SUCI, NUR KHOTIMAH (2025) ICE BREAKING SEBAGAI METODE UNTUK MENINGKATKAN KOMUNIKASI VERBAL ANAK USIA DINI. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (3MB) |
Abstract
ABSTRAK Rendahnya keterampilan komunikasi verbal pada anak usia dini sering disebabkan oleh kurangnya metode pembelajaran yang menarik dan interaktif, sehingga anak kurang termotivasi untuk berbicara. Suasana pembelajaran yang monoton membuat anak sulit merespons, menyampaikan ide, atau berpartisipasi aktif. Ice breaking dapat menjadi solusi untuk menciptakan pembelajaran yang interaktif dan mengurangi keterlambatan komunikasi verbal pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ice breaking terhadap keterampilan komunikasi verbal anak, mengeksplorasi proses penerapannya dalam kegiatan pembelajaran, serta mengidentifikasi strategi yang efektif untuk meningkatkan keterampilan komunikasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Tahapan penelitian meliputi perancangan, pelaksanaan, pengumpulan data dan analisis data. Objek penelitian mencakup guru dan seluruh siswa di PAUD. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ice breaking secara rutin dapat meningkatkan keterampilan komunikasi verbal anak. Sebelum intervensi, 30% anak berani berbicara, 35% menguasai kosakata, dan 30% mampu menyusun kalimat. Setelah intervensi, angkanya meningkat menjadi 80%, 85%, dan 75%. Artinya, anak lebih percaya diri, memiliki kosakata lebih luas, dan mampu berbicara runtut. Partisipasi aktif naik dari 25% menjadi 80%, dan interaksi sosial dari 30% menjadi 85%, menunjukkan keterlibatan dan kemampuan berkomunikasi anak makin berkembang. Temuan ini menegaskan bahwa ice breaking efektif dalam mengembangkan komunikasi verbal anak usia dini. Kata Kunci : Ice Breaking; Komunikasi Verbal; Pembelajaran Anak Usia Dini ABSTRACT 2 The low verbal communication skills in early childhood are often caused by a lack of engaging and interactive learning methods, resulting in children being less motivated to speak. A monotonous learning environment makes it difficult for children to respond, express ideas, or participate actively. Ice breaking can be a solution to create interactive learning and reduce delays in verbal communication among children. This research aims to analyze the impact of ice breaking on children's verbal communication skills, explore the process of its application in learning activities, and identify effective strategies to enhance communication skills. The research method used is a descriptive qualitative method. The stages of the research include design, implementation, data collection, and data analysis. The research subjects include teachers and all students in early childhood education. Data was collected through observation, interviews, and documentation. The research findings indicate that regular ice breaking can improve children's verbal communication skills. Before the intervention, 30% of children were willing to speak, 35% mastered vocabulary, and 30% were able to form sentences. After the intervention, these figures increased to 80%, 85%, and 75%, respectively. This means that children are more confident, have a broader vocabulary, and can speak coherently. Active participation rose from 25% to 80%, and social interaction increased from 30% to 85%, demonstrating that children's engagement and communication abilities are developing further. These findings affirm that ice breaking is effective in developing verbal communication in early childhood. Keyword : Ice Breaking; Verbal Communication; Early Childhood Learning
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Pendidikan Islam Anak Usia Dini |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Islam Anak Usia Dini |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 23 Jul 2025 05:11 |
| Last Modified: | 23 Jul 2025 05:11 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/39327 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


