RELASI SUAMI ISTRI PEMIKIRAN JAMAL AL BANNA DAN HASBI ASH SHIDDIEQY DALAM MEWUJUDKAN KELUARGA SAMAWA

AFIFATUL, AINI (2025) RELASI SUAMI ISTRI PEMIKIRAN JAMAL AL BANNA DAN HASBI ASH SHIDDIEQY DALAM MEWUJUDKAN KELUARGA SAMAWA. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of PUSAT 1 2 AFIFATUL.pdf] PDF
Download (4MB)
[thumbnail of SKRIPSI AFIFATUL.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

ABSTRAK Saat ini banyak istri yang dapat menjadi wanita independen oleh sebab itu, Relasi suami istri dalam rumah tangga sangat penting, mengingat hal tersebut sangat riskan dan sensitif sehingga perlu kesadaran yang kuat, misalnya dengan menjalin komunikasi yang baik, menumbuhkan kesadaran bahwa antara suami-istri sama-sama saling membutuhkan dan wajib bekerja sama. secara umum Al-Quran memandang sama antara laki-laki dan perempuan. Dalam surat An-nisa>' dijelaskan persoalan perbedaan laki-laki dan perempuan beserta peran yang menyertainya. Beberapa perbedaan pendapat Jamal Al Banna dan Hasbi Ash Siddieqy dalam relasi suami istri tentunya dipengaruhi oleh beberapa faktor mengingat perbedaan ruang dan waktu kedua tokoh tersebut, adanya perbedaan pandangan mengenai relasi suami istri menarik untuk di teliti. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: 1. Bagaimana pemikiran Jamal Al Banna dan Hasbi Ash Siddieqy tentang relasi suami istri dalam rumah tangga? 2. Urgensi relasi suami istri dalam mencapai keluarga yang sakinah mawaddah dan rahmah? 3. Relevensi Pemikiran Jamal Al Banna dan Hasbi Ash Siddieqy tentang relasi suami istri dalam rumah tangga? Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan komparatif yaitu membandingkan dari kedua objek kajian. Data penelitian diperoleh dari buku-buku yang terkait dengan tema. Penulisan skripsi ini bersifat deskriptif analitik komparatif, yaitu data-data yang ada disusun, digambarkan dan dijelaskan secara rinci lalu dianalisis kemudian dibandingkan. Metode yang digunakan dalam penganalisisan datanya adalah metode komparasi sehingga pada akhirnya dapat diambil suatu kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan Jamal Al Banna dalam relasi suami istri menekankan kesetaraan gender dan kebebasan individu di dalam pernikahan, Jamal menolak pandangan tradisional yang menempatkan suami sebagai otoritas tunggal dalam keluarga seperti pemimpin, pengambilan keputusan, dan dalam pekerjaan kehidupan rumah tangga. Baginya pernikahan dibangun atas hak dan tanggung jawab yang setara. Sedangkan Hasbi Ash Siddieqy menekankan pembagian peran tradisional dengan suami sebagai pemimpin rumah tangga dan istri sebagai pendamping yang menjalankan tanggung jawab domestik. Hasbi menegaskan pentingnya keseimbangan hak dan kewajiban dengan suami memenuhi kebutuhan istri sementara istri berhak mendapatkan kehormatan dan perilaku yang baik. Disisi lain istri wajib menghormati suami hubungan suami istri di landaskan oleh kasih sayang dan keimanan. Kata Kunci : Relasi Suami Istri, Jamal Al Banna, Hasbi Ash Siddieqy. ABSTRACT Nowadays many wives can become independent women, therefore, the relationship between husband and wife in the household is very important, considering that it is very risky and sensitive so it needs strong awareness, for example by establishing good communication, fostering awareness that husband and wife both need each other. In general, the Qur'an views the same between men and women in Surah An-nisa’ explaining the problem of differences between men and women and the roles that accompany them. Some of the differences of opinion between Jamal Al Banna and Hasbi Ash Siddieqy in the relationship between husband and wife are certainly influenced by several factors considering the difference in space and time between the two characters, the difference in views on the relationship between husband and wife is interesting to research. The formulation of the problem in this study is: 1. What do Jamal Al Banna and Hasbi Ash Siddieqy think about the relationship between husband and wife in the household? 2. The urgency of the relationship between husband and wife in achieving a family that is sakinah mawaddah and rahmah? 3. Jamal Al Banna and Hasbi Ash Siddieqy's revivals about the relationship between husband and wife in the household? This research is a library research using a comparative approach, namely comparing the two study objects. Research data were obtained from books related to the theme. The writing of this thesis is descriptive and comparative analytical, that is, the existing data is compiled, described and explained in detail and then analyzed and then compared. The method used in analyzing the data is a comparison method so that in the end a conclusion can be drawn. The results of the study show that Jamal Al Banna's view of the marital relationship emphasizes gender equality and individual freedom in marriage, Jamal rejects the traditional view that places the husband as the sole authority in the family as the leader, decision making, and in the work of domestic life, for whom marriage is built on equal rights and responsibilities. While Hasbi Ash Siddieqy emphasized the division of traditional roles with the husband as the leader of the household and the wife as a companion who carries out domestic responsibilities, Hasbi emphasized the importance of a balance of rights and obligations with the husband to meet the needs of the wife while the wife has the right to honor and good behavior The relationship between husband and wife is based on affection and faith. Keywords: Husband's Relationship, jamal al banna, hasbi ash siddieqy.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga)
Divisions: Fakultas Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 08 Jul 2025 04:08
Last Modified: 08 Jul 2025 04:08
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/38960

Actions (login required)

View Item View Item