DESTIANA, AIDA FITRI (2025) PROBLEMATIKA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENERAPKAN KURIKULUM MERDEKA : STUDI KASUS DI SMA NEGERI 1 SEKAMPUNG UDIK LAMPUNG TIMUR. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (4MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (7MB) |
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini membahas problematika yang dihadapi oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menerapkan Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 1 Sekampung Udik, Lampung Timur. Kurikulum Merdeka bertujuan untuk memberikan fleksibilitas dalam pembelajaran, namun penerapannya menghadapi berbagai masalah. Guru pendidikan agama islam dihadapkan pada tantangan seperti keterbatasan sarana dan prasarana, rendahnya pemahaman siswa terhadap pembelajaran, serta tuntutan administratif yang membebani. Selain itu, guru juga perlu menyesuaikan metode pembelajaran agar sesuai dengan konsep kurikulum merdeka yang lebih berbasis proyek dan kompetensi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Responden penelitian terdiri dari guru pendidikan agama islam dan wakil kepala bidang kurikulum SMA Negeri 1 Sekampung Udik. Data yang diperoleh dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta verifikasi untuk mendapatkan temuan yang valid, maka dari itu keterbatasan dalam pelatihan bagi guru menjadi masalah utama dalam penerapan kurikulum merdeka. Guru merasa kurang mendapatkan bimbingan yang memadai, sehingga kesulitan dalam menyusun modul ajar dan asesmen yang sesuai dengan tujuan kurikulum. Faktor lain seperti minimnya penggunaan teknologi dalam pembelajaran juga menjadi tantangan tersendiri. Keterbatasan akses terhadap perangkat seperti LCD atau proyektor di sekolah menghambat proses pembelajaran yang lebih inovatif dan menarik. Solusi, penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan bagi guru pendidikan agama islam, penyediaan sarana dan prasarana yang lebih memadai, serta penguatan strategi pengajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan siswa. Sekolah juga diharapkan memberikan dukungan administratif yang lebih ringan bagi guru, sehingga mereka dapat lebih fokus pada pengembangan materi ajar yang efektif. Dengan adanya langkah-langkah tersebut, diharapkan implementasi kurikulum merdeka dapat berjalan lebih optimal di SMA Negeri 1 Sekampung Udik, khususnya dalam mata pelajaran pendidikan agama islam. iii Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru pendidikan agama islam di SMA Negeri 1 Sekampung Udik Lampung Timur masih mengalami tantangan dalam menyusun perangkat pembelajaran, menentukan metode yang tepat, serta menghadapi kurangnya motivasi siswa dalam pembelajaran berbasis proyek, oleh sebab itu proses adaptasi adanya kebijakan kurikulum merdeka ini memerlukan waktu, pelatihan berkelanjutan, dan dukungan memadai untuk mencapai hasil yang optimal. Kata Kunci : Kurikulum Merdeka, Guru PAI, SMAN 1 Sekampung Udik iv ABSTRACT This study discusses the problems faced by Islamic Religious Education (PAI) teachers in implementing the Independent Curriculum at SMA Negeri 1 Sekampung Udik, East Lampung. The Independent Curriculum aims to provide flexibility in learning, but its implementation faces various problems. Islamic Religious Education teachers are faced with challenges such as limited facilities and infrastructure, low student understanding of learning, and burdensome administrative demands. In addition, teachers also need to adjust their learning methods to suit the concept of the Independent Curriculum which is more project-based and competency-based. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The research respondents consisted of Islamic Religious Education teachers and the deputy head of curriculum at SMA Negeri 1 Sekampung Udik. The data obtained were analyzed through data reduction, data presentation, and verification to obtain valid findings, therefore the limitations in teacher training are the main problem in implementing the Merdeka Curriculum. Teachers feel that they do not get adequate guidance, so they have difficulty in compiling teaching modules and assessments that are in accordance with the objectives of the curriculum. Other factors such as the minimal use of technology in learning are also a challenge in themselves. Limited access to devices such as LCDs or projectors in schools hinders a more innovative and interesting learning process. Solution, this study recommends increasing training for Islamic Religious Education teachers, providing more adequate facilities and infrastructure, and strengthening teaching strategies that are more in line with students' needs. Schools are also expected to provide lighter administrative support for teachers, so that they can focus more on developing effective teaching materials. With these steps, it is hoped that the implementation of the Merdeka Curriculum can run more optimally at SMA Negeri 1 Sekampung Udik, especially in the subject of Islamic Religious Education. v The results of the study show that most Islamic Religious Education teachers at SMA Negeri 1 Sekampung Udik, East Lampung still experience challenges in compiling learning tools, determining the right method, and facing a lack of student motivation in project-based learning, therefore the adaptation process to the independent curriculum policy requires time, continuous training, and adequate support to achieve optimal results. Keywords : Independent Curriculum, Islamic Religious Education Teachers, SMAN 1 Sekampung Udik
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Pendidikan Agama islam |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 03 Jul 2025 03:05 |
| Last Modified: | 03 Jul 2025 03:05 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/38886 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


