KONFLIK PETANI KELAPA SAWIT PLASMA DENGAN PT. KARYA CANGGIH MANDIRI UTAMA (PT. KCMU) DI PEKON MARANG KECAMATAN PESISIR SELATAN KABUPATEN PESISIR BARAT

HENDRA, SOLIHIN (2025) KONFLIK PETANI KELAPA SAWIT PLASMA DENGAN PT. KARYA CANGGIH MANDIRI UTAMA (PT. KCMU) DI PEKON MARANG KECAMATAN PESISIR SELATAN KABUPATEN PESISIR BARAT. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of Skripsi BAB 1-2- lampiran.pdf] PDF
Download (1MB)
[thumbnail of Skripsi Hendra Full.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK Sektor kelapa sawit telah muncul sebagai komponen penting perekonomian Indonesia, yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan negara dan penciptaan lapangan kerja. Namun, di Pekon Marang, sistem kemitraan yang dimaksudkan untuk menguntungkan petani kecil malah menimbulkan konflik dengan perusahaan besar seperti PT Karya Canggih Mandiri Utama. Para petani telah menyuarakan keluhan mengenai pembagian keuntungan yang tidak adil, ketidakpastian hak atas tanah, dan kondisi kerja yang buruk, yang mengungkap kegagalan sistemik dalam prinsip kemitraan.Penelitian ini merumuskan beberapa Rumusan Masalah yaitu: pertama, Bagaimana metode penyelesaian Konflik Petani Kelapa Sawit Plasma Dengan PT. Karya Canggih Mandiri Utama (PT. KCMU) Di Pekon Marang ? Kedua, Bagaimana hubungan PT. Karya Canggih Mandiri Utama (PT.KCMU) dengan Masyarakat Pekon Marang pasca konflik ?. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Metode yang dipilih memengaruhi keberhasilan penelitian, terutama dalam studi kualitatif yang mengeksplorasi perilaku individu dan kelompok. Penelitian ini berfokus pada konflik antara petani kelapa sawit plasma dengan PT Karya Canggih Mandiri Utama di Pekon Marang, dengan menggunakan pendekatan deskriptif dan sosiologis. Data dikumpulkan dari sumber primer melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, didukung oleh data sekunder dari literatur yang relevan. Informan kunci meliputi tokoh masyarakat dan petani yang terlibat dalam konflik. Analisis data mencakup kategorisasi, penyajian, dan verifikasi, yang berpuncak pada kesimpulan yang ditarik melalui metode deduktif untuk menyelesaikan masalah yang teridentifikasi. Hasil penelitian menunjukan Penyelesaian Konflik dilakukan melalui tiga pendekatan yang saling terkait, yaitu peacemaking, peacekeeping, dan peacebuilding. Peacemaking berfokus pada mediasi dan perundingan untuk mencapai kesepakatan yang adil antara kedua belah pihak. Peacekeeping bertujuan untuk menjaga stabilitas perdamaian setelah konflik, dengan memastikan pelaksanaan kesepakatan yang telah dibuat dan mencegah eskalasi lebih lanjut. Sementara itu, peacebuilding merupakan upaya jangka panjang untuk memperkuat hubungan antara PT. KCMU dan petani plasma, menciptakan sistem yang lebih transparan, serta mencegah terjadinya konflik di masa depan. Hubungan Pasca-Konflik antara PT. KCMU dan masyarakat Pekon Marang berkembang menjadi hubungan sosial asosiatif yang positif. Kedua belah pihak terlibat dalam kerja sama yang saling menguntungkan melalui proyek pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, dan pengelolaan pertanian berkelanjutan. Proses akomodasi dan integrasi tercapai melalui negosiasi untuk menyelesaikan ketegangan yang ada dan membentuk komite bersama untuk merencanakan kegiatan masa depan. Hubungan yang terjalin ini menciptakan kesejahteraan bersama yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat Pekon Marang dan perusahaan. Kata Kunci : Konflik, Petani Kelapa sawit Plasma, PT Karya Canggih Mandiri Utama. ABSTRACT The palm oil sector has emerged as an important component of the Indonesian economy, making a significant contribution to state revenue and job creation. However, in Pekon Marang, the partnership system that was intended to benefit small farmers has instead led to conflicts with large companies such as PT Karya Canggih Mandiri Utama. Farmers have voiced complaints regarding unfair distribution of profits, uncertain land rights, and poor working conditions, which reveal systemic failures in the partnership principle. This research formulates several problem statements, namely: first, what is the method for resolving the conflict between plasma palm oil farmers and PT. Karya Sophisticated Mandiri Utama (PT. KCMU) in Pekon Marang? Second, what is the relationship between PT. Karya Sophisticated Mandiri Utama (PT.KCMU) with the Pekon Marang Community after the conflict? The research method used is a descriptive qualitative method. The method chosen influences the success of the research, especially in qualitative studies that explore individual and group behavior. This research focuses on the conflict between plasma palm oil farmers and PT Karya Canggih Mandiri Utama in Pekon Marang, using a descriptive and sociological approach. Data was collected from primary sources through interviews, observation and documentation, supported by secondary data from relevant literature. Key informants include community leaders and farmers involved in the conflict. Data analysis includes categorization, presentation, and verification, culminating in conclusions drawn through deductive methods to resolve identified problems. The results of the study show that Conflict Resolution is carried out through three interrelated approaches, namely peacemaking, peacekeeping, and peacebuilding. Peacemaking focuses on mediation and negotiation to reach a fair agreement between the two parties. Peacekeeping aims to maintain the stability of peace after the conflict, by ensuring the implementation of the agreements that have been made and preventing further escalation. Meanwhile, peacebuilding is a long-term effort to strengthen the relationship between PT. KCMU and plasma farmers, create a more transparent system, and prevent future conflicts. The Post-Conflict Relationship between PT. KCMU and the Pekon Marang community has developed into a positive associative social relationship. Both parties are involved in mutually beneficial cooperation through infrastructure development projects, community empowerment, and sustainable agricultural management. The accommodation and integration process is achieved through negotiations to resolve existing tensions and form a joint committee to plan future activities. This relationship creates more sustainable shared prosperity for the Pekon Marang community and the company. Keywords: Conflict, Plasma Palm Oil Farmers, PT Karya Canggih Mandiri Utama.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Sosiologi Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Sosiologi Agama
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 24 Jul 2025 02:33
Last Modified: 24 Jul 2025 02:33
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/39340

Actions (login required)

View Item View Item