DINA, AULIA SAPUTRI (2025) KONSEP PUBERTAS KEDUA DALAM PERNIKAHAN PERSPEKTIF MAṢLAḤAH MURSALAH (Studi Pada Masyarakat Desa Wono Agung Kecamatan Rawajitu Selatan Kabupaten Tulang Bawang). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (6MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (7MB) |
Abstract
ABSTRAK Pernikahan merupakan sebuah komitmen seumur hidup yang membutuhkan lebih dari sekedar kedewasaan fisik. Kehidupan manusia senantiasa mengalami perkembangan dan perubahan. Perkembangan pada dasarnya melibatkan pertumbuhan, yang berarti bertambahnya usia, menjadi tua dan akhirnya meninggal. Setiap rentang kehidupan manusia akan menghadapi masa paruh baya atau middle age, yang disebut juga sebagai masa transisi memasuki usia lanjut. Terdapat dua masa transisi pada kehidupan seseorang, yaitu saat remaja dan paruh baya. Konsep "Pubertas kedua" dalam pernikahan merujuk pada periode di mana pasangan suami istri mengalami transformasi atau perubahan dalam hubungan mereka setelah melewati masa awal pernikahan mereka yang telah mencapai rentang usia antara 40-60 tahun yang kemudian konsep pubertas masyarakat Desa Wono Agung akan dilihat dari perspektif Maṣlaḥah Mursalah. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah: 1) Bagaimana konsep pubertas kedua dalam pernikahan di Desa Wono Agung Kecamatan Rawajitu Selatan Kabupaten Tulang Bawang? 2) Bagaimana perspektif Maṣlaḥah Mursalah terhadap konsep pubertas kedua dalam pernikahan di Desa Wono Agung Kecamatan Rawajitu Selatan Kabupaten Tulang Bawang?. Teori yang digunakan meliputi Konsep pubertas kedua dalam pernikahan, dan Perpsektif Maṣlaḥah Mursalah. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research), teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder, dengan informan yang berjumlah 4 orang. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa konsep pubertas kedua dalam pernikahan masyarakat Desa Wono Agung ditandai oleh perubahan emosional dan fisik pada usia 40–60 tahun. Perempuan cenderung mengalami ketidakstabilan hormon, gelisah, dan sensitif akibat fase menopause, sedangkan laki-laki menunjukkan perubahan perilaku, penampilan, dan dorongan eksistensial akibat kejenuhan dalam pernikahan. Dalam perspektif Maṣlaḥah Mursalah, fenomena ini dipandang sebagai masalah sosial yang nyata dan berdampak terhadap keutuhan rumah tangga. Maṣlaḥah Mursalah sebagai metode ijtihad kontekstual dalam hukum Islam, berperan penting dalam memberikan solusi atas krisis ini dengan menekankan pencegahan kerusakan (mafsadat) dan penjagaan kemaslahatan (maṣlaḥah). Sebagaimana dijelaskan Imam al-Syāṭibī, syarat maslahat mencakup kesesuaian dengan syariat, menjaga kebutuhan pokok (ḥājat), dan bersifat nyata. Oleh karena itu, penanganan pubertas kedua harus dilakukan secara spiritual, sosial, dan syar„i, agar dapat menjadi sarana memperkuat rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Kata Kunci: Pubertas Kedua, Pernikahan, Maṣlaḥah Mursalah. ABSTRACT Marriage is a lifelong commitment that requires more than just physical maturity. Human life is constantly undergoing development and change. Development basically involves growth, which means getting older, getting old and eventually dying. Every human life span will face middle age or middle age, which is also called the transition period into old age. There are two transitional periods in a person's life, namely adolescence and middle age. The concept of " second puberty" in marriage refers to the period in which married couples undergo transformation or change in their relationship after passing the initial period of their marriage which has reached the age range between 40-60 years and then the concept of puberty in the community of Wono Agung Village will be seen from the perspective of the community of Wono Agung Village. The formulation of the problem in this study is: 1) What is the concept of second puberty in marriage in Wono Agung Village, South Rawajitu District, Tulang Bawang Regency? 2) What is the perspective of the Maṣlaḥah Mursalah towards the concept of second puberty in marriage in Wono Agung Village, South Rawajitu District, Tulang Bawang Regency?. The theories used include the concept of second puberty in marriage, and the Perspective of Maṣlaḥah Mursalah. The research methods used are qualitative methods with the type of field research, data collection techniques through interviews and documentation. The data sources used consisted of primary data and secondary data, with 4 informants. The results of the study show that the concept of a second puberty in the marriages of the Wono Agung village community is marked by emotional and physical changes occurring between the ages of 40–60. Women tend to experience hormonal instability, restlessness, and heightened sensitivity due to the menopausal phase, while men exhibit changes in behavior, appearance, and existential drive, often triggered by marital fatigue. From the perspective of Maṣlaḥah Mursalah, this phenomenon is regarded as a real social issue that affects the integrity of the household. Maṣlaḥah Mursalah, as a contextual method of ijtihad in Islamic law, plays a crucial role in offering solutions to this crisis by emphasizing the prevention of harm (mafsadat) and the preservation of benefit (maṣlaḥah). As explained by Imam al-Syāṭibī, the conditions of maṣlaḥah include its consistency with the sharia, its role in preserving essential needs (ḥājat), and its basis in real circumstances. Therefore, the handling of the second puberty must involve spiritual, social, and sharia-based approaches, so that it may serve as a means to strengthen a household grounded in sakinah, mawaddah, and rahmah. Keywords: Second Puberty, Marriage, Maṣlaḥah Mursalah.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 21 Jul 2025 04:05 |
| Last Modified: | 21 Jul 2025 04:05 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/39217 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


