ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP WALIMATUL ‘URS MENGHADIRKAN KESENIAN KUDA LUMPING (Studi di Desa Karang Jawa Kecamatan Anak Ratu Aji Kabupaten Lampung Tengah)

Hermawan, Iqbal Baharsyah (2025) ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP WALIMATUL ‘URS MENGHADIRKAN KESENIAN KUDA LUMPING (Studi di Desa Karang Jawa Kecamatan Anak Ratu Aji Kabupaten Lampung Tengah). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of PUSAT 1 2 HERMAWAN.pdf] PDF
Download (5MB)
[thumbnail of SKRIPSI HERMAWAN IQBAL BAHARSYAH.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK Islam memerintahkan pemeluknya supaya mengumumkan serta meramaikan akad pernikahan. Karena itu, Allah Swt memerintahkan untuk meramaikan akad pernikahan. Perihal meramaikan acara pernikahan itulah yang disebut dengan walimatul „urs. Namun, kondisi masyarakat islam sekarang ini pada umumnya dalam mengadakan pesta pernikahan disertai dengan hiburan yang bermacam- macam. Hal ini bertujuan untuk bersuka ria dan mewujudkan kesenangan. Dalam satu kebiasaan masyarakat muslim, terkhusus di Desa Karang Jawa, dalam mengadakan pesta pernikahan melaksanakannya dengan hiburan kesenian kuda lumping. Kuda lumping merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional yang sangat dihormati, dan dapat diasumsikan bahwa sebagian besar masyarakat di Desa Karang Jawa sudah familiar dengan pertunjukan ini. Permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimana Praktik Walimatul „urs Menghadirkan Kesenian Kuda Lumping di Desa Karang Jawa?.Bagaimana Analisis Hukum Islam Terhadap Pelaksannan Walimatul „urs Menghadirkan Kesenian Kuda Lumping di Desa Karang Jawa? Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui praktik kesenian kuda lumping dalam pesta pernikahan juga Analisis Hukum Islam terhadap kesenian kuda lumping yang ditampilkan dalam pesta pernikahan. Dalam mencari data, penulis menggunakan metode wawancara, dan dokumentasi. Setelah itu data diolah menggunakan metode editing dan koding. Penelitian ini adalah penelitian lapangan field research. Hasil penelitian Pelaksanaan tarian Kuda Lumping yang diadakan di Desa Karang Jawa diadakan sesuai dengan permintaan warga yang ingin mengadakan perayaan hari besar, maupun pesta (kelahiran bayi, khitanan, dan pernikahan). Kebanyakan permainan Kuda Lumping dilakukan pada pesta pernikahan. Mengenai waktu dan tempat pelaksanaan permainan Kuda Lumping tergantung pada permintaan orang yang mempunyai pesta tersebut. Adapun peralatan yang digunakan dalam permainan Kuda Lumping tersebut adalah kuda- kudaan yang terbuat dari bambu yang tidak mempunyai kaki, cempeti, topeng, barongan yang terdiri satu orang, segala jenis asesoris seperti halnya prajurit kerajaan, pedang, dan diiringi musik yang bernama Gamelan. Adanya sesajen seperti kemenyan, ayam yang telah dibakar, bunga kantil, ayam hidup. Analisis Hukum Islam tentang mengundang kuda lumping pada saat walimatul „urs adalah mubah. namun menjadi haram ketika mencampur adukkan antara yang haq dan bathil, mengundang roh halus agar penari dan penonton kerasukan, ada unsur syirik, melukai diri, maksiat dan lain-lain. Kata Kunci:Walimatul ‘Urs, Kesenian Kuda Lumping, Hukum Islam. ABSTRACT Islam commands its adherents to announce and enliven the marriage contract. Therefore, Allah SWT commands to enliven the marriage contract. The matter of enlivening the wedding event is what is called walimatul 'urs. However, the current condition of Islamic society in general in holding wedding parties is accompanied by various kinds of entertainment. This aims to rejoice and realize pleasure. In one custom of Muslim society, especially in Karang Jawa Village, in holding a wedding party, it is carried out with entertainment in the form of kuda lumping art. Kuda lumping is one form of traditional art that is highly respected, and it can be assumed that most people in Karang Jawa Village are familiar with this performance. Kuda lumping dance is still developing in various community organizations, especially in Karang Jawa Village. The problem in this study is How is the Practice of Walimatul 'urs Presenting Kuda Lumping Art in Karang Jawa Village?. How is the Analysis of Islamic Law on the Implementation of Walimatul 'urs Presenting Kuda Lumping Art in Karang Jawa Village? The purpose of this study is to determine the practice of kuda lumping art in wedding parties as well as the Analysis of Islamic Law on kuda lumping art displayed in wedding parties. In searching for data, the author uses interview and documentation methods. After that the data is processed using editing and coding methods. This research is a field research. Research results The implementation of the Kuda Lumping dance held in Karang Jawa Village is held according to the request of residents who want to hold a big day celebration, or a party (birth of a baby, circumcision, and marriage). Most Kuda Lumping games are played at weddings. Regarding the time and place of the Kuda Lumping game, it depends on the request of the person holding the party. The equipment used in the Kuda Lumping game is a rocking horse made of bamboo that has no legs, a whip, a mask, a barongan consisting of one person, all kinds of accessories such as royal soldiers, swords, and accompanied by music called Gamelan. There are offerings such as incense, burnt chicken, kantil flowers, live chickens. Analysis of Islamic Law regarding inviting Kuda Lumping at the time of walimatul 'urs is permissible. but it becomes forbidden when mixing between the right and the wrong, inviting spirits so that the dancers and audience are possessed, there are elements of shirk, self-harm, sin and others. Keywords: Walimatul ‘Urs, Kuda Lumping Art, Islamic Law.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga)
Divisions: Fakultas Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 08 Jul 2025 08:00
Last Modified: 08 Jul 2025 08:00
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/38990

Actions (login required)

View Item View Item