Laviola, Vika Auliya (2025) HUBUNGAN KONSEP DIRI DAN POLA ASUH ORANG TUA OTORITER DENGAN SELF CRITICISM PADA REMAJA. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (2MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
ABSTRAK Masa remaja, mereka memiliki ambisi yang semakin meninggi, sering tidak realistis, dan pemikirannya terlalu idealis. Sensitivitasnya terhadap penilaian orang lain juga sangat tinggi, sehingga ucapan-ucapan yang biasanya dianggap „biasa‟, pada masa remaja ini menjadi terasa menyakitkan atau menyedihkan. Seringkali remaja menyalahkan diri sendiri karena sesuatu yang tidak mereka terima di kehidupan nyata. Sehingga, dengan kata lain remaja seringkali memiliki penilaian atau kritik terhadap dirinya sendiri ketika berinteraksi dalam kehidupan sosialnya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui antara konsep diri dan pola asuh otoriter dengan self criticism pada remaja, penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan subjek sebanyak 130 Remaja. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling, pengumpulan data menggunakan Skala self criticism berjumlah 23 aitem (ɑ=0,882), skala konsep diri berjumlah 36 aitem (ɑ=0,909), skala pola asuh berjumlah 31 aitem (ɑ=0,913). Teknik analisi yang digunakan dalam penelitian adalah analisi regresi berganda dengan bantuan software SPSS versi 25 for windows. Hasil penelitian menunjukan nilai r= 0.683 dan nilai F=169.427 dengan taraf signifikan p<0.000. artinya ada hubungan yang signifikan antara konsep diri dan pola asuh otoriter dengan self criticsm pada remaja. Selain itu terdapat hubungan negatif yang signifikan antara konsep diri dengan self criticsm pada remaja (r= 0,819; p<0.000). Dan terdapat hubungan positif yang signifikan antara pola asuh otoriter dengan remaja (r= 0,664; p<0.000). Kata Kunci : Self Criticsm, Konsep Diri, Pola Asuh Otoriter. ABSTRACT During adolescence, they have heightened ambitions, often unrealistic and overly idealistic thinking. Sensitivity to other people's judgment is also very high, so words that are usually considered 'normal', in adolescence become painful or sad. Often adolescents blame themselves for something they did not receive in real life. So, in other words, adolescents often have an assessment or criticism of themselves when interacting in their social life. The purpose of the study was to determine between self concept and authoritarian parenting with self-criticism in adolescents, this study used quantitative methods with 130 teenagers as subjects. The sampling technique used was purposive sampling, data collection using the self-criticism scale totaling 23 items (ɑ=0.882), self-concept scale totaling 36 items (ɑ=0.909), parenting scale totaling 31 items (ɑ=0.913). The analysis technique used in the study was multiple regression analysis with the help of SPSS software version 25 for windows. The results showed the value of r = 0.683 and the value of F = 169.427 with a significant level of p < 0.000. meaning that there is a significant relationship between self-concept and authoritarian parenting with self criticsm in adolescents. In addition, there is a significant negative relationship between self-concept and self criticism in adolescents (r= -0.819; p<0.000). And there is a significant positive relationship between authoritarian parenting and adolescents (r= 0.664; p<0.000). Keywords: Self Criticsm, Self-Concept, Authoritarian Parenting.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Psikologi Agama |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Psikologi Agama |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 09 Jul 2025 02:59 |
| Last Modified: | 09 Jul 2025 02:59 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/38998 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


