Jul 2025 06:52
Last Modified: 24 Jul 2025 06:52
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/39356

Actions (login required)

View Item View Item