Sarmedi, Sarnan (2025) GENCATAN SENJATA PALESTINA DAN ISRAEL PERSPEKTIF FIQH SIYASAH DAULIYAH. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (1MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
ABSTRAK Konflik Palestina dan Israel merupakan sebuah masalah sentral dan krusial di kawasan Timur Tengah. Konflik dan resolusi konflik ini pun menjadi salah satu isu yang tetap saja menonjol di dalam perkembangan studi politik di dunia. Gencatan senjata telah dilakukakan untuk mengurangi konflik yang terjadi, meskipun sering kali gencatan senjata tersebut hanya bersifat sementara dan tidak memiliki kekuatan untuk dipertahakan. Gencatan senjata yang disepakati antara Israel dan Hamas pada tahun 2025 menjadi titik penting dalam dinamika politik Timur Tengah. Adapun rumusan masalah sebagai berikut; bagaimanakah gencatan senjata Palestina dan Israel ? dan bagaimanakah gencatan senjata Palestina dan Israel perspektif fiqh siyasah dauliyah. Jenis penelitian ini merupakan penelitian Kepustakaan (Library Research). Dilihat dari sifatnya penelitian ini bersifat deskriptif analitis. Data pada penelitian ini dikategorikan sebagai data sekunder. Metode pengumpulan data yang di lakukan dengan cara menelusuri survey kepustakaan dan studi literatur yang terkait dengan gencatan senjata palestina dan israel perspektif fiqh siyasah dauliyah. Teknik pengelolaan data dilakukan dengan cara pemeriksaan data (editing), dan sistematisasi data (systematizing). Metode analisis data yang digunakan adalah penelitian kualitatif adalah peneliti yang memiliki tingkat kritisme yang lebih dalam semua proses penelitian. Adapun hasil penelitian dalam penulisan skripsi ini adalah gencatan senjata yang dilakukan oleh Palestina dan Israel tidak pernah menemukan titik terak dikarenakan banyak pihak-pihak yang ingin diuntungkan dari gencatan senjata ini, selain itu gencatan senjata sering kali dianggap sebagai solusi sementara dalam konflik Palestina dan Israel tidak selalu mencerminkan solusi berbasis kontrak sosial yang sejati. Gencatan senjata yang terjadi di tahun 2025 lebih memperlihatkan kekuatan yang telah melemah yang dimiliki Hamas terhadap dinamika kekuasaan yang dimiliki oleh Israel dibandingkan sebagai kontrak sosial sejati untuk kehidupan yang damai tanpa peperangan. Gencatan senjata dalam perspektif fiqh siyasah dauliyah adalah pengaturan hubungan internasional yang bertujuan untuk mengakhiri atau menunda pertempuran diantara kedua belah pihak yang sedang bersengketa. Dalam fiqh siyasah dauliyah gencatan senjata adalah salah satu bentuk perjanjian internasional yang mengatur antar negara masing masing, di mana gencatan senjata tersebut harus dihormati oleh kedua belah pihak yang sedang berkonflik. Kata Kunci : Fiqh Siyasah Dauliyah, Gencatan Senjata, Israel, Palestina. ABSTRACT The Palestinian-Israeli conflict is a central and crucial issue in the Middle East region.The conflict and its resolution have become one of the prominent issues in the development of political studies worldwide. Ceasefires have been implemented to reduce the ongoing conflict, although these ceasefires are often temporary and lack the strength to be maintained.The ceasefire agreed upon between Israel and Hamas in 2025 became a significant point in the dynamics of Middle Eastern politics.The formulation of the problem is as follows: how is the ceasefire between Palestine and Israel?and how is the ceasefire between Palestine and Israel from the perspective of fiqh siyasah dauliyah. The type of research is Library Research.Viewed from its nature, this research is descriptive-analytical.The data in this study is categorized as secondary data.The method of data collection was carried out by conducting a literature survey and literature study related to the Palestinian-Israeli ceasefire from the perspective of fiqh siyasah dauliyah.Data management techniques are carried out through data editing and data systematization.The data analysis method used is qualitative research, which involves researchers with a higher level of critical thinking throughout all stages of the research process. The results of the research in this thesis indicate that the ceasefire between Palestine and Israel has never reached a conclusive point due to many parties wanting to benefit from this ceasefire. Furthermore, ceasefires are often considered a temporary solution in the Palestine Israel conflict and do not always reflect a true social contract-based solution.The ceasefire that occurred in 2025 more clearly shows the weakened power of Hamas compared to the power dynamics held by Israel, rather than being a true social contract for a peaceful life without war.A ceasefire in the perspective of fiqh siyasah dauliyah is an arrangement of international relations aimed at ending or postponing the conflict between the two disputing parties.Ceasefire in the perspective of fiqh siyasah dauliyah is the regulation of international relations aimed at ending or postponing hostilities between two disputing parties. In fiqh siyasah dauliyah, a ceasefire is a form of international agreement that regulates between each country, where the ceasefire must be respected by both parties in conflict Keywords: Fiqh Siyasah Dauliyah, Ceasefire, Israel, Palestine.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Siyasah (Hukum Tata Negara) |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 21 Jul 2025 04:35 |
| Last Modified: | 21 Jul 2025 04:35 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/39225 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


