BIMBINGAN KELOMPOK DALAM MEMBENTUK KEMANDIRIAN REMAJA DI PANTI ASUHAN BUDI MULYA MUHAMMADIYAH SUKARAME BANDAR LAMPUNG

SINDY, ADE KARMELITA (2025) BIMBINGAN KELOMPOK DALAM MEMBENTUK KEMANDIRIAN REMAJA DI PANTI ASUHAN BUDI MULYA MUHAMMADIYAH SUKARAME BANDAR LAMPUNG. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of PUSAT 1 2 SINDY.pdf] PDF
Download (5MB)
[thumbnail of SKRIPSI SINDY ADE.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK Kemandirian anak sangat diperlukan dalam rangka membekali mereka untuk menjalani kehidupan dimasa yang akan datang. Kemandirian seorang anak mampu untuk menentukan pilihan yang sendiri yang di anggap benar. Sesungguhnya kemandirian tidak bersifat fisik saja tetapi juga psikologis, seperti mampu mengambil keputusan sendiri dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambil serta sikap lain yang mengacu kepada keberanian seseorang untuk menentukan nasibnya sendiri. Maka dari itu diberikannya bimbingan kelompok yang bertujuan agar mereka mampu membangun sikap kemandirian nya. Kemudian dalam penelitian ini peneliti tertarik untuk meneliti tentang proses pelaksanaan bimbingan kelompok dalam membentuk kemandirian remaja Di Panti Asuhan Budi Mulya Muhammadiyah Sukarame Bandar Lampung. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data primer dalam penelitian ini berjumlah 6 orang yaitu 4 orang anak panti asuhan yang memiliki permasalahan perihal kurang memiliki sikap kemandirian, 1 orang pengasuh atau pembimbing Panti Asuhan Budi Mulya Muhammadiyah yaitu Ibu Sakinah, dan 1 Ustadzah Panti Asuhan Budi Mulya Muhammadiyah Sukarame. Pengambilan seluruh sampel 6 orang dikarenakan menggunakan teknik purposive sampling karena keterbatasan waktu, uang dan kemampuan. Sedangkan sumber data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari buku, dokumen, internet dan media cetak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tidak terstruktur, kemudian observasi non partisipan, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis data Miles dan Huberman, yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pelaksanaan bimbingan kelompok dalam membentuk kemandirian remaja di Panti Asuhan Budi Mulya Muhammadiyah Sukarame Bandar Lampung telah dilaksanakan melalui tiga tahap yaitu: 1) Tahap pembentukan, yaitu membentuk kelompok, remaja panti asuhan dikelompokan menjadi 4 orang yaitu remaja panti yang memiliki permasalahan kurangnya kemandirian dan pengenalan anggota kelompok serta penjelesan maksud dan tujuan kegiatan. 2) Tahap peralihan, yaitu tahapan yang diisi dengan kegiatan ice beraking untuk mencairkan suasana. 3) Tahap kegiatan,yaitu tahap inti pada bimbingan kelompok, teknik yang diberikan yaitu cognitive behavior therapy (CBT) yang artinya konselor memberikan terapi terlebih dahulu agar para remaja panti dapat merubah sikap dan prilakunya yang lebih mandiri lagi serta tidak kebergantungan dengan orang lain. Dalam kegiatan ini diberikan tiga pembinaan pada remaja panti yaitu: a). Pembinaan Kepribadian, adapun pembinaan tersebut meliputi penanaman moral, ahlakul karimah, pengenalan norma- norma yang ada di kehidupan bermasyarkat, serta penanaman kecerdasan emosional. b). Pembinaan Spiritual, pembinaan spritual bertujuan untuk menjaga keseimbangan kehidupan di dunia dan akhirat. c). Pembinaan bakat pengembangan kemandirian remaja. 4) Tahap pengakhiran,yaitu penutup kegiatan yang di dalamnya mencakup kegiatan evaluasi, dan tindak lanjut (followup) sebelum konselor melakukan tindak lanjut konselor melakukan evaluasi terlebih dahulu sehingga jika ada masalah yang belum terealisasikan maka dilakukan tindak lanjut oleh konselor. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelaksanaan proses pelaksanaan bimbingan kelompok dalam membentuk kemandirian remaja Di Panti Asuhan Budi Mulya Muhammadiyah Sukarame Bandar Lampung telah berhasil dilakukan dan mendapat efek yang positif. Kata Kunci: Bimbingan Kelompok, Kemandirian, Warga Panti. ABSTRACT Children's independence is very necessary in order to equip them to live their lives in the future. A child's independence is able to determine their own choices that are considered right. In fact, independence is not only physical but also psychological, such as being able to make their own decisions and be responsible for the decisions taken and other attitudes that refer to a person's courage to determine their own destiny. Therefore, group guidance is provided with the aim that they are able to build their independent attitude. Then in this study, the researcher was interested in examining the process of implementing group guidance in forming adolescent independence at the Budi Mulya Muhammadiyah Sukarame Orphanage, Bandar Lampung. This type of research is descriptive qualitative field research. The primary data sources in this study were 6 people, namely 4 orphanage children who had problems regarding the lack of independence, 1 caregiver or mentor at the Budi Mulya Muhammadiyah Orphanage, namely Mrs. Sakinah, and 1 Ustadzah at the Budi Mulya Muhammadiyah Sukarame Orphanage. The total sample of 6 people was taken because of the use of purposive sampling technique due to time, money and ability limitations. While secondary data sources in this study were obtained from books, documents, the internet and print media. The data collection technique used was unstructured interviews, then non-participant observation, and documentation. The data analysis technique used was the Miles and Huberman data analysis model, which consists of data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the study showed that the process of implementing group guidance in forming adolescent independence at the Budi Mulya Muhammadiyah Sukarame Bandar Lampung Orphanage had been carried out through three stages, namely: 1) Formation stage, namely forming groups, adolescents from the orphanage were grouped into 4 people, namely adolescents from the orphanage who had problems with lack of independence and introduction of group members and explanation of the intent and purpose of the activity. 2) Transition stage, namely the stage filled with ice-breaking activities to lighten the atmosphere. 3) Activity stage, namely the core stage in group guidance, the technique given is cognitive behavioral therapy (CBT) which means that the counselor provides therapy first so that the orphanage teenagers can change their attitudes and behavior to be more independent and not dependent on others. In this activity, three forms of guidance are given to the orphanage teenagers, namely: a). Personality Guidance, the guidance includes instilling morals, good morals, introducing norms that exist in community life, and instilling emotional intelligence. b). Spiritual Guidance, spiritual guidance aims to maintain the balance of life in the world and the hereafter. c). Talent development guidance for adolescent independence. 4) The closing stage, namely the closing of the activity which includes evaluation activities, and follow-up before the counselor takes follow-up, the counselor conducts an evaluation first so that if there are problems that have not been realized, follow-up is carried out by the counselor. The conclusion of this study is that the implementation of the group guidance process in forming adolescent independence at the Budi Mulya Muhammadiyah Sukarame Orphanage, Bandar Lampung has been successful and has had a positive effect. Keywords: Group Guidance, Independence, Residents of the Orphanage.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Bimbingan Konseling Islam
Divisions: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Bimbingan Konseling Islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 03 Jul 2025 02:26
Last Modified: 03 Jul 2025 02:26
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/38878

Actions (login required)

View Item View Item