ALANNUSYAWAL, GUFRAN (2025) STRATEGI KOMUNIKASI DAKWAH TAKMIR MASJID DALAM PENINGKATAN IBADAH JAMA’AH (Studi Pada Masjid Al-Ishlah Kelurahan Bukit Kemiling Permai, Kecamatan Kemiling Kota Bandar Lampung). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (5MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (6MB) |
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini mengeksplorasi strategi komunikasi dakwah yang digunakan takmir Masjid Al-Ishlah di Kelurahan Bukit Kemiling Permai, Bandar Lampung, untuk meningkatkan kualitas ibadah dan partisipasi jamaah. Fokusnya adalah cara takmir merancang pesan dakwah yang informatif, mudah dipahami, dan mengajak masyarakat agar lebih aktif beribadah. Penelitian menggambarkan secara rinci program-program unggulan masjid, seperti pengajian rutin, kegiatan sosial, dan metode penyampaian dakwah yang disesuaikan dengan kebutuhan jamaah. Takmir tidak hanya berperan sebagai pengurus masjid, tetapi juga sebagai pendamping yang membangun komunitas religius yang solid dan penuh kekeluargaan. Selain itu, penelitian ini menganalisis hubungan antara teori komunikasi efektif dan praktik dakwah di tengah masyarakat. Dengan mempertimbangkan budaya lokal, takmir berupaya menciptakan suasana ibadah yang nyaman dan bermakna. Misalnya, penggunaan bahasa sehari-hari dalam ceramah atau memanfaatkan media sosial untuk menjangkau kalangan muda. Hasilnya, jamaah merasa lebih terlibat dan masjid pun menjadi hidup dengan berbagai kegiatan keagamaan. Melalui pendekatan deskriptif, penelitian ini memberikan gambaran utuh tentang peran takmir dalam memakmurkan masjid, mulai dari perencanaan program hingga evaluasi partisipasi jamaah. Tujuannya adalah agar strategi ini dapat menjadi contoh bagi masjid lain dalam meningkatkan kualitas dakwah secara menyeluruh. Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data primer diperoleh langsung dari pengurus Takmir Masjid Al-Ishlah, meliputi Ketua DKM, Sekretaris, Bendahara, Penasihat, serta para Wakil Ketua yang membidangi urusan idarah (manajemen), imarah (keagamaan), dan riayah (pemeliharaan). Sementara itu, data sekunder bersumber dari dokumen pendukung seperti arsip, catatan rapat, dan laporan kegiatan masjid. Untuk mengumpulkan data, peneliti menggunakan tiga teknik utama, yaitu wawancara mendalam dengan narasumber terkait, observasi langsung di lingkungan masjid, serta analisis dokumen yang relevan. Proses analisis data mengikuti model Miles dan Huberman, yang terdiri dari empat tahap: (1) pengumpulan data, (2) reduksi data untuk memilah informasi penting, (3) penyajian data dalam bentuk tabel atau narasi, dan (4) penarikan kesimpulan berdasarkan temuan yang sistematis. Metode ini dipilih agar hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi dakwah yang diterapkan oleh takmir Masjid Al Ishlah adalah 1) Strategi Komunikasi Dakwah Informatif melalui kegiatan dakwah, salah satunya adalah perayaan hari raya besar Islam seperti Idul fitri dan Idul adha. 2) Strategi Komunikasi Dakwah Persuasif melalui kegiatan dakwah, salah satunya adalah pengajian rutin, istigasah. 3) Strategi Komunikasi Edukatif melalui kegiatan dakwah, salah satunya adalah majelis taklim dan kajian kitab. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa keberhasilan peningkatan ibadah jamaah sangat ditopang oleh perencanaan yang matang, metode komunikasi yang adaptif, serta pengelolaan sarana dan prasarana yang menunjang kenyamanan jamaah. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan pengembangan strategi komunikasi yang lebih inovatif dan kolaboratif agar dakwah di masjid dapat terus relevan dengan perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat. Kata Kunci; Strategi Komunikasi, Dakwah Takmir, Ibadah Jamaah, dan Masjid Al-Ishlah. ABSTRACT This study explores the communication strategies used by the administrators of Al-Ishlah Mosque in Bukit Kemiling Permai Village, Bandar Lampung, to improve the quality of worship and congregation participation. The focus is on how the mosque management designs informative, easy-to-understand da'wah messages that encourage the community to be more active in worship. The study details the mosque's flagship programmes, such as regular religious study sessions, social activities, and da'wah delivery methods tailored to the needs of the congregation. The mosque management committee does not merely act as administrators but also as mentors fostering a strong, close-knit religious community. Additionally, the study analyses the relationship between effective communication theory and da'wah practices within the community. Considering local culture, the committee strives to create a comfortable and meaningful worship environment. For instance, using everyday language in sermons or leveraging social media to engage younger audiences. As a result, congregants feel more engaged, and the mosque comes alive with various religious activities. Through a descriptive approach, this study provides a comprehensive overview of the role of mosque administrators in revitalising the mosque, from programme planning to evaluating congregant participation. The aim is for this strategy to serve as a model for other mosques in enhancing the overall quality of da'wah. This research is a type of field research with a descriptive qualitative approach. Primary data was obtained directly from the administrators of the Al-Ishlah Mosque, including the Head of the DKM, Secretary, Treasurer, Advisor, and Deputy Heads in charge of idarah (management), imarah (religious affairs), and riayah (maintenance). Meanwhile, secondary data was sourced from supporting documents such as archives, meeting minutes, and mosque activity reports. To collect data, the researcher used three main techniques, namely in-depth interviews with relevant informants, direct observation in the mosque environment, and analysis of relevant documents. The data analysis process followed the Miles and Huberman model, which consists of four stages: (1) data collection, (2) data reduction to identify important information, (3) data presentation in the form of tables or narratives, and (4) drawing conclusions based on systematic findings. This method was chosen to ensure that the research results are scientifically accountable. The results of this study indicate that the communication strategies implemented by the Al Ishlah Mosque management are 1) Informative Communication Strategies through da'wah activities, one of which is the celebration of major Islamic holidays such as Eid al Fitr and Eid al-Adha. 2) Persuasive Communication Strategies through da'wah activities, one of which is regular recitation of the Qur'an and istigasah. 3) Educational Communication Strategy through da'wah activities, such as religious study sessions and book discussions. The study's conclusion emphasises that the success in enhancing congregational worship is greatly supported by thorough planning, adaptive communication methods, and the management of facilities and infrastructure that enhance congregational comfort. Therefore, this study recommends the development of more innovative and collaborative communication strategies to ensure that da'wah activities in mosques remain relevant to the changing times and the needs of society. Keywords; Communication Strategy, Takmir Da'wah, Congregational Worship, and Al-Ishlah Mosque.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 14 Jul 2025 04:35 |
| Last Modified: | 14 Jul 2025 04:35 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/39102 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


